Pemkab Solsel Tak Terima Bantuan Gapoktan


Senin, 16 Mei 2016 - 04:18:52 WIB
Pemkab Solsel Tak Terima Bantuan Gapoktan

SOLSEL, HALUAN— Sangat disayangkan, Kabupaten Solok Selatan tidak menenerima bantuan dana untuk daerah kabupaten dan kota yang mencapai Rp200 juta untuk Gerakan Kelompok Tani (Gapoktan) di Sumatera Barat (Sumbar).

Padahal, tujuh kota dan enam kabupaten di Sumbar ini mendapatkan bantuan te­rsebut.

Baca Juga : Minimalisir Penggelapan Aset Daerah, Pemkab Pessel Lakukan Inventarisasi Secara Berkala

Kepala Badan Ketahanan Pangan Sumbar, Effendi, da­lam kegiatan Launching Ga­poktan/ Toko Tani Indonesia (TTI), Jumat (13/5), me­nye­but, daerah yang menda­pat­kan bantuan tersebar pada 6 Kota (Kota Padang, Bu­kit­tinggi, Payakumbuh, Padang Panjang, Pariaman, Solok, Sawalunto) dan 6 Kabupaten (Kabupaten Pasaman Barat, Agam, Solok, Sijunjung, Pe­sisir Selatan, dan Dhar­mas­raya).

Sementara menurut Kepa­la Kantor Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (KPKP) Solsel, Ali Anwar, jika Ga­poktan di Solsel di Ketuai oleh Kepala Dinas Pertanian Solsel dan pihaknya hanya sebagai Sekretaris dan ada pendam­ping dari pihak ketiga. “Sebe­lumnya pendamping ada dua orang tapi sekarang hanya satu orang.

Baca Juga : Pemkab Pesisir Selatan Proaktif Lakukan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba

Saya pernah me­rekomendasikan untuk me­minta tambahan pendamping ke provinsi tapi rekomendasi saya tidak berlaku karena yang merekomendasikan ha­rus ketua bukan sekretaris,” tambahnya.

Ia melanjutkan, ber­kemung­­kinan adanya Ga­poktan yang gagal tapi untuk pastinya kendala yang me­nyebabkan Solsel tidak men­dapatkan bantuan tersebut bukan kewenangan pihaknya. “Kalau komoditi tentu dinas pertanian, kami tentu tek­nologi. Saat ini penyuluhan hanya bisa memasuki ranah teknologi,” terangnya.

Baca Juga : Mengenal M. Irfan Monaf dan Rihhadatul Aisya Yube, Pemenang Duta GenRe Solsel 2021

Kewenangan penyuluh terkait teknologi bukan ko­moditi. “Apabila bantuan yang mencakup perkebunan, per­tanian dan peternakan sudah sampai di petani baru kami yang bekerja. Seperti, mem­berikan pengetahuan bagai­mana bertanam atau beternak yang baik. Tapi bagaimana dapatnya bantuan dan siapa yang mendapatkan bukan kewenangan kami,” tandas­nya.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Solsel, Del Irwan, menye­butkan, jika terkait bantuan bagi Gapoktan bukan kewe­nangannya karena berada di bawah kewenangan KPKP Solsel. “Gapoktan bukan ke­we­nangan saya. Nanti saya akan konfirmasikan lagi pada Kepala KPKP Solsel,” terangnya saat di hubungi Haluan, Minggu (15/5).

Baca Juga : Ratusan Personel Koramil di Pasbar Disuntik Vaksin Covid-19

Wakil Bupati Solsel, Ab­dul Rahman, mengaku tidak mengetahui jika Gapoktan di Solsel yang tidak men­dapat­kan bantuan ini. “Sangat disa­yangkan kenapa Gapoktan di Solsel tidak dapat bantuan ini, sementara daerah lain dapat,” katanya.

Sementara, Guber­nur Sum­bar, Irwan Prayitno, Jum­at (13/5) lalu mengatakan, hadirnya Gapoktan dan Toko Tani Indonesia di Sumbar, diharapkan dapat membe­rikan keuntungan kepada petani, maupun kepada ma­sya­rakat seluruhnya. “Semoga program pemerintah ini dapat mencegah terjadinya inflasi kenaikan harga bahan pa­ngan,” sebut Irwan Prayitno saat itu.

Ia berharap, Kepala Ba­dan Ketahanan Pangan Sum­bar agar mensupor kegiatan Gapoktan dan Toko Tani In­do­nesia dengan dianggarkan khusus dari APBD. “Nanti akan kita usulkan bersama ke DPRD Provinsi Sumbar untuk mendukung kegiatan Ga­pok­tani dan Toko Tani Indonesia,” ucap Irwan Prayitno.

Sementara, Kepala Pusat Penganekaragaman Kon­sum­si dan Keamanan Pangan Badan Ketahanan Pangan Sri Sulihanti mengatakan, prog­ram Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) merupakan program trobosan yang baru dikerjakan pada tahun 2016.

Adapun tujuan­nya untuk menyediakan pa­ngan murah dan berkualitas. Stabilisasi pasokan dah harga pangan terutama untuk pa­ngan-pangan pokok dan stra­tegis seperti beras, cabai dan bawang merah. “Saat ini fokus ke beras,” tuturnya.

Ia menambahkan, tahun ini akan ada 1.000 Toko Tani di seluruh Indonesia, dimana 500 Gapoktan minimal me­miliki 2 Toko Tani Indonesia. Dengan memberikan bantuan dan subsidi sehingga petani mendapatkan keun­tu­ngan. ”Toko Tani ini diharapkan menjadi solusi yang permanen untuk mengatasi gejolak har­ga pasar,” tambahnya. (h/jef/hel/ows)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]