Industri Sulaman Hasilkan Rp18 Juta Sebulan


Kamis, 19 Mei 2016 - 03:58:10 WIB
Industri Sulaman Hasilkan Rp18 Juta Sebulan Pemilik Sulaman Indah Mayang, Fitrinawati, didampingi Sekretaris Diskoperindag Kota Pariaman, Syaiful Azman, dan pengrajin sulaman mato samek hasil, Leni, di toko tersebut, depan Stasiun Kerata Api Nareh, desa Padang Birik Birik, Selasa (17/5). (FITRA YANDI)

PARIAMAN, HALUAN — Berprofesi sebagai guru dan pernah menjadi pengrajin sulaman, Fitrinawati (48), bercita-cita meningkatkan penghasilan dan sumber daya manusia (SDM) pengrajin sulaman di sekitar rumahnya. Penghasilan meningkat dengan berproduksi sulaman secara terus menerus.

Peningkatan SDM dalam bidang kualitas sulaman, mam­pu mengenali sejarah dan jenis sulaman, dan ke­mampuan melakukan pro­mosi dalam pemasaran.

Cita-cita tersebut dibuk­tikannya dengan mendirikan usaha sendiri pada 2003 de­ngan merek dagang “Sulaman Indah Mayang”. Usaha in­dustri rumah tangga di Desa Padang Birik Birik, Pariaman Utara, Kota Pariaman itu saat ini memperkerjakan 25 orang, yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga dengan keahlian yang ber­beda, seperti sulam benang emas, sulam mato samek, dan sulam suji.

Menjadikan salendang balapak sulam kapalo samek sebagai produk unggulan, Sulaman Indah Mayang diba­ngun dari kondisi nol. Be­berapa langkah dilakukan Fitri agar usaha sulaman bisa menjadi usaha yang bisa meng­hidupi orang banyak.

Memulai dengan mem­buat sendiri selendang bala­pak sulam kapalo samek se­kitar lima helai, Fitri mela­kukan promosi kepada teman kerja di sekolah dan sanak famili di rantau, termasuk mendatangi rumah yang dike­nalnya saat belanja di pasar atau bertemu di suatu tempat.

“Selendang yang saya buat sendiri langsung saya per­lihatkan dan tawarkan kepada teman-teman. Mereka malah mangajak untuk datang ke rumah saat bertemu di jalan agar bisa melihat selendang yang saya buat,” cerita Fitri­nawati saat Ha­lu­an me­ngun­jungi tokonya di depan Sta­siun Kerata Api Nareh, desa Padang Birik Birik, Selasa (17/5).

Selendang sulaman Fitri tersebut sangat menarik dan laku semua. Ketika pesanan mulai datang, Fitri mencari tambahan modal dengan pro­gram binaan. Sejak mendapat binaan dari perusahaan besar, seperti Jamsostek dan Tel­kom, dan perbankan, Su­laman Indah Mayang mulai berkembang, tidak hanya dari jumlah tenaga kerja, tetapi juga jumlah produksi dan kualitas produknya.

Fitri menceritakan, lang­kah berikutnya adalah mem­promosikan produk dengan skala yang lebih besar. Pro­mosi tidak hanya melalui rumah ke rumah, tetapi juga rajin mengikuti pameran. Hampir separuh daerah di Indonesia sudah dijajaki Fitri melalui pameran. Termasuk juga melakukan pameran di negara tetangga, seperti Ma­lay­sia dan Singapura. Ia me­ngikuti pameran itu dibawa dan dibiayai oleh Dinas Ko­perindag Kota Pariaman dan Dinas Koperasi dan UMKM Sumatera Barat, serta BUMN

“Alhamdulillah, bera­pa­pun produk yang dibawa ke­tika suatu pameran, habis terjual,” tutur Fitri.

Membuat usaha yang meng­hasilkan produk, sam­bung Fitri, kendala pada umumnya berkisar pada mo­dal, sulit mencari tenaga kerja yang bisa menyulam, dan promosi pemasaran. Namun, berkat turut sertanya Dinas Koperindag Kota Pariaman, beberapa kendala bisa diatasi, seperti diadakannya pelatihan menyulam kepada 60 orang yang difasilitasi oleh Dis­ko­perindag Kota Pariaman dan Badan Diklat Sumbar.

“Ada program pelatihan dari Balai Diklat Industri Sumbar untuk UMKM. Ka­rena keterbatasan anggaran, Diskoperindag Kota Paria­man memberikan reko­men­dasi yang dikeluarkan Wali­kota Pariaman dan mem­fasilitasi pelatihan dengan peserta 60 orang,” kata Syaful Azman, Sekretaris Disko­perindag Kota Pariaman di toko Sulaman Indah Mayang.

Proses pembuatan selen­dang bisa memakan waktu 40 sampai 60 hari. Dengan biaya pembuatan Rp400 ribu, ten­tunya tidak mencukupi ke­butuhan harian. Rentang har­ga selendang dengan baju penganten dari Rp2,5 juta sampai Rp5 juta, tergantung motif dan modelnya. Sedang­kan khusus selendang, mulai Rp250 ribu hingga Rp2,5 juta. Omzet yang diperolehnya setiap bulan rata-rata sebesar Rp18 juta. 

“Walau sulaman ini meru­pakan produk yang sudah lama, tetapi saya yakin ma­syarakat tetap menyukai dan kembali mencari produk-produk lama atau tradisional ini,” jelas Fitri. (h/mg-fyt)





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 05 November 2019 - 15:28:15 WIB

    Antrian Panjang di SPBU, Pertamina Tuding Mobil Industri Sedot BBM Subsidi

    Antrian Panjang di SPBU, Pertamina Tuding Mobil Industri Sedot  BBM Subsidi SOLOK SELATAN, HALUAN - Antrian kendaraan berbahan bakar bio solar hingga kini masih berlangsung di titik pengisian SPBU di Solok Selatan (Solsel). Truk, minibus dan kendaraan lainnya  berbahan bakar solar 'ngetem' untuk men.
  • Sabtu, 15 April 2017 - 03:28:45 WIB

    Industri Sawit Tingkatkan Ekonomi Sumbar

    PADANG, HALUAN – Opini yang berkembang selama ini adalah industri minyak sawit hanya bermanfaat bagi pelakunya dan kurang memberi manfaat bagi perekonomian Indonesia secara keseluruhan. Padahal, industri minyak sawit berhas.
  • Kamis, 25 Agustus 2016 - 04:10:07 WIB

    Industri Rokok Klobot Resah

    Industri Rokok Klobot Resah MADIUN, HALUAN — Meski pemerintah sudah membantah kabar tentang harga rokok naik hingga Rp50 ribu per bungkus, tetapi tetap saja membuat resah. Industri rokok kecil di Madiun, Jawa Timur ketar-ketir..
  • Rabu, 20 Juli 2016 - 02:18:27 WIB

    Padang Pariaman Akan Jadi Kawasan Industri Terpadu

    Padang Pariaman Akan Jadi Kawasan Industri Terpadu PADANG PARIAMAN, HALUAN — Padang Pariaman dipercaya sebagai pusat lokasi pembangunan kawasan industri terpadu di Sumatra Barat. Kepala Dinas Koperindag dan ESDM Padang Pariaman, Rustam menginformasikan, kawasan industri te.
  • Jumat, 10 Juni 2016 - 03:18:32 WIB
    Jika Rambah Masyarakat Bawah

    Industri Keuangan Syariah Diyakini Berkembang

    Industri Keuangan Syariah Diyakini Berkembang PADANG, HALUAN — Sektor industri keuangan syariah harus merambah ke lapisan bawah masyarakat Indonesia jika ingin berkembang. Alasannya, karena saat ini pangsa pasarnya masih lima persen. Artinya, industri keuangan syariah .

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM