Pasca Munaslub Golkar Perlu Lebih Kompak


Rabu, 18 Mei 2016 - 03:33:38 WIB
Pasca Munaslub Golkar Perlu Lebih Kompak

TANYA siapa yang akan menjadi Slipi 1 alias Ketua Umum Partai Golkar, terjawab sudah. Dalam Mu­sya­warah Nasional Luar Biasa (Munaslub) partai berlambang pohon beringin pada Selasa (17/5) dinihari, akhirnya Setya Novanto terpilih sebagai Ketua Umum partai yang berkantor Pusat di kawasan Slipi Jakarta ini.

Kita pantas mengucapkan selamat karena kita menilai Setya Novanto telah terpilih melalui pemilihan yang demokratis dan elegan. Kita menilai demikian,  karena Mu­naslub  Golkar kali ini secara kasat mata memang telah berjalan mulus.

Baca Juga : SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam siswa Perlu Ditinjau Ulang

Adalah sebuah fakta bahwa selama ini kepengurusan Golkar telah terbelah dalam dua kubu yakni kubu Agung Laksono dan kubu Aburizal Bakrie. Kita mencermati selama ini perseteruan kedua kubu tersebut memang amat panas, bahkan  cendrung tidak sehat lagi.

Namun inilah faktanya,  kisruh yang melanda partai beringin selama dua tahun terakhir, justru  tidak membias dalam arena Munaslub di Bali kali ini, bahhkan hingga di saat -saat yang paling krusial sekalipun, pemilihan Ketua Umum.

Baca Juga : Jangan Ikuti! Iblis Penebar Hoaks Pertama

Dalam pemilihan itu Setya Novanto memperoleh suara sebanyak 277 dan Ade Komarudin 173 suara. Perolehan suara Ade Komarudin (Akom) menembus 30 persen dari 554 suara di bawah Novanto yang sudah terlebih dulu memenuhi persyaratan untuk lolos itu.

Seharusnya, pemilihan putaran kedua terjadi dengan dua orang calon, yaitu Setya Novanto dan Akom. Namun Akom me­milih untuk legowo mundur. Dengan demikian Novanto terpilih secara aklamasi tanpa pemungutan suara tahap kedua. Bahkan Akom menyatakan siap memberi dukungan penuh kepengurusan Novanto yang terpilih memimpin Golkar pada periode 2014-2019.

Baca Juga : Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam

Sebagaimana partai lainnya, bagi kita  partai Golkar juga adalah asset bangsa. Apa lagi Golkar adalah sebuah partai besar yang bila terjadi guncangan diinternalnya,  sedikit banyak tentu akan memengaruhi kondisi berbangsa dan bernegara.

Justru itu kita menyambut hangat ter­pilihnya Ketum Golkar yang baru. Lebih da­ri itu, kita mengapresiasi prosesi Munas­lub yang demokratis dan elegan, yang men­cerminkan Golkar memang sebuah partai besar yang matang dan berpenga­la­man.

Baca Juga : Prabowo dan Habib Rizieq

Sejatinya pasca Munaslub, kondisi demikian terus dipelihara dan ditingkatkan. Sebab, apapun biang dan alasannya, kisruh politik yang berkepanjangan dan berlarut-larut akan merugikan partai itu sendiri.

Bahkan konflik dan perseteruan yang berlarut-larut hanya akan membuat kita dan semua masyarakat jenuh, yang pada akhir­nya bisa memupus kepercayaan pada  partai politik, dan  bahkan pada perlu-tidaknya Pemilu. Kini Partai Golkar telah menye­lesaikan masalahnya sendiri dengan elegan. Dise­lesaikan oleh pengurus dan kader-kadernya sendiri.

Partai tanpa kisruh, tanpa konflik adalah ke­butuhan mutlak Golkar sendiri. Apa lagi ta­hun depan, 17 Februari 2017 akan di­laksanakan Pilkada  Serentak dengan 7 Pil­kada proivinsi, 76 kabupaten dan 18 kota. Pastilah partai Golkar sangat berke­pentingan dan berharap memenang Pilkada serentak itu. (*)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 09 Februari 2021 - 14:07:37 WIB

    SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam siswa Perlu Ditinjau Ulang

    SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam  siswa Perlu Ditinjau Ulang Ternyata persoalan pemakaian jilbab bagi siswi Non Muslim di SMKN 2 Padang,  belum berakhir. Pemberitaannya hiruk pikuk dan viral  diperbincangkan secara nasional dalam dunia pendidikan. Sampai Mendikbud terpancing angkat b.
  • Kamis, 04 Februari 2021 - 14:45:37 WIB

    Jangan Ikuti! Iblis Penebar Hoaks Pertama

    Jangan Ikuti!  Iblis Penebar Hoaks Pertama Kita barangkali akrab dengan cerita Nabi Adam ‘alaihissalam diciptakan oleh Allah SWT sebagai khalifah. Melalui anugerah ilmu, Allah memuliakan Nabi Adam di atas malaikat dan iblis..
  • Senin, 01 Februari 2021 - 16:58:52 WIB

    Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam

    Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam Syekh Muhammad Djamil Djambek adalah ulama pelopor pembaruan Islam dari Sumatra Barat awal abad ke-20, dilahirkan pada tahun 1860 di Bukittinggi, terkenal sebagai ahli ilmu falak terkemuka..
  • Senin, 04 Januari 2021 - 09:37:20 WIB

    Prabowo dan Habib Rizieq

    Prabowo dan Habib Rizieq Partai Gerindra sungguh seperti berkayuh di antara dua karang dalam bersikap terhadap kasus yang dialami Habib Rizieq Sihab (HRS), Ormas dan pengikutnya sekarang ini. .
  • Kamis, 31 Desember 2020 - 20:46:02 WIB

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam TAHUN 2020 segera akan berakhir. Tahun 2021 segera akan tiba. "Selamat tinggal tahun 2020. Selamat tinggal tahun kelam. Selamat tinggal tahun yang penuh dengan kepahitan hidup. .
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]