BPJS Cairkan 90 Persen Klaim JHT

Program PHK Beberapa Perusahaan Tetap Berjalan


Rabu, 11 Mei 2016 - 03:56:13 WIB
Program PHK Beberapa Perusahaan Tetap Berjalan

PEKANBARU, HALUAN — Sekitar 90 persen pembayaran klaim Jaminan Hari Tua (JHT) telah dibayarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan di Provinsi Riau pada awal 2016. Hal ini berkaitan dengan ber­lakunya program pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi belakangan ini di beberapa perusahaan.

“Hingga bulan April 2016, jumlah klaim JHT yang sudah kami bayarkan mencapai Rp 168.468 miliar untuk 22.203 kasus. 80 hingga 90 persen di antaranya untuk kasus terkait PHK,” kata Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Wila­yah Riau-Sumbar, Afdiwar Anwar, di Pekanbaru, Selasa (10/5).

Baca Juga : Dampak Pandemi Covid-19, Hanya Seorang Wisman Kunjungi Riau

Kelesuan ekonomi global dinilainya turut berimbas ke Riau dengan anjloknya harga minyak mentah dan komo­ditas andalan seperti kelapa sawit dan karet. Hal ini ke­mu­dian berimbas pada sektor t­erkait sehingga banyak per­u­sahaan terpaksa melakukan pemutu­san hubungan kerja (PHK).

Contoh nyatanya terlihat pada pembayaran JHT di daerah operasi minyak PT Chevron Pacific Indonesia di Duri, Kabupaten Bengkalis, di mana terdapat 4.327 kasus dengan klaim sebesar Rp29 miliar dan mayoritas dibayar­kan untuk PHK pegawai sub­kontraktor perusahaan mi­nyak asing itu.

Baca Juga : Grand Launching COE Pariaman Festival 2021 Dihelat di Pekanbaru

Meski begitu, pembayaran JHT paling besar tetap ber­lokasi di Kota Pekanbaru yang mencapai 12.866 kasus deng­an nilai klaim mencapai Rp 109 miliar. “Kenaikan jumlah klaim JHT di Riau pada awal tahun ini naik 20-25 persen dibanding tahun lalu,” katanya.

Ia mengatakan, pening­katan jumlah klaim juga dido­rong kebijakan Peraturan Pe­merintah (PP) Nomor 16 Ta­hun 2015 tentang Penye­leng­garaan Program Jaminan Hari Tua yang menjelaskan pe­nga­m­bilan JHT tidak perlu me­nunggu lima sampai 10 tahun setelah berhenti bekerja.

Baca Juga : Leonardy Harmainy: Pariwisata Sumbar Butuh Kepedulian Semua Elemen

Sementara itu, Kon­fe­derasi Serikat Buruh Muslim Indonesia menyatakan, PT Chevron Pacific Indonesia hingga akhir April tahun ini sudah melakukan PHK ke­pada sebanyak 806 orang karyawan, dari rencana 1.600 PHK. Sebelumnya pada akhir Maret lalu, jumlah karyawan menjalani PHK sebanyak 740, baik di Provinsi Riau mau pun Kalimantan.

Ia menjelaskan, Chevron awal tahun ini telah me­nge­luar­kan Workforce Mana­ge­ment/WFM Program atau pro­gram pengelolaan tenaga ker­ja, sehingga perusahaan multi nasional di sektor miny­ak dan gas bumi tersebut memberi penawaran kepada para kar­ya­wannya. Peru­saha­an asal Ame­rika Serikat itu memberi ke­sempatan bagi para karya­wannya untuk me­m­pertim­bangkan pensiun dini atau pengunduran diri secara suka­rela dengan mendapat imbalan berupa tambahan insentif.

Baca Juga : Emersia Water Park Siap Ramaikan Pariwisata Tanah Datar

Namun, Ketua Sarbumusi Basis Chevron Riau, Nofel, mengatakan Chevron tidak mengindahkan permintaan pemerintah pusat dan Provinsi Riau untuk menghentikan PHK pegawai. “Chevron ke­marin sampaikan bahwa pro­gram PHK mereka tetap ja­lan, sementara surat disna­kertrans (dinas tenaga kerja dan transmigrasi) sudah di­keluar­kan akhir bulan lalu dan meminta untuk menghentikan PHK,” kata Nofel.

Menurut dia, surat Dis­nakertrans dan Kepen­dudu­kan Provinsi Riau per tanggal 25 Maret 2016 dikeluarkan untuk menguatkan surat Ke­men­terian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemena­ker­trans) terkait pemutusan hu­bungan kerja. (h/ant)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]