TMMD Upaya Menjaga Kemanunggalan TNI – Rakyat


Rabu, 18 Mei 2016 - 03:34:57 WIB
TMMD Upaya  Menjaga Kemanunggalan TNI – Rakyat

Keharmonisan dan kebersamaan ataupun kemanunggalan TNI dengan rakyat  telah menjadi salah satu pilar untuk tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan merupakan suatu kekuatan yang sangat dahsyat  dalam upaya mempertahankan keutuhan NKRI yang sangat kita cintai bersama.

Peran rakyat tidak dapat kita lepaskan dari sejarah pembentukan TNI, tentu ti­dak bisa kita lupakan begitu saja bahwa TNI berasal dari rakyat, untuk rakyat dan ber­juang bersama-sama dengan rakyat. Dengan kebersamaan dan berkat kerja sama yang baik antara rakyat dengan TNI, bangsa ini bebas dari penjajahan, menjadi bangsa yang merdeka, berdaulat sam­pai saat ini.

Baca Juga : SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam siswa Perlu Ditinjau Ulang

Sejarah telah membuk­tikan berkat kerja sama serta kebersamaan yang erat  antara rakyat dengan TNI serta kom­ponen bangsa lainnya, bangsa Indonesia telah bebas dari penjajahan dan berdiri men­jadi bangsa yang merdeka serta berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lainnya di du­nia sampai dewasa ini.

Kemanunggalan TNI de­ngan rakyat inilah yang harus tetap kita jaga dan kita peli­hara, sebagai salah satu sarana menjaga kemanunggalan TNI dengan rakyat, perlu dibentuk suatu kegiatan yang dilak­sanakan secara bersama-sama antara TNI dan rakyat serta seluruh komponen ma­sya­rakat lainnya. Salah satu program untuk mewujudkan semua itu adalah program TMMD yang dilaksanakan secara serentak diseluruh pelosok nusantara mulai dari Sabang sampai Merauke serta dilaksanakan secara ber­ke­sinambungan.

Baca Juga : Jangan Ikuti! Iblis Penebar Hoaks Pertama

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) merupakan operasi bhakti TNI yang dilaksanakan seca­ra terpadu dan lintas sektoral bersama kementerian/lem­ba­ga non kementerian, peme­rin­tah daerah dan segenap kom­ponen masyarakat seba­gai upaya mendukung pro­gram pemerintah dalam per­ce­­patan pembangunan di da­erah.

Kegiatan TMMD sudah menjadi program prioritas pemerintah yang melibatkan TNI, Polri dan instansi terkait lainnya, mengingat kegiatan TMMD selalu menge­de­pan­kan kepentingan masyarakat dimana untuk mendukung keberhasilan program terse­but dibutuhkan  peran aktif dari seluruh komponen ma­syarakat guna memelihara kemitraan, kemandirian serta menuju kearah perubahan sikap, kemajuan wilayah dan taraf hidup masyarakat.

Baca Juga : Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) merupakan ke lanjutan dari program ABRI Masuk De­sa(AMD) yang dimulai sejak tahun 1980 dan dilaksanakan secara terpadu antara TNI, Departemen/Lembaga Non Departemen dan masyarakat. Ini merupakan implementasi budaya gotong royong ini telah mengakar di Negara kita. Melalui semangat keber­sa­maan, persaudaraan, persa­tuan dan kesatuan untuk ber­sama-sama serta besatu padu membangun daerahnya ma­sing-masing. Dalam konteks kemanunggalan TNI-Rakyat seluruh

Tujuan kegiatan TMMD adalah meningkatkan kese­jah­teraan masya­rakat, me­ning­katkan dan me­man­tap­kan kesadaran ber­ma­sya­ra­kat, berbangsa, bernegara, belanegara dan disiplin na­sio­nal.

Baca Juga : Prabowo dan Habib Rizieq

Ti­tik be­rat Program TM­MD adalah di desa miskin, terisolir dan terpencil,serta daerah kumuh per­­kotaan. Ke­giatan  TMMD dilaksanakan melalui pro­gram terpadu lintas sek­toral. Guna mem­ban­tu kelancaran tu­gas pelaksanaan TMMD ter­sebut, maka pada setiap De­partemen/Lem­baga Non De­partemen dibentuk Tim Asis­tensi Inter Departemen baik di tingkat Pusat maupun di tingkat  Propinsi.

Strategi ABRI Masuk De­sa yang pada awalnya meru­pa­kan konkretisasi ke­ma­nung­galan ABRI dengan Rak­­­yat, dalam perkem­ba­ngan­nya berhasil me­ning­katkan kemanunggalan ABRI dengan rakyat, sehingga rak­yat secara sukarela siap men­dukung tugas ABRI manakala Negara membutuhkan.

Strategi ABRI Masuk De­sa ternyata menjadi program andalan bagi Pemerintahan Presiden Soeharto pada saat itu. Program tersebut yang pada awalnya untuk mencapai kemanunggalan ABRI de­ngan Rakyat, ternyata berim­bas positif dalam percepatan pelaksanaan program pem­bangunan yang dicanangkan oleh pemerintah.

Strategi ABRI Masuk De­sa sangat membantu perce­patan pembangunan, teru­tama pembangunan di desa-de­sa terpencil yang menga­lami kesulitan karena kondisi geografis, sehingga sulit di­jang­kau pembangunan. Mela­lui program ini permasalahan tersebut dapat diatasi bahkan sangat menghemat penge­luaran anggaran pemerintah.

Seiring dengan adanya Reformasi ABRI, dengan dipisahkannya Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan TNI melalui upacara pemisahan pada tanggal 1 April 1999, ABRI Masuk Desa berubah nama menjadi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Perubahan sebutan dari ABRI Masuk Desa menjadi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), ternyata tidak merubah tujuan awal dari dicetuskannya pelaksanaan AMD untuk pertama kalinya, selain untuk lebih mem­pere­rat kemanunggalan TNI de­ngan Rakyat, juga mening­katkan kesejahteraan masya­rakat, meningkatkan dan memantapkan kesadaran ber­masyarakat, berbangsa, ber­negara, bela negara dan di­siplin nasional.

Pada program TMMD Ke-96 tahun 2016 ini dilak­sanakan di be­be­rapa da­erah wi­la­yah di seluruh  Indonesia. Lokasi yang dipilih, terutama di daerah tertinggal, terisolasi, perbatasan, daerah kumuh perkotaan serta daerah lain yang terkena dampak ben­cana. Khususnya di wilayah Kodim 0307/Tanah Datar ke­giatan TMMD di lak­sa­na­kan di Kecamatan Salim­pa­ung Kabupaten Tanah Da­tar yang terdiri dari Nagari Sa­lim­paung, Nagari Lawang Man­dailing dan Nagari Supa­yang.

Program TMMD sangat dibutuhkan dalam mem­per­cepat proses pembangunan dan peningkatan kesejah­te­raan masyarakat di Kabu­paten Tanah Datar khusunya Kecamatan Salimpaung. Pem­­­bangunan fisik yang dila­kukan berupa pelebaran serta pengerasan jalan se­panjang 3.400 meter, pem­bangunan irigasi sepanjang 240 meter, perbaikan Mu­sholla seba­nyak 2 buah, pembangunan MCK seba­nyak 2 buah serta pem­ba­ngunan dan perbaikan RT­LH sebanyak 13 unit.

Sementara pem­ba­ngu­nan non fisik meliputi pe­nyu­luhan wawasan kebang­saan, penyuluhan hukum, bantuan administrasi ke­pendudukan, bela negara, penyuluhan per­tanian,  pe­nyuluhan KB-KES, penyu­luhan perbankkan, pe­mu­taran film perjuangan, pe­nyuluhan Narkoba serta ke­giatan-kegiatan lainnya.

Sesuai dengan substansi tujuan TMMD yakni kema­nunggalan TNI dan rakyat, program ini tidak hanya meli­batkan TNI saja, juga meli­batkan segenap komponen masyarakat lainnya, baik un­sur pemerintah daerah mau­pun instansi non pemerintah bersama masyarakat. Hal yang sangat positif dari pelak­sanaan TMMD yang dapat kita lihat adalah menguatkan serta menanamkan kembali budaya gotong-royong dalam masyarakat dimana budaya ini merupakan budaya lelu­hur yang telah berlangsung sejak dulu dan merupakan salah satu kekuatan bangsa Indo­nesia. Semoga dengan adanya kegiatan TMMD Ke-96 tahun 2016 khususnya diwilayah Kodim 0307/Ta­nah Datar dapat menjadi kunci dalam upaya menjaga Kema­nung­galan TNI - Rak­yat di wilayah Kabupaten Tanah Datar. (*)

 

LETKOL ARM BAGUS TRI KUNTJORO, SH
(Dandim 0307/Tanah Datar Rem 032/Wbr Kodam I/BB)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 09 Februari 2021 - 14:07:37 WIB

    SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam siswa Perlu Ditinjau Ulang

    SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam  siswa Perlu Ditinjau Ulang Ternyata persoalan pemakaian jilbab bagi siswi Non Muslim di SMKN 2 Padang,  belum berakhir. Pemberitaannya hiruk pikuk dan viral  diperbincangkan secara nasional dalam dunia pendidikan. Sampai Mendikbud terpancing angkat b.
  • Kamis, 04 Februari 2021 - 14:45:37 WIB

    Jangan Ikuti! Iblis Penebar Hoaks Pertama

    Jangan Ikuti!  Iblis Penebar Hoaks Pertama Kita barangkali akrab dengan cerita Nabi Adam ‘alaihissalam diciptakan oleh Allah SWT sebagai khalifah. Melalui anugerah ilmu, Allah memuliakan Nabi Adam di atas malaikat dan iblis..
  • Senin, 01 Februari 2021 - 16:58:52 WIB

    Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam

    Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam Syekh Muhammad Djamil Djambek adalah ulama pelopor pembaruan Islam dari Sumatra Barat awal abad ke-20, dilahirkan pada tahun 1860 di Bukittinggi, terkenal sebagai ahli ilmu falak terkemuka..
  • Senin, 04 Januari 2021 - 09:37:20 WIB

    Prabowo dan Habib Rizieq

    Prabowo dan Habib Rizieq Partai Gerindra sungguh seperti berkayuh di antara dua karang dalam bersikap terhadap kasus yang dialami Habib Rizieq Sihab (HRS), Ormas dan pengikutnya sekarang ini. .
  • Kamis, 31 Desember 2020 - 20:46:02 WIB

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam TAHUN 2020 segera akan berakhir. Tahun 2021 segera akan tiba. "Selamat tinggal tahun 2020. Selamat tinggal tahun kelam. Selamat tinggal tahun yang penuh dengan kepahitan hidup. .
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]