Sempat Mengelak, Pengedar Terancam Hukuman Mati


Rabu, 11 Mei 2016 - 03:54:33 WIB
Sempat Mengelak, Pengedar Terancam Hukuman Mati Ilustrasi.

BATAM, HALUAN — Otomosi Telambanua, terdakwa dengan perkara kepemilikan Narkotika jenis sabu seberat 1 Gram dan Pil Ekstasi sebanyak 339 butir terancam hu­kuman mati di Pengadilan Negeri (PN) Batam. Awalnya, terdakwa mengatakan bahwa barang tersebut bukanlah miliknya, tapi milik seseorang yang berada di balik jeruji besi di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Barelang.

“Itu bukan punya saya, saya hanya dititipkan oleh si Gemuk, atas perintah seseorang yang ada di balik sel. Katanya akan ada yang menjemput barang tersebut dan saya diberi upah Rp500 ribu, makanya saya terima,” kata terdakwa dalam persidangan, Senin (9/5).

Baca Juga : Dampak Pandemi Covid-19, Hanya Seorang Wisman Kunjungi Riau

Di hadapan Ketua Majelis Hakim, Syahrial Harahap, didampingi Yona Lame­rosa Ketaren dan Taufik, serta Jaksa Penun­tut Umum (JPU) Arie Prasetyo dan Pen­a­sihat Hukum (PH) terdakwa, Ely Suwita, terdakwa mengaku tidak mengerti akan isi titipan yang diantarkan Si Gemuk ke rumahnya.

“Saya belum tahu apa isi paketnya, kata si gemuk obat. Tapi saya tidak tahu, saya juga baru dua minggu kenal dengannya,” te­rangnya lagi. Mendengar pernyataan ter­sebut, Yona Lamerosa langsung menyanggah keterangan terdakwa, karena telah lari dari berita acara pemeriksaan (BAP) yang diterangkannya di kepolisian.

Baca Juga : Grand Launching COE Pariaman Festival 2021 Dihelat di Pekanbaru

“Di BAP kamu bilang itu barang kamu, kamu beli sabunya 1 gram seharga Rp 800 ribu dan kamu juga yang membaginya menjadi 4 paket lagi, yang berat masing-masingnya 0,25 gram. Tapi sekarang, kamu bilang itu semua bukan milikmu. Mana yang benar? Jangan sampai bohong terus, an­caman hukumanmu ini berat, hukuman mati,” tegas Yona. Men­dengar omelan sang Hakim, terdak­wa lang­sung mengaku dan membenarkan seluruh keterangan yang ada di BAP.

“Ya, 1 gram sabu, 100 butir pil ekstasi warna hijau, 239 pil ekstasi warna orange, serta timbangan itu milik saya. Karena dititipkan oleh si gemuk, namun tidak kunjung diambil. Padahal sudah lewat tiga hari, makanya saya jual. Sabu itu saya beli dan saya bagi dalam empat paket lagi, kemudian satu paketnya saya cicipi bersama teman. Tapi tiga paket lagi mau di­jual, ”terang terdakwa. Atas perbuatannya, terdakwa dijerat dengan dakwaan kesatu, Primair yakni Pasal 114 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Subsidair, melanggar Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (h/hk)

Baca Juga : Leonardy Harmainy: Pariwisata Sumbar Butuh Kepedulian Semua Elemen

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]