Sambut Ramadan

Tinggalkan Tradisi 'Balimau'


Sabtu, 14 Mei 2016 - 02:02:43 WIB
Tinggalkan Tradisi 'Balimau'

PAINAN, HALUAN — Tahun-tahun sebelumnya, saat men­yambut bulan suci Ramadan, sejumlah kawasan wisata di sepanjang Daerah Aliran Su­ngai (DAS) di Pessel, biasanya diserbu warga. Mereka yang datang dari berbagai daerah itu, mengikuti tradisi ‘balimau’ yang sudah turun temurun dengan maksud menyucikan diri sebelum melaksanakan ibadah puasa.

Diantara objek wisata yang menjadi tujuan itu di Pessel adalah Air Terjun Bayang Sani di Kenagarian Koto Baru Keca­matan Bayang, jembatan akar di  Puluik Puluik Kecamatan Bayang Utara, Air Terjun Tim­bulun Painan Timur  dan Sungai Batang Tarusan di Kayu Gadang Kecamatan Koto XI Tarusan dan lainnya.

Baca Juga : Sebanyak 27.798 Orang di Sumbar Telah Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Namun tahun ini, agaknya antusiasme warga setempat mulai menurun. Menurut to­koh masyarakat Kecamatan Bayang Pessel, Asrizal, kegia­tan tradisi mandi balimau nam­pak­nya pada sebagian daerah di Pessel mulai ditinggalkan masya­rakat. Pasalnya, masyarakat men­ya­dari kegiatan tersebut  lebih besar mudharat dari manfaatnya, bahkan dapat mengundang dam­pak negatif.

“Apalagi yang ‘balimau’ itu mayoritas generasi muda. Me­reka mandi bersama di sungai berbaur antara pria dan wanita. Padahal mandi dengan niat men­sucikan diri bisa dilakukan di rumah, tidak perlu di tempat umum seperti itu,” katanya.

Baca Juga : Positif Corona di Sumbar Bertambah 87 Orang, Total 29.467 Kasus

Prosesi ‘balimau’ mandi ber­sama di sungai ini, juga sangat rawan bencana, seperti hanyut di sungai, dilanda air bah, kenakalan remaja. Tidak tertutup pula kemungkinan terjadinya  per­buat­an asusila dan pelecehan seksual.

“Untuk itu, semua pihak terutama para orang tua, agar tidak memberikan kebebasan terhadap anak-anaknya saat men­yambut puasa nanti untuk pergi balimau,” katanya.

Baca Juga : Deklarasi Tolak KLB, Tegaskan Demokrat Solid dan Tegak Lurus dengan AHY

Sementara Ketua MUI Pes­sel, Zamzainir mengatakan, tradisi mandi ‘balimau’ tidak dianjurkan dalam Islam, apalagi dilaksanakan di tempat umum berbaur pria dan wanita. Kegia­tan ‘balimau’ adalah salah satu perbuatan yang bertentangan dengan adat dan budaya Minang­kabau. Mandi bersama seperti itu tidak sesuai dengan norma-nor­ma adat, budaya dan agama.

“Seharusnya, menyambut bulan suci Ramadan itu dengan melaksanakan berbagai kegiatan yang bernafaskan Islam,” katanya.

Baca Juga : Kunjungan ke BLK Padang, Wagub Audy: Ini Menakjubkan Sekali!

Bagi daerah  yang sudah meninggalkan kegiatan tradisi ‘balimau’, sangat diapresiasi sebagai salah satu upaya ma­ sya­rakat yang mulai men­ya­dari perbuatan tersebut  tidak ada manfaatnya.

“Kita berharap, tradisi ‘ba­limau’ di sungai ini tidak perlu lagi dilakukan. Banyak rugi dari pada untungnya,” kata Zamzainir

Untuk itu, di­harap­kan ma­sya­rakat dan pemerintah ber­si­ner­gi melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pri­laku generasi muda yang mulai cen­drung kepada perbuatan yang melanggar hukum.Keamanan dan kenyamanan ling­kung­an serta bebas dari berbagai gang­guan yang meresahkan, meru­pakan tangung jawab bersama. (mjn)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]