Melindungi Perempuan


Selasa, 17 Mei 2016 - 03:50:15 WIB
Melindungi Perempuan

Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) merilis data bahwa setiap dua jam terdapat tiga perempuan menjadi korban kekerasan seksual di Indonesia. Ini berarti, ada 35 perempuan menjadi korban kekerasan seksual setiap harinya.

Komnas Perempuan mengidentifikasi kekerasan seksual memiliki 15 bentuk, yaitu: Perkosaan, intimidasi seksual terma­suk ancaman atau percobaan perkosaan, pelecehan seksual, eksploitasi seksual, perdagangan perempuan untuk tujuan seksual, prostitusi paksa, perbudakan seksual, pemaksaan perkawinan, termasuk cerai gantung. Selain itu, juga ada kasus lain, seperti pemaksaan kehamilan, pemaksaan aborsi, pemaksaan kontrasepsi dan steri­lisasi, penyiksaan seksual, penghukuman tidak manusiawi dan bernuansa seksual/diskriminatif, praktik tradisi bernuansa seksual yang membahayakan atau men­diskriminasi perempuan, dan kontrol seksual, termasuk lewat aturan diskriminatif beralasan moralitas dan agama.

Baca Juga : SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam siswa Perlu Ditinjau Ulang

Perkosaan dan kekerasan terhadap perempuan tak mengenal tempat.  Di kantor, di jalanan, di kampus, bahkan di rumah, hal itu bisa terjadi. Banyak kasus yang telah diungkap ke publik, baik melalui media mindstream, maupun media sosial.

Sebenarnya, kekerasan terhadap perem­puan itu tak hanya soal perkosaan. Jenis kekerasan terhadap perempuan lainnya, fisik, psikis, ekonomi, maupun seksual juga kerap terjadi. Misalnya, seorang ayah dan kakak laki-lakinya yang gemar memukul dan melakukan kekerasan fisik lainnya terhadap adik-adik perempuannya. Lalu,  kekerasan dalam pacaran, kerap dilecehkan, diintimidasi, dan dilarang melakukan hal-hal yang ia suka dan kekerasan lainnya.

Baca Juga : Jangan Ikuti! Iblis Penebar Hoaks Pertama

Karena itu, Dinda Nuurannissaa Yura seorang aktivis perempuan pernah ber­pen­dapat persoalan perkosaan dan keke­rasan terhadap perempuan tidak hanya bisa diselesaikan melalui kebijakan dan peratu­ran perundang-undangan. Dia harus dimu­lai dengan perubahan para­digma masya­rakat dalam melihat bagai­mana posisi perempuan, baik terhadap laki-laki, terha­dap masyarakat, maupun terhadap negara. Budaya kita yang harus diubah, dan semua itu bisa dilakukan mulai dari diri kita sendiri.

Langkah pembinaan Badan Pember­dayaan Perempuan dan Keluarga Beren­cana (BPPr&KB) Provinsi Sumatera Barat juga perlu dikembangkan selain mengem­bangkan persoalan potensi eko­nomi agar menekan ketergantungan mereka terhadap pria.

Baca Juga : Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam

Hal ini penting untuk aplikasi dalam keseharian karena, peserta memiliki tanggung jawab untuk membesarkan dan memintarkan anak-anak yang akan menjadi generasi penerus bangsa. Pembinaan ekonomi produktif, perlu juga melakukan pemahaman pentingnya mengetahui dan membaca gelagat atas perlakuan buruk yang akan menimpa mereka.

Lebih penting dari itu, perlindungan diri dengan menjaga etika ketimuran. Perem­puan timur, jelas berbeda dalam banyak hal. Perspektif ini belakangan kerap terabaikan karena pandangan perempuan timur di­anggap kolot dibanding perempuan yang kebarat-baratan. Etika dan nilai-nilai ketimuran yang luntur menjadi tanggung jawab pemangku kepentingan termasuk keluarga. (*)

Baca Juga : Prabowo dan Habib Rizieq

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 09 Februari 2021 - 14:07:37 WIB

    SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam siswa Perlu Ditinjau Ulang

    SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam  siswa Perlu Ditinjau Ulang Ternyata persoalan pemakaian jilbab bagi siswi Non Muslim di SMKN 2 Padang,  belum berakhir. Pemberitaannya hiruk pikuk dan viral  diperbincangkan secara nasional dalam dunia pendidikan. Sampai Mendikbud terpancing angkat b.
  • Kamis, 04 Februari 2021 - 14:45:37 WIB

    Jangan Ikuti! Iblis Penebar Hoaks Pertama

    Jangan Ikuti!  Iblis Penebar Hoaks Pertama Kita barangkali akrab dengan cerita Nabi Adam ‘alaihissalam diciptakan oleh Allah SWT sebagai khalifah. Melalui anugerah ilmu, Allah memuliakan Nabi Adam di atas malaikat dan iblis..
  • Senin, 01 Februari 2021 - 16:58:52 WIB

    Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam

    Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam Syekh Muhammad Djamil Djambek adalah ulama pelopor pembaruan Islam dari Sumatra Barat awal abad ke-20, dilahirkan pada tahun 1860 di Bukittinggi, terkenal sebagai ahli ilmu falak terkemuka..
  • Senin, 04 Januari 2021 - 09:37:20 WIB

    Prabowo dan Habib Rizieq

    Prabowo dan Habib Rizieq Partai Gerindra sungguh seperti berkayuh di antara dua karang dalam bersikap terhadap kasus yang dialami Habib Rizieq Sihab (HRS), Ormas dan pengikutnya sekarang ini. .
  • Kamis, 31 Desember 2020 - 20:46:02 WIB

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam TAHUN 2020 segera akan berakhir. Tahun 2021 segera akan tiba. "Selamat tinggal tahun 2020. Selamat tinggal tahun kelam. Selamat tinggal tahun yang penuh dengan kepahitan hidup. .
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]