Pengamat Alvin Lie: Negara Tak Berdaya Hadapi Lion Air


Senin, 16 Mei 2016 - 04:27:05 WIB
Pengamat Alvin Lie: Negara Tak Berdaya Hadapi Lion Air Alvin Lie.

JAKARTA, HALUAN — Maskapai Lion Air kerap meresahkan masyarakat dengan delay atau keterlambatan dan keamanan bagasi para penumpangnya. Kini Lion Air juga hampir meresahkan negara dengan kecerobohan mengantarkan penumpang luar negeri melalui pintu domestik.

Pengamat Penerbangan Alvin Lie menuturkan, ma­sa­lah yang pernah ditim­bulkan oleh perusahaan Lion Air tidak hanya sekali. Mulai dari keseringan keter­lambatan penerbangan, pe­numpukan pesawat, kasus narkoba, sampai bagasi pe­numpang yang dibobol.

Baca Juga : Antisipasi Varian Virus Corona Baru, Ini Pesan Penting Kapolri

“Lion ini kan sudah be­ru­lang kali dan negara tidak berdaya menghadapi Lion,” ujar Alvin saat dihubungi di Jakarta, Ahad (15/5).

Menurut penilaiannya selama ini ia melihat Ke­menterian Perhubungan seolah-olah tidak berdaya menghadapi Lion Air. Ka­lau saja maskapai lain yang melakukan kesalahan, kata dia, menteri perhubungan dengan sangat berani me­nindak tegas maskapai ter­se­but, tapi hal itu tidak berlaku pada Lion Air.

Baca Juga : KKP Jamin Kemudahan Usaha Perikanan Tangkap

“Mereka terlalu lembek, coba maskapai lain mereka berani garang, coba Lion Air ya begitu cukup dengan permintaan maaf, selesai itu kan. Tidak ada tindak lan­jut,” ujar Alvin.

Alvin sangat berharap dengan ketegasan peme­rin­tah dalam menindak mas­ka­pai-maskapai yang mem­ba­hayakan penumpang mau­pun negara. Sudah se­ha­rus­nya maskapai yang sa­tu ini (Lion Air) dilakukan pem­binaan sesegera mung­kin.

Baca Juga : Jangan Main-main dengan Vaksin Covid-19, Ini Ultimatum Mabes Polri

“Supaya betul-betul Li­on Air itu berbenah, karena ini sudah betul-betul mem­bahayakan negara kalau sampai penumpang inter­nasional masuk ke pener­ba­ngan domestik,” terang­nya.

Diketahui, insiden salah turun penumpang pesawat Lion Air asal Singapura pada Selasa (10/5) lalu te­rungkap melalui viral media sosial oleh pengakuan Zarra Zetira yang merupakan re­kan dari salah satu penum­pang penerbangan tersebut. Ia menceritakan penga­la­man rekannya tersebut, dan mengeluhkan kelalaian pro­sedur yang dilakukan pihak Lion Air.

Baca Juga : Awas Tertipu! Ini Daftar 28 Investasi Bodong yang 'Disikat' OJK

Hal ini menurutnya, da­pat membahayakan ke­ama­nan negara dan membuat orang asing bebas masuk ke Indonesia tanpa penga­wa­san pihak imigrasi. (h/rol)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 07 Maret 2021 - 23:39:14 WIB

    Antisipasi Varian Virus Corona Baru, Ini Pesan Penting Kapolri

    Antisipasi Varian Virus Corona Baru, Ini Pesan Penting Kapolri Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kembali memberikan instruksi kepada seluruh jajaran Polri dalam menanggulangi serta melakukan antisipasi terhadap kehadiran virus corona dengan varian baru, virus corona B117..
  • Ahad, 07 Maret 2021 - 23:13:07 WIB

    KKP Jamin Kemudahan Usaha Perikanan Tangkap

    KKP Jamin Kemudahan Usaha Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjamin terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 27 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan di Bidang Kelautan dan Perikanan membawa kemudahan berusaha salah satunya perizinan perikanan t.
  • Ahad, 07 Maret 2021 - 21:01:01 WIB

    Jangan Main-main dengan Vaksin Covid-19, Ini Ultimatum Mabes Polri

    Jangan Main-main dengan Vaksin Covid-19, Ini Ultimatum Mabes Polri Kepolisian Negara Republik Indonesia terus melakukan upaya-upaya untuk mencegah adanya vaksin palsu maupun penyalahgunaan vaksin Covid-19 di Indonesia..
  • Ahad, 07 Maret 2021 - 20:52:12 WIB

    Awas Tertipu! Ini Daftar 28 Investasi Bodong yang 'Disikat' OJK

    Awas Tertipu! Ini Daftar 28 Investasi Bodong yang 'Disikat' OJK Satgas Waspada Investasi (SWI) telah merilis daftar aplikasi, usaha gadai, dan entitas ilegal atau investasi bodong yang berpotensi merugikan masyarakat. Terbaru, SWI yang terdiri dari 13 kementerian dan lembaga, telah memb.
  • Ahad, 07 Maret 2021 - 20:37:10 WIB

    Kabar Baik! Kementan Berikan Pendampingan Intensif Bagi Petani

    Kabar Baik! Kementan Berikan Pendampingan Intensif Bagi Petani Guna memperkuat ketahanan pangan nasional, pemerintah mengembangkan kawasan lumbung pangan atau food estate di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Sumatra Utara, dan Nusa Tenggara Timur..
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]