UPT Konservasi Selamatkan Penyu


Rabu, 11 Mei 2016 - 03:58:27 WIB
UPT Konservasi Selamatkan Penyu Ilustrasi.

Pariaman, Haluan — Berbagai upaya terus dilakukan oleh Peme­rintah Kota Pariaman guna menye­lamatkan kelestarian hewan laut di kawasannya. Seperti halnya yang dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Konservasi Penyu, Kota Paria­man yang berhasil menyelamatkan seekor penyu yang terpancing nelayan.

Kepala UPT Konservasi Penyu setem­pat, Citrha Aditur Bahri di Pariaman, Selasa, mengatakan, penyu tersebut terkena pan­cing nelayan di sekitar perairan Pulau Kasiak pada Minggu (9/5) sekitar pukul 16.00 WIB.

Baca Juga : Rusma Yul Anwar: Pembangunan Harus Terukur

“Saat terpancing, nelayan tersebut langsung melaporkan kepada penjaga Pulau Kasiak kemudian petugas Pulau meng­hubungi kami,” katanya.

Ia mengatakan, kail tertancap di sekitar bagian kepala pada saat penyu dievakuasi. Penyu jenis sisiak itu diperkirakan berumur 15 tahun.

Baca Juga : PKKM Sumbar 2020, Sembilan Kepala Madrasah Agam Masuk 10 Besar

“Para petugas langsung menge­luarkan kail tersebut karena dikha­watirkan dapat mengancam kesela­matan hewan yang dilindungi undang-undang tersebut,” ka­tanya.

Setelah kail dilepaskan, penyu tersebut tidak langsung dikembalikan ke laut bebas. Petugas konservasi penyu terlebih dahulu memberikan antiseptik.

Baca Juga : DLH Kabupaten Pessel: Kepekaan Siswa Secara Dini Terhadap Ancaman Lingkungan Perlu Dilakukan

“Setelah kita beri antiseptik, penyu tidak langsung dilepas begitu saja karena hewan tersebut memiliki tingkat stres yang tinggi sehingga dibiarkan dahulu untuk tenang sebe­lum kembali dilepas ke laut bebas,” jelasnya.

Citrha menyebutkan, Pulau Kasiak merupakan kawasan yang dijadikan oleh pemerintah setempat sebagai zona inti perlindungan penyu.

Baca Juga : Personel Polri dan ASN Polres Agam Jalani Vaksinasi Covid-19

Pemerintah setempat telah mem­berikan batasan kepada para nelayan 100 meter dari pulau tersebut tidak boleh dimasuki untuk mencegah dampak buruk terhadap eko­sistem sekitar pulau.

Selama tiga tahun terakhir peme­rintah setempat telah mencatat seba­nyak tiga ekor penyu terjebak dan terjaring oleh nelayan lokal, dua dicantaranya mati akibat tidak bisa bernafas.

“Pada 2014 dan 2015 dua ekor pe­nyu jenis penyu hijau juga menga­la­mi kasus yang sama, namun tidak ber­hasil kita selamatkan karena jaring ter­sebut tersangkut di karang,” ujar­nya.

Sebelumnya, Staf Ahli bidang Ekologi Sumber Daya Laut Kemen­terian Kelautan dan Perikanan (KKP) Aryo Anggono DEA telah meminta Pemerintah Kota Pariaman untuk membuat aturan dan larangan yang jelas di Pulau Kasiak terkait sebagai kawasan konservasi penyu.

“Sampai saat ini koordinasi de­ngan pemerintah setempat memang belum ada aturan yang jelas terkait peri­zinan ke Pulau Kasiak yang telah di­tetapkan sebagai kawasan atau zona in­ti dan hal tersebut merupakan suatu ma­salah jika tidak ditang­gapi,” sebut­nya.

Ia mengatakan, dengan adanya aturan yang jelas maka tidak semua masyarakat atau pelancong dapat memasuki kawasan pulau tersebut untuk melindungi habitat dan eko­sistem yang ada di sana. (h/tri/ant/hel)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]