Tersangkut Perkara Perdata

SPBE dan Kampus UBH Aia Pacah Disita


Kamis, 12 Mei 2016 - 05:35:20 WIB
SPBE dan Kampus UBH Aia Pacah Disita

PADANG, HALUAN — Pengadilan Negeri (PN) Padang melakukan pemancangan plang sita jaminan di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Energi (SPBE) Aia Pacah dan Kampus Universitas Bung Hatta (UBH) Aia Pacah, Padang, Rabu (11/5). Pemasangan plang ini merupakan tindak lanjut dari pene­tapan Ketua PN Padang, 31 Maret 2016, terkait perkara perdata 04/pdt.G/2016 PN.Pdg.

Pemasangan plang dipimpin Juru Sita PN Padang, Hendry. Berdasarkan pantauan Haluan di lokasi, proses pemancangan plang sita jaminan berlangsung tertib tanpa ada pihak yang berupaya untuk menghalang-halangi.

Baca Juga : Sebanyak 2.500 Pedagang Pasar di Kota Padang Divaksinasi

“Plang yang terpancang ini jangan dicabut selama perkara perdata masih berlangsung di pe­nga­dilan,” begitu pesan juru sita kepada petugas satuan pengamanan kampus UBH Aia Pacah yang berada di lokasi saat pemancangan plang dilakukan.

Dijelaskannya kepada Haluan, tindak lanjut atas penetapan Ketua PN untuk pemancangan plang di dua lokasi tersebut, dan satu lokasi lainnya yang belum dieksekusi, bertujuan agar selama perkara perdata masih berlangsung tidak terjadi proses perpindahan ta­ngan atas lahan tersebut.

Baca Juga : Hari Ini, Pedagang Pasar Raya Melakukan Vaksinasi

“Aktivitas di atas lahan tetap boleh berlangsung. Seperti di Kampus UBH, tetap boleh ber­langsung proses perkuliahan, begitupun di SPBE. Fungsi sita jaminan ini agar lahan yang sedang berperkara ini tidak pindah tangan. Selain itu, selama plang terpancang tidak boleh dicabut oleh siapapun juga,” ucap Hendri.

Setelah sita jaminan dilaku­kan, lanjutnya, pihak tergugat dalam perkara perdata akan diperiksa oleh pengadilan, biasa­nya tenggat pemeriksaan ber­lang­sung paling lama enam bulan setelah sita jaminan dilakukan.

Baca Juga : Jadwal Shalat untuk Kota Padang dan Sekitarnya Kamis 04 Maret 2021

“Untuk isi gugatannya saya tidak tahu pasti, saya hanya bertugas memimpin penyitaan jaminan di lapangan, detil isi gugatannya ada di pengadilan. Sedangkan untuk penggugatnya atas nama Lehar cs dengan ter­gugat Yayasan Pendidikan Bung Hatta, Soehinto Sadikin dan Hendriono,” tambahnya.

Kuasa Hukum Lehar Cs, Joni Su­dir­man, yang ikut men­dam­pingi eksekusi sita jaminan me­ngatakan bahwa ada tiga objek yang harus dilakukan sita jami­nan­nya, namun baru ditemukan dua objek, sehingga tahap perta­ma penyitaan dilakukan pada dua objek yang ditemukan saja.

Baca Juga : Ini Tanggapan Hendri Septa soal Siapa Wakil Walikota yang Mendampinginya

“Ada tiga tergugat dalam perkara perdata ini. Saya hanya mendampingi sebagai kuasa hu­kum penggugat, yaitu Lehar yang statusnya adalah mamak kepala waris dari kaum yang me­ng­gugat,” katanya.

Adapun tiga objek tanah yang disita jamin ini antara lain tanah seluas 2.203 M2 atas nama Yaya­san Pendidikan Bung Hatta, tanah seluas 5.810 M2 atas nama Soehinto Sadikin dan tanah seluas 13.780 M2 atas nama Hendriono. Belum jelas isi gu­gatan atas perkara ini karena saat dikonfirmasikan ke pihak penga­dilan, Humas PN Padang sedang tidak berada di tempat. (h/isq)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]