Abu Sayyaf Bebaskan 4 Sandera Lagi


Kamis, 12 Mei 2016 - 05:38:34 WIB
Abu Sayyaf Bebaskan 4 Sandera Lagi Presiden Joko Widodo (tengah), didampingi Menlu Retno Marsudi (kiri) dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, memberikan keterangan pers tentang pembebasan sandera, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/5). (ANTARA)

Kasus penyanderaan terhadap 14 Warga Negara Indonesia di Filipina oleh kelompok militan Abu Sayyaf, berakhir. Setelah membebaskan 10 sandera di tahap awal, empat sandera terakhir, Rabu kemarin dibebaskan.

JAKARTA, HALUAN — Em­pat Warga Negara Indonesia yang disandera kelompok Abu Sayyaf faksi Abden Ba­gade, akhirnya dibebaskan. Mereka telah disandera sejak pertengahan Maret lalu, sete­lah kapal yang mereka bawa dibajak kelompok bersenjata tersebut.

Baca Juga : Investasi Miras Justru Bebani Ekonomi Rp256 Triliun

Hingga tadi malam, ke­empat WNI tersebut telah menjalani pemeriksaan kese­hatan oleh otoritas Filipina. Tim Indonesia pun sudah mendampingi mereka. Kee­mpat WNI itu adalah M Ari­yanto Misnan, Lorens Mari­nus Petrus Rumawi, Dede Irfan Hilmi dan Samsir.

Perihal pembebasan ke­em­pat WNI tersebut, disam­paikan langsung Presiden Joko Widodo, saat mem­berikan keterangan pers, Rabu (11/5) di Istana Negara.

Baca Juga : Waduh! Jhoni Allen Bawa Nama Tuhan, Sebut SBY Bukan Pendiri Partai Demokrat!

“Alhamdulillah puji syu­kur kepada Allah SWT, akhi­rnya 4 WNI yang disan­dera kelompok bersenjata sejak 15 Maret 2016 sudah dapat dibe­baskan,” ujarnya didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Pembebasan ini, kata Pre­siden, merupakan hasil dari kerjasama yang baik antara pemerintah Indonesia dengan Filipina. “Pemerintah In­donesia berterima kasih kepada pemerintah Filipina yang mem­berikan kerjasama yang sangat baik dalam dua kali pembebasan WNI kita,” kata Presiden Jokowi.

Baca Juga : Kasus Baru Covid-19 RI Terus Melandai, Kabar Baik?

Ditambahkannya, empat WNI yang baru dibebaskan saat ini dalam kondisi baik. Mereka sudah berada di otoritas Filipina dan akan diserahkan ke Peme­rintah Indonesia.

Menurut Presiden, operasi pembebasan empat WNI ini merupakan hasil implementasi dari pertemuan trilateral antara Indonesia, Filipina dan Malaysia, yang digelar di Gedung Agung, Yogyakarta, Kamis (5/5) lalu.

Baca Juga : Kabut Asap Mulai Selimuti Meranti, Polisi Buru Pelaku Karhutla

Seperti diketahui, aksi pe­nyanderaan terhadap empat WNI itu terjadi pada pertengahan Maret lalu. Ketika itu, kapal tunda Henry dan kapal tongkang Cristi, dalam perjalanan kembali dari Cebu, Filipina, menuju Tarakan, Kalimantan.

Namun saat berada di perai­ran Filipina, kapal itu didatangi perompak dari kelompok Abu Sayyaf. Dalam peristiwa itu, satu orang anak buah kapal (ABK) tertembak, lima lainnya selamat dan empat orang diculik dan akhirnya disandera.

Satu ABK yang tertembak saat itu diselamatkan oleh Polisi Maritim Malaysia ke wilayah Malaysia. Meskipun mengalami luka tembak, ABK tersebut ke­tika itu masih dalam kondisi stabil. Sementara itu, lima ABK lain yang selamat ketika itu dibawa Polisi Maritim Malaysia ke Pelabuhan Lahat Datu, Ma­laysia.

Proses Berliku

Menurut informasi, proses pembebasan empat WNI ter­sebut tak berjalan mudah. Ada proses negosiasi yang panjang. Seperti saat pembebasan 10 WNI terdahulu, kali ini juga meng­gunakan bantuan tokoh yang dihormati di Filipina Selatan, Nur Misuari.

Juga beredar kabar yang me­nye­butkan ada juga uang ‘mahar’ yang dibayarkan sebagai ganti biaya hidup. Kabarnya, jum­lahnya lebih besar dari 10 WNI yang terdahulu. Untuk empat WNI tersebut, disebut-sebut di atas angka Rp20 miliar. Tapi, soal angka uang ini memang belum terkonfirmasi dari sumber resmi.

Saat mengumumkan Presi­den Jokowi tak menyebut soal tebusan, hanya menegaskan bah­wa pembebasan empat WNI atas koordinasi dengan pemerintah Filipina.

Sementara itu, Menlu Retno Marsudi, ketika dikonfirmasi tadi malam mengatakan, kempat WNI tersebut masih menjalani pemeriksaan kesehatan. Tim Indonesia saat ini mendampingi keempat korban sandera.

“Posisinya masih di otoritas Filipina tapi tim Indonesia di sana,” ujarnya.

Retno mengatakan posisi keempat korban sandera masih berada di Kepulauan Sulu. Selan­jutnya Indonesia akan menyusun rencana pemulangan para korban sandera ke Indonesia.

“Mereka dalam kondisi baik. Saat ini dilakukan pemeriksaan kesehatan dan dari Kemlu sudah melakukan komunikasi dengan keluarga sandera untuk menya­m­paikan mengenai masalah kon­disi kesehatan dan sudah bebas sehingga keluarga merasa te­nang,” jelasnya.

Sejak pagi kemarin, pihaknya terus melakukan komunikasi dengan pihak Filipina dan semua pihak yang terkait dalam upaya pembebasan. Selanjutnya, pem­bahasan akan berfokus pada pemulangan para sandera ke Indonesia.

“Jadi sekarang kita bahas kapan dan bagaimana pemula­nga­nnya. Akan kita lakukan secepatnya, tapi tidak malam ini,” ujarnya lagi. (hr/bbs, dtc, kom, sis)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]