Sisi Lain Perampokan di Muara Kalaban

Kapolres Langsung Menginterogasi Pelaku


Jumat, 13 Mei 2016 - 04:39:41 WIB
Kapolres Langsung Menginterogasi Pelaku Ka­polres Sa­wah­lunto, AKBP. Djoko Ananto, SIK.

SAWAHLUNTO, HA­LUAN — Kasus pe­rampokan nasa­bah Bank Syariah Mandiri Muara Ke­­laban Sa­wah­lun­to, yang me­li­bat­kan tiga oknum ke­po­li­sian, Senin (9/5) lalu, mem­be­rikan bekas ter­sen­diri, bagi Ka­polres Sa­wah­lunto, AKBP. Djoko Ananto, SIK. 

Kejadian itu ti­dak hanya menyita banyak tenaga, namun juga menguras p­i­kiran Djoko Ananto yang akan mengakhiri masa ja­ba­tannya di Polresta Sawahlunto, akhir pekan ini, dalam me­ngung­kap pelaku perampokan yang meng­gu­nakan senjata api tersebut.

Baca Juga : Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 di Sumbar Mencapai 94,04 %

“Lelah memang, sebab pe­nga­kuan tersangka terbilang sangat sulit untuk didapatkan,” ujar pria yang akan me­ngem­ban amanah sebagai Kapolres Pasaman Barat itu, di hadapan para wartawan, Rabu (11/5) malam.

Titik terang sendiri, lanjut Djoko Ananto, baru dida­pat­kan ketika ayah satu anak itu terjun langsung melakukan interogasi terhadap dua pelaku dari oknum kepolisian tersebut.

Baca Juga : Kasus Positif Corona di Sumbar Bertambah 87 Kasus

Dengan pengalaman yang dimilikinya, dalam hitungan tidak lebih dari tiga menit, Djoko Ananto bisa men­da­patkan pengakuan dari para pelaku. Pengakuan itu menjadi titik terang dalam pe­ngung­kapan dua kawanan pelaku perampokan lainnya.

Ketika berbagi informasi dengan wartawan di kawasan Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto, Djoko Ananto mengaku sangat lega. Apalagi, pelaku terakhir yang ditengarai se­bagai eksekutor pe­rampokan juga ber­hasil diringkus.

Baca Juga : Besok Dilantik, Gubernur Sumbar Terpilih Mahyeldi Jalani Swab Test di RS Bunda Jakarta

Secara garis be­sar, ungkapnya, jaja­ran kepolisian ‘Ko­ta Arang’ sangat ti­dak menyangka, de­ngan kejadian yang berlangsung sangat cepat itu. Apalagi, ketika itu kepolisian juga tengah berkonsentrasi atas penemuan mayat yang juga terjadi di Muara Kelaban Sa­wahlunto.

Meski perampokan di Mua­ra Kelaban melibatkan tiga oknum kepolisian, namun ujar Djoko Ananto, pelayanan kepolisian terhadap ma­sya­rakat akan terus dilakukan dengan baik.

Baca Juga : Pesan Ketua DPRD Sumbar untuk Mahyeldi-Audy, Lanjutkan Pembangunan Jalan Tol Padang-Pekanbaru

“Pelayanan masyarakat dari kepolisian tetap akan berjalan, dan tidak akan terganggu de­ngan kejadian ini. Sebab, tugas ke­polisian tetaplah mem­be­rikan pengayoman dan per­lin­dungan terhadap masyarakat,” ujar Djoko yang didamping Waka Polres dan beberapa Kasat Polresta Sawahlunto.

Meski kesuksesan pe­ngung­kapan aksi perampokan bersenjata api itu berujung rasa kecewa baik oleh masyarakat maupun kepolisian sendiri, namun Djoko meyakini, se­mangat polisi dalam me­ngung­kap kasus kriminal terbilang sangat tinggi.

Selain proses penangkapan pelaku yang terbilang cepat, pe­ngung­kapan kasus pe­rampokan bersenjata api ini, secara tidak langsung mengungkapkan, bahwa kepolisian tidak tebang pilih dalam menangani pelaku tindak kriminalitas, baik umum maupun aparat, akan tetap ditindak secara tegas.

Walau tidak menjelaskan secara rinci, Djoko Ananto me­ngakui, permasalahan eko­nomi dan gaya hidup menjadi salah satu pendorong terjadinya tindak kriminal yang me­li­bat­kan oknum jajarannya tersebut.

“Saya menghimbau, baik diri saya sendiri dan seluruh jajaran kepolisian yang saya pimpin untuk menerapkan hidup sederhana dan men­syukuri apa yang menjadi hak diri sendiri,” pungkasnya.

Yang tidak kalah pen­ting­nya, Djoko Ananto juga beren­cana mengajukan warga ma­syarakat yang turut berperan dalam penangkapan pelaku perampokan, ke Polda Sum­bar, untuk diberikan peng­hargaan.

Djoko Ananto juga me­ng­apresiasi warga ma­syarakat, yang mau dan memiliki kebe­ranian dalam mengikuti para pelaku kejahatan. Sumbangsih yang diberikan masyarakat bernama Jeri itu, memberikan kemudahan bagi polisi dalam menangkap pelaku.

Djoko Ananto sendiri me­mimpin Polresta Sa­wahlunto selama satu tahun 4 bulan. Dirinya akan digantikan AKBP. Riyadi Nugroho, yang sebelumnya menjabat Ka­bag­dalpresro SDM Polda Sumbar.

Diawali dengan menangani kelanjutan kasus ledakan tam­bang batu bara, Djoko Ananto menutup masa jabatannya di Kota Sawahlunto dengan pe­ngung­kapan kasus pe­rampokan yang melibatkan oknum polisi di jajarannya.(h/dil)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]