Dirut RSUD Dr.Rasidin Herlin Sri Diani

Masak Cumi Saos Tomat


Sabtu, 14 Mei 2016 - 01:49:21 WIB
Masak Cumi Saos Tomat Dirut RSUD Dr.Rasidin Herlin Sri Diani.

Tanpa keseimbangan, kehidupan akan menjadi kacau, termasuk kehidupan rumah tangga. Tanpa adanya keseim­bangan seorang istri, mung­kin tidak akan mampu men­­jadi ibu yang baik bagi anak-anaknya.  

Tanpa keseimbangan pula, seorang ibu rumah tangga yang merangkap se­ba­gai wanita karier, belum tentu mampu menjadi pro­fesional yang baik di kan­tornya.

Baca Juga : Beragam Tradisi Unik Masyarakat Adat Indonesia di Bulan Rajab

“ Hanya dengan menjaga keseimbangan (balance) secara konsisten, seorang wanita bisa memerankan kariernya, sekaligus jadi istri yang baik di rumah. Lalu, keseimbangan seperti apa yang mampu mem­pengaruhi keharmonisan keluarga,” kata Herlin.

Keseimbangan yang ha­rus dipegang yaitu, ke­seim­bangan dalam keluarga, bersama masyarakat dan dikantor. Oleh karena itu, harus pintar membagi wak­tu antara bekerja dan me­ngurus keluarga. 

Baca Juga : Ini Daftar Hewan Langka yang Perlu Kamu Lihat Sebelum Punah

Kepintaran mengelola waktu ini, merupakan sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. 

“Menjadi pe­rem­puan di era modern saat ini sudah hal yang lumrah jika harus membagi waktu antara pekerjaan, ru­tinitas ka­rir, ser­ta keluarga,” ujar ibu dari Mufida Afiya Nur Fadila, Ahmad Zaki Fitrah Nurrah­man, Ahmad Rayyan Fitrah Nurrahman dan Zufdiyyah Rifda Nur Fadillah.

Baca Juga : Berminat untuk Menjadi Penyelam? Ini Tipsnya untuk Pemula

 Perempuan yang baru  menjabat Dirut RSUD Dr.Rasidin ini,   tidak lupa dengan kodratnya sebagai ibu rumah tangga. Khu­susnya, memasak masakan favorit keluarga yaitu cumi saos tomat.

“Meskipun, saya cuma masak cumi saos tomat. Karena, makannya bersama anak-anak jadinya terasa nikmat sekali. Padahal, yang dimasak ibunya hanya sambal biasa,”ujarnya sambil tersenyum.

Baca Juga : Pembelajaran Ideal Anak saat Pandemi

Dan, ketika liburan selalu me­nyempatkan pergi ke Mifan, Rumah Puisi Taufik Ismail serta ke Lampung tempat suami bertugas tepatnya di BUMN Bukit Asam.

“Bagi saya, pertemuan  dengan anak-anak tidak perlu sering. Tapi, yang penting adalah kualitas per­te­muan itu. Percuma saja 24 jam bertemu anak-anak,  namun tidak berkualitas,” kata wanita yang memiliki motto hidup “apapun yang kita lakukan, kerjakanlah dengan maksimal”.

Bahkan, yang terpenting untuk kehidupan anak-anak­nya adalah mena­nam­kan pondasi agama sebagai bekal dunia akhirat seperti, menghapal al quran. 

Sedangkan, ilmu yang lainnya tinggal mengikuti saja.

“Insya allah, anak saya yang nomor satu dan kini baru tamat SMA sudah hapal 20 juz alqu­ran,” kata­nya.

Sebelumnya, tahun 2010 Herlin pernah  menjabat sebagai Dirut RSUD Saw­ah­l­unto, kemudian Kepala Bidang Dinkes Sawah­lun­to. Bahkan, ia  tidak menyangka akan menjadi Dirut RSUD Dr.Rasidin. Namun, dengan beradanya ia di Dirut RSUD Dr.Ra­sidin ini merupakan pelu­ang besar dan dapat me­ngem­bangkan potensinya.

Dikatakannya, setiap tugas yang diberikan adalah amanah yang harus diper­tanggungjawabkan. Dan, bukan meru­pa­kan beban.

“Perempuan zaman sekarang beda dengan za­man dulu dima­na membagi wak­tu dengan ke­lu­arga bukan lagi menjadi masa­lah, justru harus seim­bang dengan karir dan prestasi. Pe­rem­puan tak hanya bekerja. Namun te­tap harus seim­bang dan meny­a­dari kodrat seba­gai perempuan dan istri,” kata wanita lulusan fakultas ke­dokteran Unand ini.

Menurutnya, kunci ke­suk­sesan perempuan tetap dapat menyeimbangkan ka­rir dan membangun keluar­ga adalah komunikasi. Ia terbantu,  dengan pesatnya era gadget saat ini yang memudahkan komunikasi dengan keluarga ataupun pegawai dan teman-teman organisasinya.

“Sekarang kan, ko­muni­kasi banyak teknologinya. Belum lagi ada media sosial, komunikasi dan grup WhatsApp, berbagi foto dan cerita. Justru bisa terus memantau anak-anak. Bah­kan, dengan suami saya bertugas  di Lampung,” kata istri dari Muryanto ini.

Saat di rumah, po­sitio­ning kita merasa dengan suami itu partner saling mendukung. Tetap mema­hami kodrat, bahwa hari ini masak apa. 

Sosok Kartini, juga da­pat ditularkan kepada gene­rasi penerus bangsa untuk memiliki ketahanan pribadi dan ketahanan keluarga agar dapat menyaring bu­daya asing yang masuk.

“Bagaimana pun saat ini budaya sangat moderat, budaya asing masuk dasar­nya harus kuat. Kepada anak-anak saat ini ta­nam­kan moral dan agama, serta komunikasi oleh orangtua,” ujarnya.

Banyak wanita yang men­­dam­bakan sukses ber­karir,  sekaligus membina rumah tangga. Wanita be­kerja,  tetap dapat sukses mengasuh dan mendidik anak-anak. Namun, harus pandai membagi waktu dan jangan sampai menjadikan ibu “lupa” mengurus rumah tangga.

“Wanita bekerja harus pandai menentukan skala prioritas, dan mampu membedakan persoalan yang penting dan mendesak antara urusan kantor dan rumah tangga,” ujarnya.

Banyak wanita bekerja,  yang berhasil mendidik anak. Resepnya, mereka mampu menyeimbangkan fungsi dan waktu sebagai ibu rumah tangga dan pekerjaan kantor. Wanita bekerja,  harus berkomitmen untuk meluangkan waktu pada saat libur. Jika sudah tiba di rumah, upayakan untuk menjalin kedekatan dengan suami dan anak-anak.

Walaupun peran sebagai wanita bekerja  sekaligus ibu rumah tangga tidak da­pat dilakukan secara sem­purna, maksimal ibu sudah berusaha agar semuanya dijalankan secara seimbang.

Dukungan dan kerja sa­ma suami sangat dibutuh­kan dalam pengawasan, pe­ng­asuhan, dan tumbuh kem­bang anak. Dengan pe­ran serta ayah maka peng­asu­han anak lebih optimal. 

“Kepercayaan diri, keya­kinan dan dukungan dari anggota keluarga akan membuat ibu yakin dan mampu menjalankan tugas-tugasnya sebagai ibu sekaligus wanita bekerja,” katanya. ***

 

Laporan: ADE BUDI KURNIATI

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 21 Februari 2021 - 13:33:23 WIB

    Beragam Tradisi Unik Masyarakat Adat Indonesia di Bulan Rajab

    Beragam Tradisi Unik Masyarakat Adat Indonesia di Bulan Rajab Masyarakat adat di Indonesia memiliki tradisi unik dalam menyambut momen-momen tertentu, salah satunya saat memasuki bulan Rajab..
  • Ahad, 14 Februari 2021 - 16:34:31 WIB

    Ini Daftar Hewan Langka yang Perlu Kamu Lihat Sebelum Punah

    Ini Daftar Hewan Langka yang Perlu Kamu Lihat Sebelum Punah Saat ini ada berbagai lembaga di seluruh dunia yang sedang mengupayakan penyelamatan terhadap hewan-hewan langka yang terancam punah. Meski begitu, daftar hewan langka mungkin tak akan habis, karena jumlahnya terus bertambah..
  • Ahad, 07 Februari 2021 - 19:13:51 WIB

    Berminat untuk Menjadi Penyelam? Ini Tipsnya untuk Pemula

    Berminat untuk Menjadi Penyelam? Ini Tipsnya untuk Pemula Menikmati pemandangan bawah laut memiliki kenikmatan dan keasyikan tersendiri. Beraneka ragam kehidupan berseliweran dalam perairan tersebut begitu memikat untuk ditatap dan disingkap kehidupan bawah laut tersebut yang sampai.
  • Senin, 01 Februari 2021 - 22:36:28 WIB

    Pembelajaran Ideal Anak saat Pandemi

    Pembelajaran Ideal Anak saat Pandemi Pandemi COVID-19 membawa dampak besar pada dunia pendidikan di Indonesia. Sebagian besar sekolah memutuskan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar online dari rumah..
  • Sabtu, 30 Januari 2021 - 11:17:10 WIB

    Nobody Wants To Be Stupid

    Nobody Wants To Be Stupid Seorang guru menyampaikan dalam rapat. “Kelas saya adalah kelas istimewa”. Mencoba mengangkat posisi , dan semua orang sudah mengira kata istimewa adalah konotasinya positif. Yang terbayang adalah anak-anaknya kreatif, ra.
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]