Pengemis


Senin, 16 Mei 2016 - 04:41:42 WIB
Pengemis

Pada momen-momen tertentu, se­bagian besar ruas jalan utama di Kota Padang “dikuasai” oleh sekelompok pengemis. Dengan berbagai macam gaya dan trik mereka tampilkan, mulai dengan berpakaian lusuh, hingga membawa anak balita yang seharusnya berada di rumah, bukan di jalan.

Momen-momen tersebut, umumnya jelang hari besar keagamaan, seperti jelang Ramadan ini, jelang Idul Fitri, maupun iven perayaan Imlek di kawasan Pondok  sana. Para pengemis itu rela berpanas-panas untuk mendapatkan segenggam belas kasihan warga lainnya. Dan atas fenomena ber­kembang agar tak memberikan amplop untuk si pengemis tadi

Baca Juga : SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam siswa Perlu Ditinjau Ulang

Pantas rasanya, kita bersepakat de­ngan larangan itu. Acara berbagi rezeki massal itu memang mudaratnya lebih besar tinim­bang manfaatnya. Terlebih jika pelak­sanaannya tidak profesional. Banyak cara dapat ditempuh untuk menerimakan zakat atau sedekah kepada yang berhak. Tidak harus mengumpulkan khalayak, apalagi mengeksposnya besar-besaran di media massa, sebagaimana biasa kita saksikan.

Indonesia sendiri belum keluar dari jeratan kemiskinan. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) perbulan Maret 2013, warga miskin di Indonesia men­capai 28,07 juta jiwa atau 11,37%. Angka kemiskinan itu melebihi target Pe­merintah dan DPR dalam APBN-P 2013 bahwa angka kemis­kinan ditetapkan 10,5%. Demikian pula, data BPS perbulan Februari 2013 menun­jukkan, pe­ngang­guran di Indonesia men­capai 7,17 juta jiwa atau 5,92%. Padahal target Pe­merintah dan DPR sebesar 5,5-5,8% di akhir 2013. Angka-angka itu me­nun­jukkan bahwa 1 di antara 9 orang Indo­nesia adalah miskin dan 1 di antara 17 orang Indonesia adalah pengangguran.

Baca Juga : Jangan Ikuti! Iblis Penebar Hoaks Pertama

Jumlah mereka yang tak sedikit seperti sulit dipercaya mereka berasal dari Padang, atau daerah lain di sekitarnya. Sebagai daerah yang kental dengan adat budaya, sikap mereka seperti orang lain. Mereka seperti tak punya sanak famili untuk “bersander” di bahu si sanak family tadi. Padahal, kekerabatan di Mi­nang­kabau sangat kental dan saling memperhatikan.

Istilah, anak dipangku kamanakan dibimbiang kini semakin diabaikan. Mamak sibuk sendiri dengan kegiatannya, semen­tara si kemenakan, sibuk pula berinteraksi dengan lingkungan barunya. Tak ada peran mamak yang bisa mengayomi kemena­kannya. Yang terjadi kini, mamak bak kato mamak surang, kamanakan bak kato kamanakan pula. Tak ada kepedulian.

Baca Juga : Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam

Jika belum ada sanak keluarga sebagai tempat bergayut, sebelum ada keputusan lain soal pekerjaan, ada baiknya juga memperhatikan kemampuannya. Tapi tak semua mamak yang rela didatangi, oleh si kamanakan yang butuh tempat bergantung. Hal ini seperti akan terus bergeser di Sumbar yang mendalami  diawali dengan Kota Padang sebagai tempat pergeseran nilai tersebut.

Berapa banyak kemenakan yang bisa “terselamatkan” jika nantinya memang, si mamak memberi perhatian. Jika ini me­mang sudah berlangsung, imbasnya keme­nakan tak akan  “turun” pula ke jalan, untuk mengais rejeki. (*)

Baca Juga : Prabowo dan Habib Rizieq

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 09 Februari 2021 - 14:07:37 WIB

    SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam siswa Perlu Ditinjau Ulang

    SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam  siswa Perlu Ditinjau Ulang Ternyata persoalan pemakaian jilbab bagi siswi Non Muslim di SMKN 2 Padang,  belum berakhir. Pemberitaannya hiruk pikuk dan viral  diperbincangkan secara nasional dalam dunia pendidikan. Sampai Mendikbud terpancing angkat b.
  • Kamis, 04 Februari 2021 - 14:45:37 WIB

    Jangan Ikuti! Iblis Penebar Hoaks Pertama

    Jangan Ikuti!  Iblis Penebar Hoaks Pertama Kita barangkali akrab dengan cerita Nabi Adam ‘alaihissalam diciptakan oleh Allah SWT sebagai khalifah. Melalui anugerah ilmu, Allah memuliakan Nabi Adam di atas malaikat dan iblis..
  • Senin, 01 Februari 2021 - 16:58:52 WIB

    Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam

    Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam Syekh Muhammad Djamil Djambek adalah ulama pelopor pembaruan Islam dari Sumatra Barat awal abad ke-20, dilahirkan pada tahun 1860 di Bukittinggi, terkenal sebagai ahli ilmu falak terkemuka..
  • Senin, 04 Januari 2021 - 09:37:20 WIB

    Prabowo dan Habib Rizieq

    Prabowo dan Habib Rizieq Partai Gerindra sungguh seperti berkayuh di antara dua karang dalam bersikap terhadap kasus yang dialami Habib Rizieq Sihab (HRS), Ormas dan pengikutnya sekarang ini. .
  • Kamis, 31 Desember 2020 - 20:46:02 WIB

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam TAHUN 2020 segera akan berakhir. Tahun 2021 segera akan tiba. "Selamat tinggal tahun 2020. Selamat tinggal tahun kelam. Selamat tinggal tahun yang penuh dengan kepahitan hidup. .
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]