Pertamax dan Pertalite Turun Lagi


Senin, 16 Mei 2016 - 05:07:58 WIB
Pertamax  dan Pertalite Turun Lagi

Harga Pertamax, Pertamina Dex dan Pertalite turun lagi  hingga Rp300 per liter. Namun SPBU di Padang kemarin masih menjual Pertamax dan Pertalite menurut harga biasa atau belum ada penyesuaian.

PADANG, HALUAN — PT Pertamina (Persero) menu­runkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Perta­max, Pertamina Dex dan Pertalite. Penurunan harga men­capai Rp300 per liter, mulai berlaku Minggu pukul 00.00 WIB.

Baca Juga : Hendri Septa Serahkan SK Pengangkatan bagi 112 P3K di Lingkungan Pemko Padang Formasi 2019

Harga Pertamax turun Rp200 per liter di Pulau Jawa, Madura, dan Bali. Sedang­kan di daerah lainnya, Pertamax turun hingga Rp 300 per liter. Namun dari pantauan Ha­luan tadi malam di dua SPBU di Padang,  Pertamax dan Pertalite masih dijual dengan harga biasa.

Vice President Cor­pora­te Communi­cation Perta­mina, Wianda Pusponegoro dalam rilis di Jakarta, Ming­gu (15/5) kemarin menga­takan, penetapan harga Per­tamax, Pertyamina Dex dan Pertalite merupakan kebija­kan korporasi yang dilaku­kan secara berkala mengi­kuti tren harga minyak mentah dunia.

Baca Juga : 112 Orang Terima SK Pengangkatan di Lingkungan Pemko Padang, Terbanyak Formasi Guru

"Harga Pertamax turun Rp200 per liter di Pulau Jawa, Madura, dan Bali, dan Rp 300 per liter untuk daerah lainnya," ujarnya.

Wianda mencontohkan, di wilayah DKI Jakarta dan sekitar­nya, Pertamax dibanderol Rp7.350 dari semula Rp7.550 per liter dan di Surabaya turun dari semula Rp 7.650 menjadi Rp 7.450 per liter.

Baca Juga : Jadwal Shalat untuk Kota Padang dan Sekitarnya Jumat 05 Maret 2021

Sedangkan, harga Pertamax di Kalimantan Timur turun Rp 300 per liter dari Rp8.000 men­jadi Rp 7.700 per liter.

Demikian pula, harga Perta­max Plus juga mengalami penu­runan Rp 200 per liter di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat, serta turun Rp 300 per liter di wilayah lainnya.

Baca Juga : Sebanyak 2.500 Pedagang Pasar di Kota Padang Divaksinasi

Untuk harga Pertamina Dex, diturunkan seragam Rp 300 per liter di semua wilayah yang telah tersedia bahan bakar dengan spe­sifikasi Euro 4 tersebut dan Dexlite ditetapkan Rp 6.650 per liter.

Pertamina juga menurunkan harga Pertalite Rp 200 per liter di seluruh daerah.

"Pertalite di Papua yang se­mula dijual seharga Rp 7.300 per liter, kini dijual di level Rp 7.100 per liter," katanya.

Harga Solar/Biosolar non­subsidi juga mengalami penuru­nan sebesar Rp300 per liter.

Contohnya, untuk wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten BBM jenis tersebut turun dari Rp6.950 menjadi Rp6.650 per liternya.

"Selain karena rendahnya harga minyak, langkah penuru­nan harga ini merupakan wujud apresiasi perusahaan kepada konsumen," ujar Wianda.

Pertamina, lanjutnya, akan secara ketat memantau keterse­diaan stok di SPBU mengingat penurunan harga biasanya me­ningkatkan konsumsi.

Area Manager Commu­nica­tion and Relations PT Pertamina Sumbagut Fitri Erika mengakui memang terjadi penurunan harga  Pertamax, Pertamina Dex, dan Pertalite hingga harga Rp300 per liter seiring dengan tren harga minya mentah dunia. Harga baru mulai berlaku terhitung pukul 00.00 WIB tanggal 15 Mei 2016.

 "Kami sangat mengapresiasi konsumen bahan bakar khusus Pertamina yang pada musim liburan akhir pekan lalu kom­sumsinya melonjak hingga 30 persen. Ini menunjukkan kon­sumen semakin memiliki kesa­daran akan kesesuaian spesifikasi bahan bakar dengan kendara­annya dan didukung oleh keter­sediaan produk Pertamina yang semakin meluas," jelasnya tadi malam.

Untuk mengantisipasi pe­ning­katan konsumsi, Pertamina akan secara ketat memantau ketersediaan stok BBM umum tersebut di tingkat SPBU. Pihak­nya juga akan terus meng­upaya­kan untuk memberikan pelaya­nan terbaik kepada masyarakat dan memastikan tidak akan ada kekosongan produk di SPBU.

"Dengan harga yang turun, komsumsi biasanya juga me­ningkat dan untuk memastikan masyarakat dapat terlayani Perta­mina telah instruksikan seluruh SPBU untuk menyiapkan stok dengan cukup," pungkasnya.

Belum Turun

Terkait penurunan harga Per­ta­max dan Pertalite ini, pantauan Haluan di dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Padang tadi malam, ternyata belum ada penurunan harga. Keduanya masih menjual dengan harga lama.

Di SPBU Simpang DPRD Sumbar dengan nomor 11 251 502 masih menempelkan tarif harga lama. Petugas di pompa pengisian BBM yang bernama Khairul belum mendapatkan informasi jika ada BBM yang bakalan turun.

"Kalau ada penurunan biasa­nya bos langsung turun. Mungkin Senin itu kak, kan sekarang libur. Tetapi terkait dengan penurunan BBM jenis apapun saya belum dapat informasi. Apalagi sayakan anak pompa, pasti tahulah,"jelas Khairul.

Hal yang sama juga dikatakan oleh petugas pengisian BBM di Air Tawar dengan nomor SPBU 14 251 510 bernama Adek juga belum mengetahui perihal  BBM yang turun. Menurutnya, jika ada BBM yang turun pasti sudah ribut, paling tidak di media dan TV.

"Ndak tahu awak kak, kalau BBM turun. Sia yang ngecek," kata Adek dengan logat minang­nya. Adek mengaku ketika dita­nya Haluan lah dia tahu BBM turun lagi.

"Jika BBM turun lagi, bagus­lah itu. Kan masyarakat juga yang senang. Tetapi, yang pasti kami belum mendapatkan informasi kalau BBM turun. Apalagi, seka­rang hari libur, karyawan kantor kan libur, jadi kami tidak dapat informasi itu. Kalau iya turun langsung ditukar tarif yang ter­pajang itu,"terang Adek. (h/ows/rin/rol)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]