BI Galakkan Transaksi Nontunai


Rabu, 18 Mei 2016 - 04:28:36 WIB
BI Galakkan Transaksi Nontunai KEPALA BI Perwakilan Sumbar, Puji Atmoko bersama jajarannya berfoto bersama Pemimpin Umum Haluan, Zul Effendi bersama jajaran Haluan usai berdiskusi di kantor media tersebut, Lanud Tabing, Padang, Selasa (17/5). ( HOLY ADIB)

PADANG, HALUAN - Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) terus menggalakkan pemba­yaran menggunakan uang elektronik. Transaksi de­ngan pembayaran elektro­nik selain memudahkan masyarakat, juga mengu­rangi terjadinya suap atau­pun korupsi.

“Kami terus mengem­bangkan dan mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan pembayaran men­g­gunakan uang elek­tronik. Baru-baru ini untuk pembayaran bus Trans Pa­dang kami telah me­nyosia­lisasikan pembayaran kar­cis melalui uang elektronik yang sudah difasilitasi oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI),” ujar Kepala BI Pro­vinsi Sumbar Puji Atmoko saat bertandang ke Kantor Harian Haluan, Selasa (17/5). Ia didampingi oleh De­puti Kepala Perwakilan BI Bimo Epyanto, Kepala Devisi Sistem Pembayaran dan Pengeluaran Uang Ru­piah Rihando, Protokoler Ilham Suwardi dan Humas Farisan.

Baca Juga : Sebanyak 5000 Orang di Kota Padang Telah Ikuti Vaksinasi Tahap Kedua

Puji menuturkan, pem­ba­yaran dengan mengguna­kan uang elektronik bisa diguna­kan di tempat-tempat yang ter­sedia seperti swalayan, mal, pembayaran karcis dan lain sebagainya. “Jadi, jika ada kem­balian pembayaran yang biasanya ditutupi dengan permen maka dengan uang elektronik masya­rakat tidak usah khawatir lagi. Uang tersimpan di dalamnya yang membuat masyarakat menjadi aman dan tepat guna,” ulasnya.

Ia juga menginformasikan kepada masayarakat Sumbar tentang mudahnya cara meng­gunakan uang elektronik. Selain itu, juga memberikan perbedaan antara transaksi elektronik dan uang elektronik supaya masya­rakat bisa paham.

Baca Juga : Jadwal Shalat untuk Kota Padang dan Sekitarnya Minggu 07 Maret 2021

“Untuk transaksi elektronik seperti transaksi menggunakan kartu ATM untuk transfer me­lalui bank ke bank, kemudian kartu kredit. Sementara uang elektronik digunakan setelah mengisi saldo maksimal Rp1 juta dan minimal berapa pun. Kemu­dian, mudahnya uang elektronik bisa kita gunakan di mana saja,” jelasnya.

Uang elektronik, kata Puji, aman dan dilindungi oleh BI. Uang elektronik tidak ada bunga­nya ataupun pemotongan admi­nistrasi seperti kartu ATM. Cara­nya juga mudah, cukup ditem­pelkan saja di mesin yang sudah tersedia dan pecahannya juga kecil.

Baca Juga : Cegah Perceraian dan Kekerasan, Kemenag Padang Dukung Raperda PKK

“Mari bersama kita gunakan transaksi non tunai dan nikmati keamanan serta kenyamanannya yang sudah dilindungi serta diatur oleh BI,” paparnya.

Banyak UTLE di Sumbar

Baca Juga : Gempa 5,8 Magnitudo Guncang Padang, Pasien dan Keluarga di RSUP M Djamil Berhamburan

Selain itu, Puji menyam­paikan, banyak Uang Tak Layak Edar (UTLE) atau rusak di Sumbar.  Pada 2015, pihaknya memusnahkan Rp 6,4 trilun UTLE. BI memperoleh uang tersebut dari transaksi bank, warga yang menukarkan UTLE ke bank, dan sebagainya.

Semakin banyak uang yang dimusnahkan, kata Puji, semakin banyak pula biaya yang dibutuh­kan oleh BI untuk mencetak uang kembali. Untuk itulah pihaknya gencar menyosialisasikan peng­gu­naan uang elektronik di tengah masyarakat karena jika transaksi nontunai berkurang, jumlah UTLE juga berkurang sehingga biaya cetak uang baru juga ber­kurang. (h/win/dib)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]