Jet Tempur Inggris Cegat 3 Pesawat Militer Rusia


Sabtu, 14 Mei 2016 - 04:50:48 WIB
Jet Tempur Inggris Cegat 3 Pesawat Militer Rusia JET tempur Typhoon Inggris saat akan mencegat pesawat militer IL-76 Candid Rusia.

AMARI, HALUAN — Pesawat jet tempur Typhoon Angkatan Udara Inggris (RAF) yang bermarkas di Estonia mencegat tiga pesawat angkut militer Rusia yang sedang menuju negara-negara Baltik.

Kementerian Pertahanan Inggris telah mengkonfirmasi pencegatan tiga pesawat angkut militer Rusia yang berlangsung hari Kamis.

Baca Juga : Joe Biden Beri Kepastian Amankan Saudi

Insiden ini adalah yang pertama sejak empat pesawat jet tempur Typhoon RAF dikerahkan ke wilayah tersebut pada bulan April 2016 sebagai bagian dari komitmen misi tahunan NATO untuk Kepolisian Udara Baltik (BAP).

Tiga pesawat militer Rusia yang dicegat pesawat jet tempur Inggris adalah AN-26 “Curl”, AN-12 “Cub” dan IL-76 “Candid”. Tiga pesawat militer Rusia itu bergerak mendekati wilayah udara negara-negara Baltik tanpa kode transmisi.

Baca Juga : Panas, 1.000 Massa Pro Junta Militer Turun ke Jalan di Myanmar

Kementerian Pertahanan Inggris me­nuding tiga pesawat militer Rusia itu tidak responsif.

“Ini adalah contoh lain betapa pen­tingnya kontribusi Inggris untuk Misi Kepolisian Udara Baltik. Kami mampu untuk segera menanggapi tindakan agresi Rusia. Demonstrasi dari komitmen kami untuk pertahanan kolektif NATO,” kata Menteri Pertahanan Inggris, Michael Fallon, Jumat (13/5).

Baca Juga : Astaga! Ada Tanda-tanda Fase Baru Mutasi Covid-19

Salah satu pilot jet tempur Inggris yang terlibat dalam aksi pencegatan pesawat-pesawat militer Rusia berbicara dalam kondisi anonim. “Bergegas pergi seperti yang direncanakan, kami meluncurkan pesawat Typhoon kami dengan cepat dan kemudian menggunakan sensor dan sistem canggih, dikombinasikan dengan dukungan dari manajer battlespace kami di lapangan, melakukan pencegatan tiga pesawat.”

Pemerintah maupun militer Rusia belum berkomentar atas pencegatan tiga pesawat militernya di dekat Baltik. 

Baca Juga : Akan Rilis, Laporan Intelijen AS Sebut MBS Setujui Pembunuhan Khashoggi

Rusia dan Barat terus bersitegang sejak krisis Ukraina pecah 2014, di mana Barat yang pro-Ukraina menuduh Rusia men­dukung separatis di Ukraina timur.

Pada 2014, Rusia juga menganeksasi Crimea setelah memisahkan diri dari Ukraina. Namun, Ukraina dan Barat tak terima dan tidak pernah mengakui hal itu. Sejak itu, negara-negara Baltik pecahan Soviet yang sudah bergabung dengan NATO (Estonia, Latvia dan Lithuania) khawatir Rusia akan melakukan agresi.

Untuk menepis kekhawatiran itu, NATO mengerahkan kekuatan militernya di Baltik. Pada tahun 2016 ini, jet-jet tempur Inggris juga dikerahkan di Baltik bersama dengan jet tempur Portugal yang berbasis di Lithuania. Tahun lalu, jet-jet tempur Inggris terlibat 17 kali pencegatan terhadap lebih dari 40 pesawat Rusia. (h/snd)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 26 Februari 2021 - 14:51:11 WIB

    Joe Biden Beri Kepastian Amankan Saudi

    Joe Biden Beri Kepastian Amankan Saudi Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden melakukan pembicaraan dengan Raja Arab Saudi Salman pada Kamis (25/2). Dalam percakapan perdana sejak Biden resmi menjadi pemimpin negara adidaya itu, ia menekankan komitmen AS untuk me.
  • Kamis, 25 Februari 2021 - 16:58:20 WIB

    Panas, 1.000 Massa Pro Junta Militer Turun ke Jalan di Myanmar

    Panas, 1.000 Massa Pro Junta Militer Turun ke Jalan di Myanmar Situasi Myanmar makin tak kondusif. Pendukung dan penentang militer bentrok di jalan-jalan kota Yangon, Kamis (25/2/2021)..
  • Kamis, 25 Februari 2021 - 14:41:04 WIB

    Astaga! Ada Tanda-tanda Fase Baru Mutasi Covid-19

    Astaga! Ada Tanda-tanda Fase Baru Mutasi Covid-19 Baru-baru ini sebuah penelitian di California melaporkan telah menemukan sampel dua varian virus Covid-19 yang bergabung menjadi versi virus corona. Mereka bermutasi, memicu peringatan bahwa pandemi mungkin memasuki fase baru.
  • Kamis, 25 Februari 2021 - 12:27:37 WIB

    Akan Rilis, Laporan Intelijen AS Sebut MBS Setujui Pembunuhan Khashoggi

    Akan Rilis, Laporan Intelijen AS Sebut MBS Setujui Pembunuhan Khashoggi Laporan intelijen Amerika Serikat (AS) soal pembunuhan jurnalis kawakan Arab Saudi, Jamal Khashoggi, yang akan segera dirilis, menyebutkan bahwa Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman atau MBS menyetujui pembunuhan.
  • Kamis, 25 Februari 2021 - 08:14:23 WIB

    Pemerintahan Joe Biden Tuding Putra Raja Salman Dalang Pembunuhan Jurnalis AS

    Pemerintahan Joe Biden Tuding Putra Raja Salman Dalang Pembunuhan Jurnalis AS Pemerintahan Presiden Joe Biden akan merilis laporan intelijen Amerika Serikat (AS) yang tidak diklasifikasikan mengenai kematian jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, Kamis (25/2/2021). Khashoggi merupakan kolumnis Washingto.
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]