Resahkan Pedagang, Sepasang Punk Dicokok


Senin, 16 Mei 2016 - 04:53:01 WIB
Resahkan Pedagang, Sepasang Punk Dicokok Ilustrasi.

PADANG PANJANG, HALU­AN — Sepasang suami Istri (Pasutri) AL (17) dan AR (16)  warga Provinsi Jambi, yang menyatakan diri sebagai  Anak Punk  dicokok  Satpol PP Pa­dang Panjang, saat mengamen di Terminal,Kelurahan Bukit Surungan (Busur), Pa­dang­panjang Barat. Pengamanan terpaksa dilakukan, Pasalnya, pasangan itu diduga  kurang waras  dan membuat keresahan pedagang terminal.

Dari informasi yang dihim­pun  Haluan di lapangan, pe­nga­man pasutri tersebut bera­wal dari laporan warga Busur, yang merasa tidak senang de­ngan keberadaan dua remaja yang diduga merupakan kum­pulan anak jalanan. Untuk mengumpulkan sejumlah uang pasutri itu mengamen dari warung kewarung.  Timbulnya keresahan pedagang, dimana pasangan itu telah me­nim­bul­kan bau tidak sedap dan ber­pa­kaian sobek-sobek layaknya orang gila  hingga membuat pengunjung tidak betah. “Ya, mau tak mau, kita sebagai pedagang mengadukan ke­beradaan Anak Punk ini ke Satpol PP. Siapa yang tahan dengan bau badan dan penam­pilan menakutkan seperti itu,” ujar salah seorang pedagang  Mur, tidak lagi nyaman dengan keberadaan pasutri itu.

Baca Juga : Wagub Sumbar Ingin Convention Hall Bukit Lampu Padang Jadi Daya Tarik Baru untuk Wisatawan

Sementara   Kasat Pol PP Padang Panjang Yoni Aldo melalui Kasi Ops Satpol PP setempat, Musben Zakir,  Mi­ng­gu (15/5) kemarin, mem­benarkan telah diamankannya pasangan pasutri di Mako Sat­pol PP Padang Pa­njang untuk di­tin­dak lanjuti.

Dari hasil intro­gasi penyidik satpol PP, keberadaan pa­sangan pasutri ter­sebut di Padang Pa­n­jang,   untuk me­la­n­jutkan per­ja­la­nan­nya  yang be­rawal dari Daerah Baso Bukittinggi menuju kota Jambi.

Baca Juga : Wagub Sumbar Tercengang Ada Lubang Jepang di Areal Parkir Convention Hall Bukit Lampu Padang

Perjalanan tan­pa bekal tersebut harus terhenti di kota Padang Pan­jang dengan niat mampir dan men­coba untuk me­ngu­m­­pulkan uang degan cara mengamen di wa­rung warung.

Keberadaan pasangan mu­da itu ditolak pedagang. “Saat mengamen, pasutri ini menge­luarkan aroma tidak sedap dan berpakain sobek compang cam­ping  hingga membuat pen­gun­jung takut dan tidak nyaman karena diduga kurang waras. Untuk itu pasangan ini kita amankan,” terang Musben.   (h/mg-pis)

Baca Juga : Usai Dilantik, Ketua Dekranasda Pesisir Selatan Ikuti Rakernas 2021

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]