Hukum Kebiri Bagi Kejahatan Seksual Sadis


Selasa, 17 Mei 2016 - 03:40:07 WIB
Hukum Kebiri Bagi Kejahatan Seksual Sadis Ketua Divisi Sosialisasi KPAI, Erlinda.

BATAM, HALUAN —  Ketua Divisi Sosialisasi Komisi Perlindungan Anak Indo­nesia (KPAI), Erlinda, me­nga­takan bahwa hukuman kebiri dalam Perppu Ke­ja­hatan Seksual Pada Anak yang tengah dirancang, ha­nya diberikan untuk pelaku kejahatan seksual sadis, dan tidak dikenakan pada setiap pemerkosa.

“Kebiri untuk pelaku kejahatan yang sadis, misal melakukan pemerkosaan berulang-ulang, memerkosa dengan menggunakan pacul dan barang lainnya,” kata­nya di Batam, Senin (16/5).

Baca Juga : Waduh! Ada Temuan Varian Baru Covid-19 B117 di Dua Pasien Indonesia

Hukuman kebiri meru­pakan sanksi tambahan dari penetapan hakim se­belum­nya, dan menurut Erlinda, bukan pengganti atas vonis hakim.

Ia membantah anggapan sebagian orang yang menilai hukuman kebiri berlebihan, karena kejahatan seksual menimbulkan luka sangat dalam, fisik dan mental. “Ada yang bilang kebiri melanggar hak asasi ma­nusia, me­mang­nya memer­kosa itu tidak melanggar HAM” ujarnya mem­pertanyakan.

Baca Juga : Pakar Hukum: Tak Ada Pidana pada Kerumunan di Maumere

Pemerintah juga me­mikirkan perlakuan kepada penjahat seksual yang men­dapatkan hukuman kebiri agar tidak menimbulkan efek buruk. Misalnya, pe­la­ku yang mendapat hukuman kebiri kimiawi akan di­iso­lasi, tidak ditempatkan di penjara umum.

“Misalnya, ditaruh di Nusakambangan, itu pun diisolasi. Diberikan sedikit demi sedikit biar syahwat melemah. Jangan khawatir, pemberian dilakukan saat mereka masih dihukum, bukan pada saat dilepas,” katanya.

Baca Juga : Polisi Pastikan Penembakan Terhadap Gus Idris Adalah Hoaks

Ia bercerita, dalam rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) pe­kan lalu, ada empat hal yang dibahas, antara lain pem­beratan hukuman, menetap­kan kejahatan seksual se­bagai kejahatan luar biasa, pemberian tambahan huku­man berupa kebiri, dan me­letak­kan keping (chip) de­teksi pada tubuh pelaku. “Diberi chip biar bisa di­ketahui ke mana mereka pergi,” katanya.

Ia meminta masyarakat memahami kecilnya hu­ku­man untuk pelaku kejahatan seksual dengan korban Yu­yun (15) yang diperkosa 14 pria, termasuk tujuh anak-anak di bawah umur, di Bengkulu.

Baca Juga : Setahun Pandemi Covid-19, Ribuan Miskin Baru Lahir di Kota Bandung

Erlinda pun me­ngi­ngat­kan pelaku kejahatan anak di bawah umur, yang dalam UU disebutkan anak-anak sebagai pelaku kejahatan mendapatkan hukuman se­tengah dari semestinya. “Hukumannya 20 tahun dipotong setengah jadi 10 tahun,” katanya menam­bahkan. (h/ant)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 02 Maret 2021 - 17:33:03 WIB

    Waduh! Ada Temuan Varian Baru Covid-19 B117 di Dua Pasien Indonesia

    Waduh! Ada Temuan Varian Baru Covid-19 B117 di Dua Pasien Indonesia Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono mengonfirmasi temuan dua kasus mutasi virus jenis baru B117-UK di Tanah Air. Temuan virus corona ditemukan di Indonesia tepat setahun peringatan Covid-19, Senin (1/3) malam..
  • Selasa, 02 Maret 2021 - 16:55:29 WIB

    Pakar Hukum: Tak Ada Pidana pada Kerumunan di Maumere

    Pakar Hukum: Tak Ada Pidana pada Kerumunan di Maumere Pakar hukum pidana dari Universitas Indonesia (UI) Indriyanto Seno Adji menyebut kerumunan warga di Maumere yang terjadi saat Presiden Joko Widodo melintas tidak ada basis yang elementer adanya peristiwa pidana..
  • Selasa, 02 Maret 2021 - 16:24:28 WIB

    Polisi Pastikan Penembakan Terhadap Gus Idris Adalah Hoaks

    Polisi Pastikan Penembakan Terhadap Gus Idris Adalah Hoaks Polisi menyatakan peristiwa dugaan penembakan yang dialami tokoh agama Idris Al Marbawy atau Gus Idris dari Pondok Pesantren (Ponpes) Thoriqul Jannah Desa Babadan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, sejauh ini hoaks atau inf.
  • Selasa, 02 Maret 2021 - 16:03:27 WIB

    Setahun Pandemi Covid-19, Ribuan Miskin Baru Lahir di Kota Bandung

    Setahun Pandemi Covid-19, Ribuan Miskin Baru Lahir di Kota Bandung Hari ini Selasa (2/3/2021), tepat setahun lalu kasus pertama Covid-19 ditemukan di Indonesia. Pandemi menghantam segala aspek di masyarakat, salah satunya ekonomi yang merosot cukup tajam. Banyak masyarakat miskin baru yang b.
  • Selasa, 02 Maret 2021 - 14:28:19 WIB

    Jokowi Cabut Perpres Investasi Minuman Keras

    Jokowi Cabut Perpres Investasi Minuman Keras Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan untuk mencabut Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 tahun 2021 tentang tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang mengizinkan investasi minuman keras atau miras di empat wilayah di .
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]