Menunggu Diresmikan Kemensos

Panti Anak Tersandung Hukum Selesai


Selasa, 17 Mei 2016 - 04:24:19 WIB
Panti Anak Tersandung Hukum Selesai

PADANG, HALUAN — Pemko Padang telah membangun panti rehabilitasi khusus anak yang tersandung hukum di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah.

Panti ini tak hanya di­khu­suskan untuk pelaku criminal anak, namun juga ditujukan bagi korban maupun saksi yang masih di bawah usia 12 tahun.

Baca Juga : Dinkes Kota Padang Sebut Vaksinasi Tahap Kedua Targetkan Lansia dan Aparat Pelayan Publik

Kabid Pelayanan dan Re­habilitasi Dinas Sosial Tenaga Kerja Padang, Miral Masri Dt. Bandaro mengatakan pem­bangunan panti sudah selesai tinggal peresmian oleh Ke­menterian Sosial.

“Jika program ini sudah dijalankan, maka Kota Pa­dang adalah daerah ke-enam yang dipercaya oleh pe­me­rintah pusat untuk mengelola program ABH atau anak ber­hadapan dengan hukum,” ujar Miral, Senin (16/5).

Baca Juga : Jadwal Shalat untuk Kota Padang dan Sekitarnya Selasa 02 Maret 2021

Program ini merupakan pelaksanaan dari undang-undang tentang sistem pera­dilan anak. Dimana setiap kasus hukum yang melibatkan anak-anak, mereka tidak ha­nya disangka sebagai pelaku tapi bisa masuk dalam kate­gori korban dan saksi.

“Berdasarkan aturan UU inilah  tidak diperbolehkan menangani perkara anak di pengadilan pidana umum, tetapi harus dengan diversi yang artinya anak harus di panti rehabilitasi ABH apa­pun kasusnya,” ungkapnya.

Baca Juga : Pipa Perumda AM di Sungai Lareh Padang Bocor, Ini Daerah Terdampak

Anak yang mendapatkan perlakuan diversi itu meru­pakan anak yang berumur kurang dari 12 tahun dengan tuntutan pidana kurang dari tujuh tahun dengan berbagai macam kasus.

“Itu sudah menjadi kese­pakatan semua pihak, dimana anak yang menjadi pelaku ataupun korban tidak perlu dalam sistem peradilan umum, tapi diversi,” ujarnya.

Baca Juga : Jadwal Shalat untuk Kota Padang dan Sekitarnya Senin 01 Maret 2021

Latar belakang adanya pendirian LPKS-ABH ini se­la­in merupakan tindak lanjut dari UU, juga sebagai upaya untuk tetap memberikan hak anak untuk tumbuh dan ber­kembang.

“Mereka tidak layak bera­da di balik jeruji, sebab justru ke depannya bisa menim­bulkan sifat negatif, seperti niatan untuk melakukanbalas dendam. 

Jika mereka masih kecil, namun dalam penanganan perkara seperti perkara orang dewasa dikhawatirkan mereka akan menjadi terpengaruh.

“Mudah-mudahan dengan adanya program ini seluruh anak di kota ini bisa terse­lamatkan dari pengaruh pela­ku kejahatan dan dapat dibina dengan baik secara pende­katan sosial di sebuah bangu­nan yang layak,”harapnya. (h/mg-ang)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]