Mewujudkan Masyarakat Pasaman yang Agamis


Jumat, 13 Mei 2016 - 03:23:50 WIB
Mewujudkan Masyarakat Pasaman yang Agamis

Sekarang ini umat Islam bisa dibilang sedang diuji. Hari kehari berbagai bentuk penyakit masyarakat (Pekat), baik judi, munuman beralkohol, narkoba, ganja terus merebak ke seluruh penjuru tanah air. Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah dalam memberantasnya, namun belum menghasilkan hasil yang maksimal.

Keadaan yang demikian, juga menjadi perhatian serius bagi pasangan Bu­pati-Wakil Bupati Pasaman H. Yusuf Lubis- Atos Pra­tama. Bagi pasangan ini, pemberantasan Penyakit Masyarakat (Pekat), men­jadi target utama dalam kepemimpinannya di ranah Pasaman saiyo. Ini tertuang dalam Visi peme­rintahan­nya lima tahun ke depan yakni Terwujudnya Masya­rakat Pasaman yang Sejah­tera, Agamis dan Ber­bu­daya.

Baca Juga : Senin Pagi, Bupati Andri Warman Memulai Aktivitas Kedinasan

Menurut Yusuf Lubis, untuk mewujudkan masya­rakat yang agamis, segala bentuk kegiatan yang ber­bau Penyakit Masyarakat (Pekat) harus ditindak te­gas dan setiap kegiatan keagaaman terus diga­lak­kan. Judi, minuman ber­alko­hol, narkoba, ganja dan lainnya tidak ada tempat di Pasaman.

“Setiap kegiatan kea­gamaan yang dilaksanakan mari kita ikuti bersama, karena hanya inilah yang untuk kita, baik untuk hi­dup di dunia, dan terlebih untuk mendapatkan ke­bahagiaan  kehidupan di akhrat  kelak,” kata Yusuf Lubis saat pertama kali mengikuti wirid pengajian ASN di Masjid Agung Al Muttaqin baru-baru ini. 

Baca Juga : Kembangkan Sektor Pariwisata, Bupati Andri Warman Lirik Tiga Kawasan Ini

Apa yang disampaikan bupati, mendapat sam­bu­tan antusias dari ASN Pemkab Pasaman, terbukti pada pengajian berikutnya, Masjid Agung penuh sesak dan sampai ke luar ruang masjid dipenuhi jemaah yang umumnya Pegawai Pemkab Pasaman.

 Jika ingin membangun suatu negeri, apalagi yang agamis, memang sudah seharusnya Pemerintah sebagai garda terdepan. Pemkab Pasaman harus serius mengaplikasikannya, kita berharap jangan hanya sekedar sebagai visi yang tertuang dalam kertas, na­mun kita tunggu aplikanya ditengah masyakarat.

Baca Juga : Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH Sambut Aspirasi Masyarakat Campago Barat

Namun, kita harus akui hingga hari ini sejak dilan­tik 17 Februari 2016 lalu, Bupati Yusuf Lubis tidak tanggung-tanggung dalam menindak lanjuti cita-cita­nya menjadikan masya­rakat Pasaman yang aga­mis.

Dimulai dari kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS), Bupati mene­gas­kan, tidak ada yang terlibat dengan segala bentuk Pe­nyakit Masyarakat. Jika terbukti tindakan tegas segera menyusul. Kegiatan wirid bulanan yang dimo­tori Sekretariat Daerah yakni setiap Jumat di ming­gu pertama dan jumat keti­ga setiap bulannya harus diikuti secara bersama-sama. Juga akan dibuat aturan setiap ada kegiatan rapat, 10 menit  menje­lang  waktu sholat masuk kegiatan rapat harus ber­henti, dan akan dilanjutkan setelah sholat dilaksa­na­kan.  “Karena panggilan Allah, lebih besar dari segala-galanya,” urai bu­pati.

Baca Juga : Agar Tepat Sasaran, Dinsos Pessel Mutakhirkan Data Fakir Miskin

Memang jika ingin me­wujudkan masyarakat yang agamis, diperlukan mem­perbaiki imannya ter­lebih dahulu, yaitu pandangan dan sikap hidup yang ber­landaskan  Alquran dan  sunnah Rasul. Jika tidak maka masyarakat yang aga­mis  hanyalah sebuah ma­syarakat yang hanya bisa dimimpikan tetapi tidak dapat direalisasikan.

Jika kita lihat ke bela­kang, upaya Pemkab Pa­saman saat ini untuk men­jadikan Pasaman sebagai masyarakat yang agamis, memang sudah saatnya. Ibarat sebuah bangunan, pondasi menuju masya­rakat yang agamis sudah tertanam kokoh, tinggal bagaimana tindak lanjut­nya. Kita masih ingat saat kepemimpinan bupati Ba­ha­ruddin, beliau berhasil membuat Peraturan Dae­rah Kabupaten Pasaman Nomor :22 Tahun 2003 tentang Berpakaian Mus­lim dan Muslimah bagi Siswa, Mahasiswa dan Kar­ya­wanAturan tersebut sangat berperan dalam membentuk kepribagian seorang muslim dan mus­limah di Pasaman. Dapat kita lihat sekarang  ketika ada keramaian, hanya sedikit kaum wanita, yang tidak mengenakan jilbab di Pasaman. Begitu juga bagi siswa/siswi/mahasiswa dan pegawai Pemkab Pasaman semua dengan anggun me­nge­nakan pakaian muslim dan muslimahnya.

Pasaman, hari ini jika kita perhatikan dari sudut kepedulian masyarakatnya terhadap kegiatan keaga­maan, sangat tinggi sekali. Seperti kegiatan wirid yasin yang dinamai Rabithan Wirid Yasin. Yakni kum­pulan wirid yasin se Kabu­paten Pasaman dan telah berdiri lebih 10 tahun.  Wirid ini diikuti belasan ribu kaum ibu dari berbagai pelosok dalam Kabupaten tersebut dan masih aktif mengadakan wirid pe­nga­jian 1 kali dalam sebulan secara bergiliran pada ber­bagai tempat dalam Pa­saman .

Begitu juga dengan di sekolah- sekolah kegiatan pengajian dengan men­dengarkan ceramah agama setiap jumat selalu dilak­sanakan. Dengan tujuan menanamkan ilmu agama bagi anak sejak dini, se­hingga ketika beliau meng­injak dewasa sudah punya bekal ilmu agama.

Namun saat ini juga dapat kita saksikan ke­nakalan diusia remaja kian hari semakin meng­kha­watirkan. Meneguk mi­numan keras bukan lagi sebagai minuman yang me­nakutkan dan haram bagi mereka, namun sudah men­­jadi minuman biasa. Coba kita lihat setiap ada hiburan malam, seperti orgen tunggul, banyak dian­tara anak muda yang menikmati minuman ini, bahkan narkoba.(*)

 

Laporan: WELINA

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]