Sistem Pemerintahan Filipina Akan Dirombak


Kamis, 12 Mei 2016 - 04:34:13 WIB
Sistem Pemerintahan Filipina Akan Dirombak Rodrigo Duterte.

MANILA, HALUAN — Belum juga dilantik, pemenang pemilihan presiden Filipina, Rodrigo Duterte telah mengumumkan rencana untuk merombak total sistem pemerintahan negara tersebut.

Perombakan ini demi meng­hapus kekuasaan yang hanya terpusat di ibukota Manila dan mengabaikan provinsi lainnya.

Baca Juga : Benarkah? Hasil Studi Sebut Anjing Pelacak Bisa Deteksi Covid-19 Seminggu Sebelum Hasil PCR

Dalam konferensi pers, seperti dilansir Reuters, Se­lasa (10/5/2016), juru bicara Dut­erte, Peter Lavina, menu­turkan bahwa presiden yang baru akan berupaya meng­gelar konsensus nasional demi merevisi konstitusi Filipina. 

Revisi ini akan memun­g­kinkan perubahan sistem pe­merintahan unitary atau ne­gara kesatuan menjadi sistem pemerintahan model parle­menter dan federal. Dengan posisinya sebagai ‘political outsider’, Duterte bermaksud menantang pemerintahan Filipina selama ini yang dise­butnya hanya mementingkan diri sendiri dan korup. 

Baca Juga : Inggris Temukan Lagi 16 Kasus Varian Baru COVID-19, Mengandung Mutasi E484K

“Pengaruh kalangan elite di Manila yang akan dipe­ngaruhi oleh sistem ini, jelas akan menentang proposal ini,” sebut analis Institut Reformasi Politik dan Pemilu, Earl Parreno.

Juru bicara Duterte juga menyatakan, pihaknya akan mengupayakan kesepakatan damai dengan kelompok pem­berontak di wilayah kepulau­an Filipina bagian selatan. Selama ini, pemerintah Fili­pina telah menggunakan ke­ku­atan militer untuk menum­pas militansi di kawasan te­rsebut.

Baca Juga : Selandia Baru Diguncang Gempa Bumi 8,1 SR: Peringatan Tsunami Dibunyikan, Warga Diminta Pindah ke Tempat Lebih Tinggi

Selama ini, Duterte dikri­tik karena tidak pernah mem­bahas detail soal kebija­kan­nya. Namun pada Senin (9/5), Duterte menyatakan akan mengupayakan pemikiran ekonomi terbaik. Salah satu penasihat Duterte menutur­kan kepada Reuters, anggaran pendidikan akan ditambah demi menguntungkan wila­yah-wilayah yang kurang ber­untung dan pembangunan pedesaan akan diprioritaskan agar kesejahteraan lebih me­ra­ta ke seluruh wilayah.

“Semuanya terlihat im­perial di Manila. Dia (Duter­te) ingin memberikan lebih banyak perhatian pada wila­yah yang lebih terbelakang dan tertinggal,” sebut profesor emeritus ekonomi pada Uni­versitas Filipina, Ernesto Pernia.

Baca Juga : Miliuner Jepang Ini Cari 8 Orang Teman Traveling ke Bulan, Siapa Berminat?

Kemenangan Duterte da­lam pemilihan presiden Fili­pina yang digelar Senin (9/5) memang belum diumumkan secara resmi oleh komisi pe­milihan Filipina. Namun penghitungan oleh organisasi pemantau yang diakreditasi komisi pemilihan Filipina, menunjukkan Duterte meng­ungguli dua pesaing terde­katnya, Grace Poe dan Ma­nuel Roxas. Keduanya pun telah secara publik mengakui kekalahan mereka.

Tercatat Duterte meraup 39 persen suara atau lebih unggul 6 juta suara dari kan­didat yang menempati posisi kedua, dengan total 92 persen suara telah dihitung dari 54 juta pemilih.

Jumlah itu ter­catat hingga Selasa (10/5) sore waktu setempat. Tidak diketahui pasti kapan keme­nangan Duterte akan dium­umkan secara resmi, namun presiden baru Filipina akan mulai ber­tugas pada 30 Juni men­datang. (h/dtc)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]