Bangun Packing Plant di Bengkulu

Semen Padang Targetkan Peningkatan Penjualan


Jumat, 13 Mei 2016 - 03:48:35 WIB
Semen Padang Targetkan Peningkatan Penjualan

PADANG, HALUAN — PT Semen Padang segera membangun packing plant di Bengkulu untuk menambah kekuatan pemasaran di provinsi tersebut dan daerah sekitarnya. Menurut rencana, pembangunan dimulai Q3 tahun ini dan dijadwalkan selesai Q3 tahun depan.

“Alhamdulillah, pada RU­PS kemarin hasil kinerja kami menggembirakan, se­hingga pemegang saham men­dukung program kami. Pada kuartal pertama tahun ini, kami mencapai pertumbuhan laba sekitar 46 persen atau mencapai Rp178,9 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp­137,5 miliar. Pertumbuhan ini juga tak lepas dari efisiensi yang kami lakukan,” ujar Direktur Utama PT Semen Padang, Benny Wendry ter­kait langkah strategis PT Semen Padang ke depan usai pelaksanaan RUPS PT Se­men Padang Tahun Buku 2015 di Jakarta, Rabu (11/5).

Baca Juga : Diskon PPnBM Menggiurkan, Apakah Ini saatnya Beli Mobil?

Direktur Keuangan Tri Hartono Rianto menam­bah­kan, terkait laba dan efisiensi, PTSP terus melakukan upaya efisiensi di semua bidang sehingga bisa mendorong provit lebih tinggi lagi. Peng­hematan dilakukan pada pe­ngurangan biaya program sekitar Rp87 miliar dan peng­hematan biaya program Rp 10 miliar atau lebih kurang se­kitar Rp100 miliar.

“Gunanya untuk men­dorong mendukung pema­saran bisa bersaing lebih baik lagi. Penghematan, misalnya biaya rapat yang selama ini cukup besar ke Jakarta seka­rang menggunakan V-Con (vidio cenference). Kemudian untuk biaya lembur dan seba­gainya,” jelasnya.

Baca Juga : Bank Nagari Luncurkan QRIS Puskesmas dan Serahkan CSR Berupa Dua Unit Mobil untuk Pelayanan Kesehatan  di Padang

Terkait peningkatan pen­jualan di Bengkulu, Benny didampingi Direktur Ke­uangan, Tri Hartono Rianto, Direktur Komersial Pudjo Suseno dan Direktur Pro­duksi, Indrieffouny Indra, Kepala Departemen Pema­saran Bernas Azari, Kepala Departemen KSU, Ampri Satyawan dan Kepala Biro Humas, Iskandar Z. Lubis menambahkan, Semen Pa­dang sudah menyampaikan pem­bangunan packing plant Beng­kulu tersebut ke group dan tinggal menunggu per­se­tu­­juan.

“Sekarang yang sedang dibahas untuk pelabuhan de­ngan PT Pelindo. Apakah ka­mi yang membangun, atau Pelindo yang membangun. Kami kontrak dengan mereka karena di Bengkulu kami memakai pelabuhan di sana yang dikelola Pelindo, sama seperti di Teluk Bayur,” jelas Benny.

Baca Juga : Asal Diperlakukan Manusiawi, Pedagang Dukung Pembangunan Pasar Induk

Menurutnya, pem­ba­ngu­nan packing plant Beng­kulu dengan kapasitas produksi ditargetkan 300.000 ton per tahun itu untuk me­ning­katkan penjualan Semen Pa­dang di provinsi tetangga tersebut, seiring hasil positif penjualan Semen Padang di kawasan Sumatera. Packing plant Bengkulu akan menam­bah kekuatan pasar semen di kawasan Sumatera karena sebelumnya pabrik pe­ngan­tongan itu sudah berdiri di Aceh, Sumut, Lampung, Ja­karta, Banten dan Cement Mill di Dumai.

Direktur Pemasaran, Pud­jo Suseno menambahkan, meskipun pasar semen saat ini lesu, namun untuk wila­yah Sumatera berdasarkan data asosiasi industri semen nasional, pangsa pasar Semen Padang meningkat 3,11 per­sen. Ke depan ia optimistis penjualan dapat terus diting­katkan dengan meningkatkan kualitas produk serta pem­bangunan proyek insfra­truk­tur seperti jalan tol.

Baca Juga : Rupiah Ditutup Menguat Lawan Dolar AS Rabu Sore

Sementara itu, Direktur Produksi Indrieffouny Indra menambahkan, sebagai direk­si baru yang dipercaya mena­ngani produksi tetap melan­jutkan program-program yang sudah dilaksanakan oleh di­rek­tur produksi sebelumnya.

“Namun pada prinsipnya yang terpenting saat ini adalah mendukung pemasaran, me­ngefisienkan biaya produksi sehingga bisa meraih ke­untu­ngan lebih besar. Apalagi, saat ini produk semen cukup ba­nyak sehingga tidak saja me­nun­tut persaingan kualitas, namun juga perang harga,” paparnya.

Biaya Indarung VI naik jadi Rp4 triliun

Sementara itu, pada pro­yek pembangunan Indarung VI terjadi revisi pembiayaan yang sebelumnya Rp3,8 tri­liun naik menjadi Rp4 triliun. “Kami sudah mengajukan revisi biaya ini dan sudah disetujui pemegang saham. Kenaikan terjadi karena kurs S$ Dollar dan beban biaya pe­kerjaan,” jelas Benny Wen­dry.

Tri Hartono Rianto me­nam­bahkan, meskipun terjadi kenaikan, namun pembiyaan proyek Indarung VI berjalan lancar. Biaya yang digunakan tetap mengacu efisiensi yaitu mengutamakan dana sendiri dan dana group (holding) dalam hal ini Semen Indo­nesia Group.

“Sebenarnya untuk Inda­rung VI ini kita punya dana siap, yaitu dana kredit inves­tasi sebesar Rp1,9 triliun. Sementara yang baru dipakai sekitar Rp 300 miliar. Jumlah kredit terpakai cukup kecil, karena dalam pembangunan Indarung VI lebih me­ngu­tamakan dana sendiri dan group,” jelasnya.

Harapannya, sampai akhir proyek selesai dana kredit investasi itu tidak terpakai semua, melainkan cukup sekitar Rp 1 sampai Rp1,2 triliun saja. Sisanya bisa diper­gunakan untuk program stra­tegis lain untuk mendukung pemasaran.

Pabrik Indarung VI ter­sebut ditargetkan selesai se­suai rencana yaitu Q3 tahun ini dan uji coba produksi (commissioning) pada Q4. Hanya saja pada RUPS lalu yaitu terjadi perubahan biaya dari Rp3,8 Triliun menjadi Rp4 triliun. Perubahan terja­di karena kurs Dolar AS naik dan beban biaya pekerjaan. (h/vid)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]