Zetria Sukses Jadi Pengusaha Keripik


Sabtu, 14 Mei 2016 - 04:56:29 WIB
Zetria Sukses Jadi Pengusaha Keripik Zetria.

PADANG, HALUAN — Ke­ripik Balado Citra Mandiri, salah satu produk makanan ringan yang mulai tumbuh dan berkembang di Padang. Pe­miliknya adalah Zetria, wa­nita kelahiran Padang Pan­jang, 17 Mei 1980.

Zetria merintis bisnis keripik balado sejak 2012. Bermacam hambatan dan rintangan senantiasa meng­hadangnya. Semua itu diha­dapinya dengan tabah dan sabar

Baca Juga : Bank Nagari Luncurkan QRIS Puskesmas dan Serahkan CSR Berupa Dua Unit Mobil untuk Pelayanan Kesehatan  di Padang

Zetria pulang ke Padang pada tahun 2006, setelah 8 tahun bekerja di perusahaan nasional PT Bintang Toejoeh di Pekanbaru Riau. Semen­tara suaminya, Endri, men­jalankan usaha industri keru­puk kulit di Gunung Pangi­lun, Padang. “Saat itu, anak saya sakit-sakitan, makanya pulang ke Padang,” kata Ze­tria, lulusan SMK Negeri 1  Padang Panjang itu.

Karena suasaan di Gu­nung Pangilun kurang kon­dusif, mereka pindah ke ru­mah keluarga Endri di Jl. Asra Ujung Tunggul Hitam. Di sanalah Endri melanjutkan bisnis kerupuk kulit, semen­tara Zetria lebih banyak me­ngurus anak-anak dan ke­luarga. Sementara rumah Ze­tria sudah terlanjur dikon­trakkan kepada orang lain terletak di Dadok Tunggul Hitam.

Baca Juga : Asal Diperlakukan Manusiawi, Pedagang Dukung Pembangunan Pasar Induk

Setelah lima tahun tinggal di rumah keluarga suami, sua­sana makin tak elok, bisnis ke­ru­puk kulit pun tak kunjung ber­­kembang. Puncaknya, Ze­tria harus pindah dari situ, te­tapi apa daya rumah masih di­huni orang lain, masa kon­trak masih tersisa empat bulan lagi.

Akhirnya, Zetria beserta keluarga bisa menempati rumah miliknya itu. Bisnis kerupuk kulit pun ikut pin­dah. Beberapa bulan setelah melahirkan anak ketiga, ma­sih tahun 2012, Zetria ke Payakumbuh mengumpulkan resep dari beberapa pengu­saha keripik balado, lalu diraciknya sendiri.

Baca Juga : Rupiah Ditutup Menguat Lawan Dolar AS Rabu Sore

Kemudian, Zetria mem­beli cabai kualitas utama untuk menambah kualitas rasa. Sebelumnya, ia telah menyiapkan rumah produksi, terpisah dari kerupuk kulit. Bangunan di atas tanah seluas 200 m2, dibeli dengan dana  kredit bank.

Langkah awal, Zetria mem­­beli keripik yang sudah digoreng di Payakumbuh se­banyak 50 bal atau sekitar 500 kg, lalu dikasih cabai di ru­mah produksi. Dikemas dibe­ri merk “Citra Mandiri”. Pema­sarannya, menggunakan tiga mobil kanvas, menjelajahi Padang, Pariaman, Air Mo­lek, Riau, Bengkulu, dan Pekan­baru, Riau. Sambutan pasar sangat bagus, sehingga 500 kg itu habis dalam seminggu.

Baca Juga : Parah! Harga Emas Antam Anjlok Rp127.000 dari Rekor Tertinggi

Tiga tahun kemudian, pesanan keripik dari Paya­kumbuh dihentikan karena Zetria menggoreng sendiri dengan minyak kualitas uta­ma. Seminggu empat kali menggoreng dengan produksi 800 kg. Dijual dalam bentuk kemasan isi 200 gram.

Awal Januari 2016, ope­rasional mobil kanvas di­hentikan karena persaingan makin ketat, pendapatan, dan pengeluaran tak seimbang. Produksi sepekan hanya 600 kg, pemasaran lebih terfokus di Padang. Harga grosir Rp­48.000 per kg, eceran Rp­56.000. Total tenaga kerja, 20 orang.

Selain mengisi sejumlah mini market, Zetria juga mem­buka Pondok Oleh-oleh Citra Mandiri, lalu dilengkapi dengan bermacam makanan khas Sumbar. Pertama dibuka di Ulak Karang, hanya enam bulan bertahan, pindah ke Lubuk Buaya, juga enam bu­lan. Setelah itu, pindah ke Simpang GIA Tabing, Pa­dang, hingga kini. Omzet keripik balado rata-rata Rp­100 juta dan kerupuk kulit Rp150 juta per bulan. “Al­ham­dulillah, sekarang ke­adaan mulai membaik,” ujar ibu tiga anak ini. (h/rb)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]