Jalur Mudik


Rabu, 11 Mei 2016 - 04:13:58 WIB
Jalur Mudik

Tak lama lagi, Ramadan akan dijelang dan kemudian disusul dengan hari ke­menangan Idul Fitri. Masalah kla­sik kembali membayang, yakni ke­macetan dan kesemrautan. Sejak satu dekade bela­kangan menjadi sesuatu yang sangat meng­ganggu bagi masyarakat. Kemacetan itu te­rutama terjadi pada ruas jalan Padang-Pa­dang Panjang-Bukittinggi dan Payakumbuh. Berikutnya ruas jalan Padang-Solok. Kema­cetan terparah terjadi di Kota Bukittinggi.

Keindahan Hari Raya Idul Fitri ter­cederai oleh kesemrawutan dan kemacetan lalulintas tersebut. Orang yang ingin bersilaturahmi dengan sanak famili, teman dan relasi bisnis atau juga ingin berwisata di kampung halaman sambil pulang kam­pung berhari raya, perjalanannya jadi tersendat-sendat.

Baca Juga : SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam siswa Perlu Ditinjau Ulang

Bahkan saking parahnya kemacetan dan kesemrawutan lalulintas saat Hari Raya Idul Fitri, jalur Padang-Bukittinggi  yang biasa ditempuh dengan waktu 2,5 s/d 3 jam, bisa menghabiskan waktu hingga 8-10 jam atau bahkan lebih. Payakumbuh-Bukit­tinggi  yang jaraknya hanya 30 km dan biasanya ditempuh dengan waktu 30-45 menit, bisa menyedot waktu 3-6 jam.

Melalui rekayasa, sebenarnya ada jalan ke­luar. Contohnya, mengefektifkan lagi ja­lan kampung mulai dari Pasar Koto Baru (Ta­nah Datar) melewati Sungai Puar-Ku­bang Putih-Pasar Lasi dan keluar di Sim­pang Candung, Baso, diaktifkan secara resmi dan kendaraan pribadi atau umum beroda empat. Pengaktifan jalur ini akan banyak membantu upaya meminimalisir kema­cetan di jalur utama Padang Panjang – Bukit­tinggi

Baca Juga : Jangan Ikuti! Iblis Penebar Hoaks Pertama

Meskipun rencana silaturahmi Idul Fitri terganggu, bahkan bisa  batal, namun mau tak mau orang yang terjebak macet terpaksa bersabar. Jika ingin terbebas dari macet, terpaksa berangkat mulai subuh, karena biasanya jalanan masih lengang. Atau kalau tetap ingin melawati jalan raya siang hari, terpaksa orang yang biasa berpergian dengan mobil, mengganti tunggangannya dengan sepeda motor. Dengan begitu dijamin perjalanan lebih cepat dan relatif lebih mudah menghindar dari kemacetan.

Kemacetan dan kesemrawutan yang sangat parah itu sangat merugikan masya­rakat. Di satu sisi, masyarakat rugi waktu dan di sisi lain rugi biaya. Tentu akan lebih banyak bahan bakar yang tersedot saat macet. Biayanya jelas akan membengkak. Kemacetan juga menimbulkan biaya tinggi pada barang kebutuhan pokok dan lainnya yang pada hari raya tersebut masih meng­gunakan sarana transportasi.

Baca Juga : Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam

Pemprov Sumbar bersama dengan pemerintah daerah yang daerahnya rutin dilanda kemacetan saat Hari Raya Idul Fitri berupaya agar setiap tahun penguraian kemacetan terus meningkat. Bersama jajaran terkait, upaya rekayasa dilakukan. Tapi tetap saja, kemacetan tak terhindari.

Sementara, upaya lain dengan mengak­tifkan jalur Sicincin-Malalak-Agam juga belum optimal karena banyak fasilitas yang belum aktif, seperti penerangan jalan.  Belum lagi persoalan ancaman longsor.

Baca Juga : Prabowo dan Habib Rizieq

Selain jalur ini, beberapa ruas jalan kabupaten juga akan beralih status menjadi jalan provinsi. Artinya, akan ada penam­bahan beban untuk menjaga kondisi jalan bagi provinsi. Dengan kemampuan ang­garan yang terbatas, rehab jalan yang dialihkan pengelolaannya itu mencapai 450 Km lebih harus diefektifkan. Pengerjaan lebih awal dan menghindari SKS (Sistem Kebut Sebulan) bisa menghasilkan produk yang lebih baik juga tentunya. (*)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 09 Februari 2021 - 14:07:37 WIB

    SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam siswa Perlu Ditinjau Ulang

    SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam  siswa Perlu Ditinjau Ulang Ternyata persoalan pemakaian jilbab bagi siswi Non Muslim di SMKN 2 Padang,  belum berakhir. Pemberitaannya hiruk pikuk dan viral  diperbincangkan secara nasional dalam dunia pendidikan. Sampai Mendikbud terpancing angkat b.
  • Kamis, 04 Februari 2021 - 14:45:37 WIB

    Jangan Ikuti! Iblis Penebar Hoaks Pertama

    Jangan Ikuti!  Iblis Penebar Hoaks Pertama Kita barangkali akrab dengan cerita Nabi Adam ‘alaihissalam diciptakan oleh Allah SWT sebagai khalifah. Melalui anugerah ilmu, Allah memuliakan Nabi Adam di atas malaikat dan iblis..
  • Senin, 01 Februari 2021 - 16:58:52 WIB

    Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam

    Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam Syekh Muhammad Djamil Djambek adalah ulama pelopor pembaruan Islam dari Sumatra Barat awal abad ke-20, dilahirkan pada tahun 1860 di Bukittinggi, terkenal sebagai ahli ilmu falak terkemuka..
  • Senin, 04 Januari 2021 - 09:37:20 WIB

    Prabowo dan Habib Rizieq

    Prabowo dan Habib Rizieq Partai Gerindra sungguh seperti berkayuh di antara dua karang dalam bersikap terhadap kasus yang dialami Habib Rizieq Sihab (HRS), Ormas dan pengikutnya sekarang ini. .
  • Kamis, 31 Desember 2020 - 20:46:02 WIB

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam TAHUN 2020 segera akan berakhir. Tahun 2021 segera akan tiba. "Selamat tinggal tahun 2020. Selamat tinggal tahun kelam. Selamat tinggal tahun yang penuh dengan kepahitan hidup. .
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]