Golkar Perlu Branding Baru


Kamis, 19 Mei 2016 - 04:48:00 WIB
Golkar Perlu Branding Baru

PADANG, HALUAN — Pascaterpilihnya ketua umum yang baru, Partai Golkar ditantang untuk bisa membangun diri menjadi sebuah partai yang modern dan memiliki identitas tersendiri sebagai sebuah partai. Golkar juga dinilai memerlukan branding baru, roh baru dan strategi baru yang lebih besar.

“Golkar harus bisa meninggalkan kebia­sa­an sebelumnya dan memiliki identitas tersendiri sebagai partai,” kata pengamat politik dari Universitas Andalas (Unand) Padang, DR. Asrinaldi, Rabu (18/5).

Ia menyebutkan terdapat be­be­rapa hal yang perlu dila­kukan Golkar untuk menjadi partai modern dan maju. Pertama Gol­kar harus semakin mene­gaskan suara kalangan bawah. Dalam hal ini Golkar harus menghilangkan paradigma bah­wa semua kepu­tusan datang dari pusat. Sebalik­nya mendengarkan aspirasi per­wakilan yang ada di daerah.

“Kemudian setelah sukses menyatukan dua kubu, saatnya memperkuat konstituen,” ujarnya.

Menurut Asrinaldi, keber­hasilan Munaslub Golkar lalu tentunya memunculkan harapan baru bagi kader untuk menja­dikan Golkar partai yang maju.

Dalam hal ini, kesempatan pengurus baru menyatukan se­mua kader partai dan mengem­balikan fungsi partai. Terutama dalam per­gerakan dan penguatan di dewan legislatif. “Terakhir menjadi partai yang mandiri dan tidak tergantung pemerintah,” katanya lagi.

Senada dengan Asrinaldi, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menilai jika Partai Golkar memerlukan branding baru di tengah kepemimpinan ba­ru Setya Novanto. Maksudnya, partai beringin tersebut harus memiliki gagasan atau program baru yang segar dan menjanjikan rakyat.

“Golkar tak hanya melaku­kan pergantian ketua umum dan kepengurusan saja. Golkar perlu branding baru, roh baru, strategi baru yang lebih besar ketimbang pergantian kepengurusan biasa,” kata peneliti LSI Ardian Sopa, di Gedung LSI Jalan Pemuda Ra­wamangun Jakarta Timur, Ra­bu (18/5).

Dari penelitian LSI, ada seki­tar 64,5 persen publik yang me­nya­takan Golkar perlu branding baru untuk dapat berjaya kembali.

“Branding baru ini yang ber­arti image publik terhadap Gol­kar. Kemarin itukan masyarakat menilai Golkar ini tempatnya orang konflik semua atau peni­laiannya bahwa pragmatisme-nya tinggi, serta di mata orang kan Golkar disebut mata duitan. Rebranding ini terhadap hal hal itu. Hal- hal baru itulah yang harus dirumuskan oleh pengurus yang sekarang,” tutupnya seperti diwartakan merdeka.

Pengamat politik Universitas Nasional Jakarta, Mohammad Hailuki mengatakan, Partai Gol­kar pascamunaslub di Bali harus memiliki kemampuan untuk menghadapi sentimen negatif masyarakat. “Di era dimana par­tisipasi politik publik semakin tinggi, hal utama yang harus di­insyafi adalah persepsi dan sen­timen publik,” kata Luki seperti dikutip republika, Rabu (18/5). 

Mohammad Hailuki menga­takan kasus yang pernah dialami oleh Setya Novanto sehingga ia mengundurkan diri dari jabatan sebagai Ketua DPR seharusnya juga menjadi pertimbangan Setya No­vanto dalam memimpin par­tai ter­sebut menghadapi pemili­han umum 2019 dan pemilihan kepala dae­rah serentak pada Februari 2017.

Di mata Luki, wajar jika pu­blik menilai sesungguhnya inter­vensi penguasa telah berhasil menempatkan Golkar ke dalam sebuah kandang perangkap untuk lima tahun ke depan. 

“Golkar tersandera oleh so­sok Setya Novanto yang banjir sentimen negatif, bahkan sangat logis apabila energi Golkar akan habis untuk melindungi kepen­tingan-kepentingan Setya semata. Sehingga konsolidasi tak optimal, kepercayaan pemilih pun tak pulih,” pungkasnya.

Pemerintah Menikmati

Sementara pengamat politik dari LIPI, Syamsudin Haris menilai pemerintah Joko Wi­dodo (Jokowi) turut menikmati terpilihnya Setya Novanto seba­gai Ketua Umum Partai Golkar. Menurutnya, Setnov yang dinilai banyak kasus mudah ditaklukkan pemerintah.

“Justru saya ingin mengata­kan bahwa pemerintahan Jokowi menikmati terpilihnya Setya Novanto. Sebab Ketua Umum bermasalah mudah dijinakkan,” kata Syamsuddin usai menjadi pemateri dalam Seminar Nasio­nal bertajuk ‘Pemilu Nasional dan Pemilu Daerah’ di Gedung PP Pemuda Muhamma­diyah, Jakarta Pusat, Rabu (18/5).

Dengan memilih Setya No­vanto, pemerintah bisa memper­hitungkan manuver Partai Gol­kar. Jika kerap menyerang peme­rintah, maka akan ada serangan balik. “Artinya, kalau macam-macam kasus-kasusnya akan diungkap baik kasus etik dan hukum,” ujar Syamsuddin seperti dilansir merdeka. (h/yan)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 25 Februari 2016 - 03:01:51 WIB

    PAW Fraksi Golkar Diperkirakan April

    PADANG, HALUAN — Frak­si Golkar DPRD Kota Padang mengirimkan surat permintaan Pengganti An­tar Waktu (PAW) ke DPD Partai Golkar Kota Padang, pascameninggalnya Ang­gota DPRD Kota Padang dari Fraksi Partai Golkar M.Dinul A.
  • Rabu, 24 Februari 2016 - 02:05:27 WIB
    Isu Politik Uang Mencuat

    Golkar Sumbar Dambakan Sosok Ketum Pemersatu

    PADANG, HALUAN —Meski­pun belum menentukan arah dukungan jelang Munas, namun DPD Partai Golkar Sumbar mendambakan sosok Ketua Umum (Ketum) yang bisa me­rangkul kembali seluruh kader dan memenangkan pemilu 2019 mendatang..
  • Selasa, 26 Januari 2016 - 04:05:33 WIB
    Terkait Dugaan Judi Wakil Ketua DPRD

    Fraksi Golkar Belum Bersikap

    PADANG, HALUAN — Fraksi Golkar DPRD Kota Padang belum menyatakan sikap terkait ditahannya Wakil Ketua DPRD Padang Wahyu Iramana Putra karena diduga tersangkut kasus judi..
  • Jumat, 15 Januari 2016 - 03:58:23 WIB
    Hendra Akan Perkokoh Hubungan Antar Kader

    Dualisme Perburuk Hasil Pilkada Golkar di Sumbar

    Dualisme Perburuk Hasil Pilkada Golkar di Sumbar PADANG, HALUAN—Dualisme yang terjadi pada tubuh Partai Golkar ternyata membawa pengaruh yang cukup besar, tidak terkecuali pada pelaksanaan Pilkada serentak yang telah dilaksanakan 2015..
  • Selasa, 12 Januari 2016 - 02:51:11 WIB

    Hendra Didapuk Pimpin Golkar

    Hendra Didapuk Pimpin Golkar PADANG, HALUAN— Partai Golkar langsung bergerak menyusul keputusan pemerintah soal keabsahan pengurus partai yang dilanda perpecahan sejak setahun terakhir. Proses pembentukan pengurus ke level bawah melalui proses Musda (m.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]