Perampokan Libatkan Oknum Polri

Kapolda Bangga Sekaligus Kecewa


Jumat, 13 Mei 2016 - 04:51:38 WIB
Kapolda Bangga Sekaligus Kecewa Kapolda Sumbar Brigjen Pol. Drs. Basarudin, S.H., M.H.

PADANG, HALUAN — Kapolda Sumbar Brigjend Pol Drs Basarudin mengaku bangga sekaligus kecewa pascaterungkapnya kasus perampokan di Muaro Kalaban, Kota Sawahlunto yang melibatkan tiga oknum Polri sekaligus. Ketiga pelaku yang oknum, masing-masing Bripka MP, RI, dan  YU kini masih mendekam di tahanan Polda Sumbar bersama seorang pelaku lain, “R” yang bersatus warga sipil.

Hal itu dikatakan Kapolda Sumbar  kepada Haluan, usai menghadiri HUT Bhayangkari di Gedung Tuah Sakato, Kamis (12/5).

Baca Juga : Mahyeldi Naik Jadi Gubernur Sumbar, Siapa Pengganti Wali Kota Padang?

Mantan ajudan Wakil Presiden Boediono ini menyebutkan, ia bangga dengan jajarannya yang berhasil mengungkap kasus perampokan ini dalam waktu singkat. Ini, kata Basarudin lagi, menunjukkan instrument tanggap laporan kriminal berjalan baik.

“Koordinasi antar jajaran ber­jalan dengan sangat baik. Begitu laporan diterima dari warga, koor­dinasi antar wilayah sekitar lang­sung dibangun. Ini dapat mem­persempit ruang gerak pelaku, sehingga laporan bisa ditindak­lanjuti dengan baik,”kata jenderal bintang satu ini yang pernah jadi Wakapolda Sumatera Utara itu.

Baca Juga : Jadwal Shalat untuk Kota Padang dan Sekitarnya Jumat 26 Februari 2021

Namun, rasa bangganya itu langsung justru diiringi dengan rasa kecewa, begitu mendapat laporan bahwa pelaku peram­pokan itu adalah anggotanya. Tak ayal, perintah untuk pemrosesan hukum perkara yang melibatkan tiga oknum Polri tersebut digeser ke Polda Sumbar.

“Aduh, saya kecewa dengan adanya keterlibatan tiga anggota Polri dalam peristiwa ini. Jelas ini menjadi catatan kami. Secara internal, saya minta pimpinan wilayah dan satuan untuk me­mantau lebih perkembangan anggotanya sehingga bisa melihat gejala-gejala yang menjadi benih tindak kriminal,”katanya.

Baca Juga : Sosok Pengusaha Batu Bara Perempuan Asal Sumbar, Mulai Bisnis dari Umur 18 Tahun

Soal pemeriksaan para ter­sangka, Basarudin enggan me­ngungkap detail, termasuk ke­mung­kinan keterlibatan oknum polri tersebut pada sejumlah aksi peram­pokan dengan senjata api. “”Belum, belum. Mereka masih kami periksa untuk didala­mi,” kata Kapolda lagi.

Karenanya, untuk  me­ngan­tisi­pasi meningkatnya tindak pidana pencurian dengan kekera­san alias rampok, ia memerin­tahkan jajarannya untuk meng­giat­kan razia, apalagi jelang ma­suknya Ramadan dan Idul Fitri.

Baca Juga : Wujudkan GCG, Perumda AM Kota Padang Kunjungi BPKP Sumbar

“Kami tengah menyiapkan operasi cipta kondisi untuk selu­ruh unsure, mulai dari Reserse hingga Lalu lintas. Dalam waktu dekat, akan dilaksanakan operasi patuh oleh jajaran Lalu Lintas, diiringi operasi lainnya,”kata Basarudin menjelaskan soal antisipasi yang akan mereka lakukan.

Soal Operasi Patuh, Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar Kom­bes Pol Eddy Djunaidi SIK ke­pada Haluan menyebutkan pihaknya akan melibatkan 750 personil lalu lintas dari seluruh jajaran, mulai dari Ditlantas sendiri hingga jajaran Satlantas di Polres-polres se Polda Sumbar.

“Operasi Patuh merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilakukan jajaran Lalu Lintas. Rencananya, akan mulai digelar 16-29 Mei 2016 dengan prioritas penegakkan hukum,”kata Eddy.

Operasi Patuh 2016 merupa­kan operasi terpusat. Tujuan Operasi Patuh 2016 yang juga terkait dengan operasi cipta kondisi yang dicanangkan Kapol­da, terciptanya situasi lalu lintas yang aman, tertib dan lancar pada lokasi rawan kecelakaan, pelang­garan dan kemacetan serta untuk meningkatnya ketertiban dan kepatuhan serta disiplin masya­rakat dalam berlalu lintas.

Sasaran operasi segala bentuk potensi gangguan lalu lintas terutama mengenai Infrastuktur Jalan dan pamantauan survei jalan. Sehingga bisa mengkor­dinasikan dengan instanti terkait tentang infrastuktur jalan yaang mengakibatkan terjadinya kece­lakaan lalu lintas.

Candaan

Dari Sawahlunto dilaporkan Kapolres setempat, AKBP Djo­ko Ananto menyebutkan, peris­tiwa perampokan ini justru di­awa­li dengan candaan salah satu pelaku kepada rekan-rekannya.

“Dari keterangan Bripka MP di hadapan penyidik Polres Sawahlunto sebelum berkasnya dilimpahkan ke pihak Polda Sumbar, peristiwa itu diawali saat ia melemparkan candaan ke Brigadir RI untuk melakukan perampokan terhadap korban Silvia Antika dua hari sebelum kejadian,” kata Djoko.

Candaan tersebut ditanggapi serius oleh RI dan YU saat mereka sedang tugas piket siaga selaku anggota Polsek Muaro Kalaban.  Keesokan harinya, mereka pun mulai memantau pergera­kan korban serta mem­pelajari situasi tempat kejadian perkara keja­hatan itu berlang­sung, yakni di halaman parkir Kantor Cabang Pembantu Bank Syariah Mandiri Muaro Kalaban. (h/mat)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]