Dukung Pemerintah, Golkar Tak Lagi Oposisi


Senin, 16 Mei 2016 - 04:25:52 WIB
Dukung Pemerintah,  Golkar Tak Lagi Oposisi

JAKARTA, HALUAN — Partai Golkar telah menyatakan du­kungan­nya pada pemerintah meski belum memutuskan ber­­ga­bung dalam partai koal­isi. Profesor Riset LIPI R. Siti Zuhro menyebut sebagai kon­sekuensi dari pernyataan du­kung­an tersebut, Golkar tak bisa lagi berada di pihak oposisi.

“Konsekuensi logis me­mi­lih mendukung dan bergabung deng­an pemerintah adalah bahwa Pa­r­tai Golkar tidak lagi bisa oposisi,” katanya, Minggu (15/5). 

Baca Juga : Menkes Tinjau Kegiatan Vaknsinasi 500 Pengurus MUI Pusat

Siti menilai, keputusan Golkar untuk mendukung pemerintah itu tak lepas dari faktor konflik internal ber­kepanjangan yang sempat men­dera partai berlambang pohon beringin tersebut. Terlebih, kejelasan soal SK ke­pengu­rusan yang diakui pemerintah baru terbit setelah Golkar menyatakan dukungannya. 

Terkait musyawarah nasio­nal luar biasa (Munaslub) yang tengah digelar saat ini, Siti menilai hal tersebut dapat menjadi solusi untuk mengem­balikan soliditas partai asal dilakukan dengan adil dan transparan. 

Baca Juga : Komisi VIII DPR RI: Pemerintah Harus Prioritaskan Vaksinasi Calon Jemaah Haji

Setelah Golkar men­ya­ta­kan dukungannya pada peme­rintah, Siti memprediksi pola hubungan antara eksekutif dan legislatif ke depan akan me­nga­lami perubahan. Program-program yang diusulkan pe­me­rintah relatif akan lebih mudah diloloskan. Hal ini karena secara hitungan politik, posisi pemerintah cukup kuat.

Namun demikian, sam­bu­ng dia, hal itu hanya dapat terjadi jika partai-partai pen­dukung solid. Sebab, jika par­tai-partai pendukung sibuk dengan agendanya masing-masing, Siti memprediksi ke­ga­duhan seperti di era mantan presiden SBY akan kembali terjadi. “Pertanyaannya, apakah era Jokowi ini akan menuai hal yang sama? Pasca reshuffle kabinet kecenderungannya bisa dilihat,” papar dia.

Baca Juga : Kapan Perpres Terbaru Terbit untuk Gantikan Lampiran Investasi Miras yang Dicabut Jokowi? Ini Kata Menkumham

Sebelumnya, Wakil Pre­siden Jusuf Kalla menyambut baik dukungan yang dijanjikan Partai Golkar pada pe­me­rintah. Namun demikian, pria yang akrab disapa JK tersebut tak mau memaksa Golkar me­m­berikan dukungannya secara langsung dengan masuk dalam koalisi partai pendukung.

“Itu masalah yang lain. Yang penting Golkar dukung pemerintah,” ucap Kalla di rumah dinasnya, Jalan Dipo­negoro, Menteng, Jakarta Pu­sat, Minggu (15/5).

Baca Juga : Erick Thohir Sebut Ada 159 Kasus Korupsi di Kementerian BUMN, 53 Pejabat Terlibat

Bagi JK, dukungan tetap bisa diberikan Golkar meski berada di partai oposisi dengan cara mendukung program-program pemerintah. Golkar sendiri saat ini tengah meng­gelar musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) untuk memilih ketua umum baru.

Salah satu calon ketua um­um adalah Setya Novanto yang pernah tersangkut kasus pen­ca­tutan nama Presiden Jokowi saat masih menjabat sebagai ketua DPR RI. Lalu, apakah pemerintah akan menerima dukungan jika Golkar di­pim­pin oleh Setya? “Kita tidak bisa berbicara dulu, tergantung Golkar-nya. Proses selanjutnya kita lihat lah masalahnya,” jawab Kalla. (h/rol)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]