Konveksi Tas Aras Berpadu dengan Songket Silungkang


Selasa, 17 Mei 2016 - 03:21:24 WIB
Konveksi Tas Aras Berpadu dengan Songket Silungkang ZULKIFLIZAR, kembangkan konveksi tas di Sawahlunto. (FADIL)

SAWAHLUNTO, HALUAN — Ketika usianya masih sepuluh tahun, bapak dua anak ini telah belajar dan bekerja di salah satu konveksi tas di Kota Bukittinggi. Kini pria kela­hiran 15 Juli 1980 itu, bersama rekannya Sudarmono, menco­ba membuka usaha konveksi tas dengan label sendiri.

Lebih dari separuh usia­nya dihabiskan menekuni pembuatan tas. Mulai dari Kota Bukittinggi, Medan, Padang Pariaman, dan kini semenjak tiga bukan terakhir mencoba peruntungan kon­vek­si tas di Kota Sawahlunto. 

Baca Juga : PKKM Sumbar 2020, Sembilan Kepala Madrasah Agam Masuk 10 Besar

Mengusung label Anak Rang Sawahlunto atau Aras, dengan dua mesin jahit, kon­veksi tas dengan mengka­laborasikan bahan tas dengan tenun songket Silungkang, mulai dikembangkan di ka­wasan Khatib Sulaiman San­tur ‘Kota Arang’.

“Alhamdulillah, pesanan sudah ada dari beberapa ins­tansi dan warga sekitar, na­mun belum begitu banyak. Namanya juga masih dalam perkembangan,” ungkap Zul­kiflizar kepada Haluan, Ming­gu (15/5).

Baca Juga : DLH Kabupaten Pessel: Kepekaan Siswa Secara Dini Terhadap Ancaman Lingkungan Perlu Dilakukan

Bagi  Zulkiflizar, usaha tas masih terbilang sangat meyakinkan untuk dikem­bangkan. Sebab, kebutuhan tas terbilang tinggi, mulai dari mereka yang sekolah hingga bekerja. Hanya saja butuh promosi yang gencar ke ber­bagai pihak.

Bapak dua anak itu meng­ungkapkan, tas Aras yang diusung bersama temannya tersebut, memiliki kekhasan tersendiri. Sebab, dipadu­padankan dengan tenun song­ket Silungkang, yang meru­pakan kerajinan Sawahlunto, yang telah ada semenjak lebih dari seratus tahun silam.

Baca Juga : Personel Polri dan ASN Polres Agam Jalani Vaksinasi Covid-19

“Kalau untuk tas dari ba­han biasa itu, sudah banyak. Bahkan sudah menjamur. Namun yang dipadupadankan dengan tenun songket Silung­kang, Insya Allah baru kami yang memulainya,” terangnya.

Untuk harga sendiri, Zul­kiflizar dan Sudarmono hanya mematok di kisaran Rp60 ribu hingga Rp160 ribu. Tapi harga itu juga disesuaikan dengan anggaran maupun kualitas bahan, yang diinginkan pe­mesan.

Baca Juga : Pemkab Agam Seleksi Kafilah Menjelang MTQN Sumbar ke-39

Tas yang diproduksi pun sangat beragam. Mulai dari tas sekolah, tas laptop, tas kerja, tas pakaian, tas pancing, tas senapan, hingga tas untuk alat musik, dan tas yang dise­suaikan dengan keinginan pemesan.

Apapun bentuk tas yang diinginkan pemesan, ujar suami Leni Marlina itu, dapat diproduksi di konveksi terse­but.

Asalkan ada contoh atau­pun gambar, tas dapat dibu­atkan sesuai dengan keingi­nan.

Pria yang mengaku hanya tamat sekolah dasar itu, ber­keinginan mengembangkan usaha konveksi tas, dengan melibatkan masyarakat se­kitar, terutama kaum muda yang memang membutuhkan lapangan kerja.  (h/dil)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]