Membuat Sumbar Demam Pariwisata


Jumat, 13 Mei 2016 - 03:49:57 WIB
Membuat Sumbar Demam Pariwisata

Dalam Kamus Besar Bahasa In­donesia (KBBI) ada dua pengertian demam. Pertama untuk orang yang sakit karena panas badannya lebih tinggi daripada biasanya. Kedua, pengertian demam karena tergila-gila. Mareka tergila-gila dengan pariwisata.

Pemerintah dan pelaku pariwisata memang harus membuat banyak orang demam pariwisata agar pariwisata ini menjadi bagian dari hidup mereka.  Adanya diskusi-diskusi di tengah masya­rakat, baik di lapau-lapau, di kantor dan dimana saja tentang pariwisata merupakan hal yang po­sitif. Semakin banyak orang yang berbi­cara tentang pariwisata tentunya akan se­ma­kin membawa perbaikan terhadap pa­ri­wi­sata.

Baca Juga : SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam siswa Perlu Ditinjau Ulang

Sasaran akhir kita membuat masyarakat Sumatera Barat paham tentang pariwisata. Kalau sudah paham akan datang kesadaran bagaimana pariwisata itu dikelola.  Pari­wisata tidak tak cukup hanya mengandalkan keindahan alam, makanan yang disuguhkan enak, budaya yang menarik dan sebagainya. Pengunjung butuh pelaya­nan yang memuas­kan dan rasa aman.

Orang yang sadar wisata akan tahu apa yang harus mereka lakukan untuk me­nyam­but kunjungan wisata. Tukang parkir, pe­ngusaha rumah makan, sopir, pedagang cen­dera mata dan seba­gainya kalau sudah pa­ham dan sadar wisata kita yakin kun­ju­ngan wisatawan ke Sumatera Barat akan ber­jubel.

Baca Juga : Jangan Ikuti! Iblis Penebar Hoaks Pertama

Kita tak ingin lagi mendengar ada tamu yang kena pakuak ketika membayar makan. Main pakuak hanya untung sesaat. Orang yang kena pakuak akan merasa kapok dan tak akan kembali lagi. 

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan beberapa kabupaten dan kota mulai gencar membangun pariwisata seperti Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Bukittinggi, Sawah­lunto dan lainnya. Hasilnya setahap demi setahap mulai dirasakan.

Baca Juga : Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam

Saat ini, kawasan Mandeh mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal dan nusantara. Sejumlah kelompok dan reunian sekolah dilaksanakan di kawasan Mandeh. Semen­tara Kota Bukittinggi setiap libur disesaki pengunjung. Perbaikan pelayanan juga sudah dilakukan di kota yang lebih duluan berjuluk kota wisata ini.

Keluhan pengunjung yang menyebut ada main pakuak harga makanan di Bukittinggi diatasi dengan mencantumkan daftar harga.  Kalau sudah tahu harganya, kemudian orang tetap membelinya, itu pilihan  mere­ka. Kalau sudah pilihan tak perlu lagi ngoceh menyebut mahal.    

Baca Juga : Prabowo dan Habib Rizieq

Begitu juga Kota Padang, pantai Padang yang dulunya semrawut sekarang sudah ber­sih dan tertata dengan baik. Dampaknya, ju­ga sangat besar. Jumlah kunjungan ke Pan­tai Padang meningkat. Bisa disaksikan se­tiap sore pantai ini ramai. Orang berke­luar­ga tak segan lagi mambawa anak-anak me­re­ka ke pantai, karena tak ada lagi payung ce­­per. Pengun­jung juga mulai merasa nya­man.

Demam pariwisata sudah mulai kita rasakan. Sedikit hari libur saja, orang sudah heboh. Ini menunjukkan bahwa liburan atau wisata sudah bergerak dari kebutuhan tersier menjadi kebutuhan sekunder, bah­kan ada yang sudah masuk ke pintu kebu­tuhan pokok.

Jika konsep sadar wisata dan sapta pesona bisa kita realisasikan, maka Sumbar akan meraup keuntungan besar dari sektor pariwisata ini. Tentunya dengan tetap membangun dan menumbuhkembangkan potensi pariwisata itu sendiri. ***

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 09 Februari 2021 - 14:07:37 WIB

    SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam siswa Perlu Ditinjau Ulang

    SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam  siswa Perlu Ditinjau Ulang Ternyata persoalan pemakaian jilbab bagi siswi Non Muslim di SMKN 2 Padang,  belum berakhir. Pemberitaannya hiruk pikuk dan viral  diperbincangkan secara nasional dalam dunia pendidikan. Sampai Mendikbud terpancing angkat b.
  • Kamis, 04 Februari 2021 - 14:45:37 WIB

    Jangan Ikuti! Iblis Penebar Hoaks Pertama

    Jangan Ikuti!  Iblis Penebar Hoaks Pertama Kita barangkali akrab dengan cerita Nabi Adam ‘alaihissalam diciptakan oleh Allah SWT sebagai khalifah. Melalui anugerah ilmu, Allah memuliakan Nabi Adam di atas malaikat dan iblis..
  • Senin, 01 Februari 2021 - 16:58:52 WIB

    Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam

    Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam Syekh Muhammad Djamil Djambek adalah ulama pelopor pembaruan Islam dari Sumatra Barat awal abad ke-20, dilahirkan pada tahun 1860 di Bukittinggi, terkenal sebagai ahli ilmu falak terkemuka..
  • Senin, 04 Januari 2021 - 09:37:20 WIB

    Prabowo dan Habib Rizieq

    Prabowo dan Habib Rizieq Partai Gerindra sungguh seperti berkayuh di antara dua karang dalam bersikap terhadap kasus yang dialami Habib Rizieq Sihab (HRS), Ormas dan pengikutnya sekarang ini. .
  • Kamis, 31 Desember 2020 - 20:46:02 WIB

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam TAHUN 2020 segera akan berakhir. Tahun 2021 segera akan tiba. "Selamat tinggal tahun 2020. Selamat tinggal tahun kelam. Selamat tinggal tahun yang penuh dengan kepahitan hidup. .
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]