2.500 Pengungsi Hilang Misterius


Senin, 16 Mei 2016 - 04:24:49 WIB
2.500 Pengungsi Hilang Misterius BANYAK pengungsi terpisah dari anggota keluarga mereka saat melakukan perjalanan ke Eropa.

HELSINKI, HALUAN — Se­kitar 2.500 pencari suaka dila­porkan hilang dari pusat pene­rimaan migran di Finlandia, Sabtu (14/5). Saluran televisi MTV3 mengutip informasi dari polisi dan otoritas lokal.

Mereka mengatakan tidak punya petunjuk sama sekali terkait 2.500 migran tersebut. Bagaimana mereka hidup dan identitas mereka tidak dike­tahui dengan pasti. Semua kontak telah hilang.

Baca Juga : Miliuner Jepang Ini Cari 8 Orang Teman Traveling ke Bulan, Siapa Berminat?

“Ini sangat mengkha­wa­tirkan, kita tidak tahu siapa mereka, bagaimana mereka tiba di sini dan bagaimana mereka hidup sekarang,” kata Kepala Pusat Biro Penye­lidi­kan, Sanna Palo dikutip RT.

Apalagi, kata dia, jika me­re­ka tidak mengajukan status suaka namun tetap tinggal di Finlandia. Palo mengatakan sejumlah orang yang hilang datang dengan dokumen palsu atau bahkan tanpa dokumen. 

Baca Juga : Awas! Ribuan Vaksin Palsu Corona Jaringan China Afsel Beredar

Dikutip Suddeutsche Zei­tung pada Februari, ini bukan pertama kalinya pencari suaka hilang dari pusat penerimaan Eropa. Sekitar 13 persen dari migran yang masuk Jerman pada 2015 tidak pernah terlihat lagi setelah diberi akomodasi yang disediakan untuk mereka.

Kepala Kantor Federal Jerman untuk Migrasi (BA­MF), Frank-Jurgen Weise me­nga­takan, 400 ribu pencari suaka di Jerman tidak punya dokumen identitas. Otoritas Jerman juga tidak bisa mengi­dentifikasi mereka. 

Baca Juga : Pertama di Dunia! Australia Berhasil Bikin Disinfektan Bunuh Covid-19 dalam 90 Detik

Jerman menerima sekitar 1,1 juta pengungsi pada 2015, se­bagian besar dari Timur Te­ngah dan Afrika Utara. Sedi­kit­nya 5.835 pengungsi anak-anak juga dilaporkan meng­hi­lang di Jerman tahun lalu. Se­banyak 555 anak di anta­ranya be­rusia lebih muda dari 14 tahun.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Johannes Dim­roth mengatakan angka-angka ini kemungkinan lebih besar dan terus meningkat. Menu­rut Die Welt, sebagian besar berasal dari Afganistan, Suriah, Eritrea, Maroko dan Algeria.

Baca Juga : Perhatian! Saudi akan Wajibkan Jemaah Haji Vaksinasi Covid-19

Sementara menurut Euro­pol melalui intelegen kriminal Uni Eropa, sedikitnya 10 ribu anak tak ditemani orang de­wasa ketika tiba di Eropa. Tinggi kekhawatiran mereka akan jatuh ke tangan sindikat perdagangan. 

“Tidak semua mungkin di­eks­ploitasi, mungkin ada juga yang kembali ke keluar­ganya, ka­­mi hanya tidak tahu dimana me­reka dan apa yang mereka la­­ku­kan sekarang,” kata kepala staf Europol, Brian Donald. (h/rol)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]