Layanan Data Picu Pertumbuhan Indosat Ooredoo


Jumat, 13 Mei 2016 - 03:47:57 WIB
Layanan Data Picu Pertumbuhan Indosat Ooredoo

JAKARTA, HALUAN — PT Indosat (Indosat Ooredoo) mengawali 2016 dengan pertumbuhan kuat yang dipicu oleh layanan data. Pertumbuhan trafik data awal tahun ini sebesar 52,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Perusahaan itu mencatat pertumbuhan untuk pen­da­patan sebesar 11,8 persen terhadap periode yang sama tahun sebelumnya, dengan membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp6,8 triliun untuk triwulan pertama 2016.

Baca Juga : Investasi Bodong dan Pinjol Ilegal Marak, Satgas Waspada Investasi Ajak Masyarakat Bijak

Pertumbuhan pendapatan ini didukung oleh pendapatan seluler yang meningkat sebe­sar 15,8 persen pada triwulan pertama 2016, utamanya dise­b­abkan peningkatan penda­patan Data, SMS, Telepon dan VAS yang diimbangi de­ngan penurunan dari pen­da­patan interkoneksi. Jumlah pelanggan seluler pada akhir triwulan pertama 2016 menca­pai 69,8 juta pelang­gan, me­ningkat 3,3 juta pelanggan dibandingkan triwulan per­tama 2015 karena kampanye akuisisi yang agresif setelah persepsi kualitas jaringan meningkat. Penambahan pe­lang­gan utamanya didominasi oleh pengguna data.

Selain itu, EBITDA juga tumbuh 13,7 persen menjadi Rp2,9 triliun (TW1 2015: Rp2,6 triliun), dengan marjin EBITDA sebesar 43,5 persen. Beban mengalami pening­katan sebesar 6,7 persen men­jadi Rp5,9 triliun (TW1 2015: Rp5,6 triliun). Pendapatan seluler, data tetap (MIDI) dan telepon tetap masing-masing memberikan kontribusi sebe­sar 82 persen, 14 persen, dan 4 persen terhadap pen­dapatan konsolidasian Perusahaan.

Baca Juga : Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj  Diangkat jadi Komut PT KAI

Alexander Rusli, Presi­dent Di­rector and CEO Indo­sat da­lam siaran pers yang di­te­ri­ma Haluan, Rabu (11/5), me­nga­takan, setelah m­e­la­­lui 2015 dengan hasil yang sa­ngat ba­ik, pihaknya sangat op­ti­mis­tis dengan pencapaian pa­da 2016 yang mulai terlihat da­­lam triwulan pertama ini. Wa­laupun industri pada tri­wu­­lan pertama ini secara mu­si­­man se­dikit melemah, na­mun hal ini tidak mele­mah­kan se­ma­ngat pihaknya un­tuk te­tap men­jadi yang terbaik. Pi­hak­nya akan jalan­kan stra­te­gi dengan segenap kekuatan un­tuk meme­nang­kan pertem­pu­ran.

Khusus Pendapatan Data Tetap (MIDI) meningkat se­be­sar 1,0 persen dibandingkan triwulan pertama 2015, uta­manya disebabkan adanya peningkatan kapasitas fixed internet. Pendapatan Telepon Tetap (Telekomunikasi Tetap) turun sebesar 21,4 persen dibandingkan triwulan perta­ma 2015 yang disebabkan turunnya trafik dan menguat­nya nilai tukar rupiah terha­dap dólar AS.

Baca Juga : Miliki 10 Ribu Ton, Bulog Sumbar Jamin Stok Beras Aman

Hutang perusahaan

Per 31 Maret 2016, total hu­tang Indosat naik sebesar 4,8 persen dibandingkan de­ngan 31 Maret 2015. Pem­ba­ya­ran yang dilakukan dalam ta­hun tersebut adalah pem­ba­yaran cicilan Pinjaman SEK Tran­che A, B, dan C sebesar USD45,0 juta, cicilan Pin­ja­man HSBC Coface dan Si­no­su­re sebesar USD20,1 juta, ci­cilan Pinjaman Komersial 9 ta­hun dari HSBC sebesar USD­4,1 juta, percepatan pe­lu­­nasan GN 2020 sebesar USD­650 juta, pelunasan Obli­ga­si VI seri B sebesar Rp320,0 mi­liar, pembayaran fasilitas RCF­ BSMI sebesar Rp250 mi­li­ar, pembayaran fasilitas kre­dit investasi BCA sebesar Rp­100,0 miliar dan pem­ba­ya­ran pinjaman dari kepen­tingan non-pengendali APE** sebe­sar Rp15,75 mi­liar. Penam­ba­han hutang se­pan­jang 31 Ma­ret 2015 sam­pai 31 Maret 2016 adalah penarikan fasili­tas RCF BCA sebesar Rp­1.600,0 miliar, penarikan fasi­litas RCF BNI sebesar Rp­600,0 miliar,  penarikan fasi­litas RCF BTMU sebesar Rp­250,0 miliar, penarikan fasi­litas RCF BNPP sebesar Rp­50,0 miliar, penerbitan Obli­gasi Berkelanjutan Indosat I Tahap II sebesar Rp2,68 tri­liun, penerbitan Sukuk Ijarah Berkelanjutan Indosat I Tahap II sebesar Rp416,0 miliar, penerbitan Obligasi Ber­ke­lanjutan Indosat I Tahap III sebesar Rp794,0 miliar, pe­ner­bitan Sukuk Ijarah Berke­lanjutan Indosat I Tahap III sebesar Rp106,0 miliar, USD RCF Mizuho sebesar USD­30,0 juta, USD RCF DBS sebesar USD50,0 juta serta USD RCF ANZ sebesar USD­100,0 juta. (h/rel)

Baca Juga : Dinas Peternakan Sumbar Pastikan Stok Daging Sapi Surplus Sampai Lebaran

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]