Tim Thomas dan Uber Indonesia Beda Nasib


Rabu, 18 Mei 2016 - 03:44:35 WIB
Tim Thomas dan Uber Indonesia Beda Nasib PEBULU tangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska (kanan) terjatuh saat mencoba mengembalikan kok ke arah lawannya pebulu tangkis Thailand Nitchaon Jindapol (kiri) pada pertandingan penyisihan Grup C Piala Uber 2016 di Kunshan Sport Center Gymnasium, Tiongkok, Selasa (17/5). (ANTARA)

KUNSHAN, HALUAN —Tim Uber dan Thomas In­do­nesia mengalami nasib yang berbeda dalam babak pen­yisihan yang digelar Selasa (17/5) di Kunshan Sport Center Stadium. Tim Uber mengalami kekalahan dengan skor 2-3 dari Thailand dan Tim Thomas meraih keme­nangan dengan skor 4-1 dari Thailand.

Poin pertama diraih tim Thomas  Indonesia melalui tunggal putra Tomimy Su­giarto yang meraih keme­nangan atas  Tanongsak Saen­somboonsuk dengan skor 24-22 dan 21-18.

Baca Juga : Wah, Ada Hadiah Rp2 Miliar untuk Juara Piala Menpora

  Poin kedua didapatkan dari Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi, setelah menggalahkan Kedren Kit­tinu­pong/Nipitphon Puang­puapech 20-22, 21-10, 21-12.

Poin ketiga diraih oleh Jonatan Christie setelah me­nga­lahkan Hosit Phetpradab, dengan skor 15-21, 21-8, 21-17.  Thailand sempat me­nge­jar ketertinggalan melalui Puavaranukroh Dechapol/Bodin Issar setelah menga­lah­kan Gideon Markus Fernaldi/Kevin Sanjaya Sukamuljo dengan skor 14-21, 21-11, dan 17-21. Pebulutangkis tunggal putra Anthony Ginting me­mastikan Indonesia menang 4-1 atas Thailand. Dia me­ngan­daskan perlawanan Adul­rach Namkul dengan 21-18 dan 21-19.

Baca Juga : Skuat Garuda Ingin Berikan Hasil Terbaik di Dua Laga Uji Coba

Sementara itu tim Uber kalah dengan skor 3-2 dari Thailand. Dengan hasil ini, maka Indonesia menjadi run­ner up grup C. Peringkat ketiga dan keempat masing-masing ditempati Hong Kong dan Bulgaria.

Poin kemenangan Thailand ditentukan oleh pasangan ganda putri Jongkolphan Kit­tiharakul/Rawinda Pr­a­jongjai yang me­nga­lahkan Tiara Rosalia Nuraidah/Anggia Shi­tta Awanda dengan skor 14-21, 21-17, 24-22 lewat laga dramatis berdurasi 75 menit.

Baca Juga : Barcelona Geger, Kantor Manjemen Digeledah Polisi

Dua poin se­belu­m­nya dicuri Thailand dari sektor tunggal le­wat kemenangan Rat­chanok Intanon atas Maria Febe Ku­su­mastuti serta Busanan Ong­bum­rungphan yang men­ga­lah­kan Hanna Ramadini. Dua poin yang dimiliki Indonesia datang dari pasangan ganda putri Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari usai menekuk Sapsiree Tae­rat­tanachai/Puttita Supajirakul serta Gregoria Mariska.

Strategi Indonesia sedikit meleset dengan lepasnya ke­menangan di ganda putri ke­dua yaitu Tiara/Anggia. Dua nomor ganda sudah dibidik skuat putri Indonesia dan Gregoria memang sudah di­per­kirakan bakal mampu mencuri kemenangan.

Baca Juga : Wah! David Beckham Punya Rencana Gabungkan Messi dan Ronaldo dalam Satu Tim

“Memang hasil ini tidak seperti yang diperkirakan, pertaruhannya di tunggal ketiga, kami memasang de­butan dan bisa berhasil. Hasil ini membuat langkah tim Uber lebih berat, karena di perempat final kami akan bertemu para juara grup,” kata Achmad Budiharto, Chef de Mission tim Thomas dan Uber Indonesia.

Meski berat, namun Indo­nesia akan optimis untuk menghadapi laga ter­se­but. ”Tetapi ini harus kita hadapi, dengan predikat underdog, mudah-mudahan pemain ka­mi bisa tampil lepas,” tambah Budiharto yang ditemui di Kunshan Sport Center.

Indonesia sendiri masih berpeluang untuk melakukan pembalasan dengan Thailand dibabak perempat final nanti. “Tim Uber Indonesia ada kesempatan ketemu Thailand lagi di perempat final dan peluang kami terbuka. Sebe­tulnya tadi Tiara/Anggia pu­nya kesempatan di game ke­dua dan ketiga tetapi Tuhan berkata lain,” tutur Wakil Sekretaris Jenderal PP PBSI ini. (h/san)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]