Genjot Nilai Transaksi Komoditas

Disperindag Sumbar Adakan Pasar Lelang


Kamis, 12 Mei 2016 - 04:40:12 WIB
Disperindag Sumbar Adakan Pasar Lelang Salah seorang pemateri memberikan kiat untuk menghasilkan produk yang bermutu dan berkualitas tinggi dalam pasar lelang yang digelar Disperindag Sumbar di Aula Disperindag Provinsi, Selasa (10/5).

PADANG, HALUAN — Di­nas Perindustrian dan Per­dagangan (Disperindag) Sumbar kembali menggelar pasar lelang untuk meng­genjot nila transaksi ber­bagai macam barang komo­ditas di Sumbar. Di pasar lelang yang berlangsung pada Selasa (10/5), nilai realisasi mencapai sebesar Rp1.373.660.000, dari total transaksi dari 58 transaksi dengan 100 orang  penjual dan pembeli.

Kabid Perdagangan Da­lam Negeri (PDN) Dis­pe­rin­­dag Sumbar, Zaimar me­nga­­takan, pasar lelang ini di­ge­lar untuk memperluas ak­ses pasar serta serta mem­per­pendek mata rantai per­da­gangan. Panitia berupaya meng­hadirkan pelaku usaha yang potensial dan selama ini memiliki akses pasar ter­batas.

Baca Juga : Presiden Jokowi: Perdagangan Digital Harus Dorong Pengembangan UMKM

“Oleh karena itu, demi membangun ekonomi da­erah, khususnya sektor per­dagangan, diharapkan du­kungan eksportir, ritel mo­dern dan pengusaha perho­telan untuk ikut aktif di pasar lelang Sumbar,” ujar­nya di Padang, Rabu (11/5).

Beberapa barang komo­diti yang diperdagangkan adalah hasil perkebunan berupa coklat, gambir, gar­da munggu, kulit manis, buah pala, kopi dan pinang. “Selain itu juga ada beras dan makanan ringan.

Baca Juga : Ilegal Fishing, 21 Lagi Kapal Asing Segera Ditenggelamkan

Ia menyebutkan, pihak­nya telah mengadakan 4 kali pasar lelang selama 2016, dengan menggunakan dana APBD sebanyak 2 kali dan APBN sebanyak 2 kali, de­ngan total transaksi sebesar Rp6.984.770.000.

“Sejauh ini pasar lelang ini berjalan dengan lancar. Namun, ada beberapa hal perlu menjadi catatan kami ke depan seperti sistem jual beli yang belum tunai, nego­siasi barang yang terlalu lama, dan mutu barang yang tak sesuai antara contoh dan barang asli,” ungkapnya.

Baca Juga : Bunga Bank Masih Saja Tinggi padahal Bunga Acuan BI Turun Banyak, Ini Penyebabnya

Ke depan, pihaknya be­ren­­cana mengadakan lelang itu dengan menggunakan sis­tem daring (online), se­hing­­ga transaksi barang akan lebih mudah dan efi­si­en. Namun, sebelum itu, Dis­perindag akan mem­per­siapkan peralatan dan juga memberikan pelatihan ke­pa­da pedagang dan pen­jual.

“Kami tak ingin saat pin­dah ke online malah pe­mi­nat­nya makin turun. Ka­mi me­nginginkan semakin ba­nyak yang terlibat karena su­dah tak dibatasi lagi ruang dan wak­tu,” tuturnya. Ia me­nam­bahkan, yang per­lu men­­jadi catatan ada­lah pe­ning­katan mutu dan kua­litas ba­rang. “Jangan sam­pai pem­beli ke­cewa ka­re­na ba­rang yang ditam­pil­kan di on­line tak sesuai de­ngan asli­nya. Jadi, nanti se­mua ba­rang sudah harus SNI,” tu­tup­nya. (h/isr)

Baca Juga : Pukul 10.00 WIB: Rupiah Balik Melemah ke Rp Rp 14.295/US$

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]