Bahan Baku Langka

Pengusaha Kota Solok Nyaris Gulung Tikar


Jumat, 13 Mei 2016 - 03:32:08 WIB
Pengusaha Kota Solok Nyaris Gulung Tikar Ketua KTNA Tanjung Harapan, Rita memberi arahan dihadapan anggota kelompok tani penerima bantuan dana untuk sektor pertanianr, Rabu (11/5). (ALFIAN)

SOLOK, HALUAN — Leni, seorang pengusaha karak kaliang 88 di Destamar Am­pang Kualo, Kelurahan Kam­pung Jawa, Kecamatan Tan­jung Harapan, Kota Solok mulai terpukul akan kelan­jutan usahanya lantaran terba­tasnya pasokan bahan baku berupa ubi kayu dari sentra-sentra produksi,

Tiap minggu itu, Leni membutuhkan 1,5 ton ubi kayu, namun jumlah tersebut tidak pernah terealisasi kare­na tidak adanya ubi kayu yang diproduksi di Kota/Kabu­paten Solok, untuk memenuhi kebutuhan ubi kayu, Leni harus bertandang ke Kabu­paten Padang Pariaman dan Sijunjung.

Baca Juga : Mantap! PNS di Agam Tanam Tomat Impor dengan Sistem Hidroponik

“Saya betul-betul ter­he­nyuh akibat terbatasnya bahan baku ubi kayu untuk mem­produksi karang kaliang kare­na di Kota Solok, produksi ubi kayu tidak ada, kalaupun ada hanya hitungan karung dan diusahakan petani dalam ska­la kecil. Pada hal ad 2 buah industri rumah tangga yang membutuhkan ubi kayu, te­rang Leni pada Haluan di lokasi usahanya.

Usaha karak kaliang Leni yang dirintis sejak tahun 1990 lalu memang memperlihatkan omset yang baik, perkem­bangan dari minggu ke ming­gu cukup baik ditandai ba­nyak­nya permintaan, permin­taan bukan hanya untuk ke­butuhan di Kota Solok mela­in­kan datang dari Bukittinggi, Pariaman dan Padang. Hanya saja dalam beberapa hari terakhir ini, Leni tidak mam­pu memenuhi permintaan relasinya lantaran keterba­tasan bahan baku.

Baca Juga : Leonardy Harmainy Diskusikan Persoalan Layanan Komunikasi dan Internet dengan Masyarakat Tandikek Barat

Di Kota Solok ada 2 kepa­la keluarga yang mengusa­hakan home industri karang kaliang, ke 2 pengusaha kecil itu mengeluhkan langkanya bahan baku ubi kayu, memang banyak ubi kayu, namun tidak semua ubi kayu yang bisa dijadikan untuk bahan karak kaliang, ada ubi kayu yang kadar airnya tinggi tidak bisa dijadikan bahan baku karena berpengaruh pada rasa nan­tinya.

Oleh karenanya Leni ber­harap Pemerintah Kota Solok bisa mencarikan jalan keluar untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, jika bahan baku datangnya tersendat-sendat sudah jelas mempengruhi pada produksi karak kaliang yang bermuara larinya relasi Leni pada pengusaha lain. Pada hal untuk merintis ker­jasama tidak gampang dan butuh kesabaran. (h/alf)

Baca Juga : SDG’S Desa Dikupas Leonardy di Tandikek Barat

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]