Tradisi Minang Ditinggalkan

Raizal ‘Buyung’ Raiz Prihatin


Sabtu, 21 Mei 2016 - 03:59:19 WIB
Raizal ‘Buyung’ Raiz Prihatin Raizal Rais.

Desainer senior Raizal Rais atau akrab dipanggil Buyung mengaku prihatin tradisi Minangkabau yang mulai ditinggalkan. “Di Jakarta sekarang ke­­tu­runan Minang kalau menikah sudah jarang yang pakai pelaminan dan sun­tiang, baju kurung pun su­dah diganti kebaya,” ujar Buyung.

Dikatakannya, jika hal itu terus berlanjut maka tradisi Minangkabau ter­sebut akan tergerus oleh zaman, padahal nilainya mahal tak ternilai.

Baca Juga : Hamil 5 Minggu, Dokter Sebut Ada Keanehan di Janin Aurel Hermansyah

“Nah itu tanggung ja­wab siapa, apa ninik ma­mak dan bundo kan­du­ang? Bukan, itu tanggung jawab orang fesyen te­ru­tama desainer dari Mi­nang­kabau,” katanya.

Oleh karena itu saya dan beberapa kawan de­sai­ner mendirikan Ko­mu­nitas Desainer Etnik Indo­nesia atau KDEI pada Maret 2015 lalu.

Baca Juga : Berawal dari Media Sosial, Girlband Baru Ini Siap Guncang Indonesia

“Komunitas ini meru­pakan wadah untuk me­ngem­bangkan tradisi etnik agar bisa diterima dan dipa­kai generasi muda,” ujar Ketua Umum KDEI itu.

Dikatakan Buyung saat ini di Sumatera, fesyen Su­m­bar yang paling ber­kem­bang. Oleh karena itu ia mengajak para desainer Su­m­bar untuk terus berkarya.

“Tak hanya memajukan desainer tapi kita juga me­rang­kul perajin tekstil tra­disional seperti tenun, song­ket dan lainnya untuk ber­karya dan maju,” katanya.

Kecintaannya akan bu­daya nusantara dan dunia fesyen, memang telah mem­besarkan nama seorang Ra­izal Rais.

Buyung panggilannya, senantiasa mengangkat tra­disi nusantara termasuk Sumatera Barat dalam ran­cangannya.

“Saya ke Padang se­kait­an iven ‘Minangkabau Fas­hion Festival’ pada 23 Mei ini,” ujar pria yang telah 30 tahun berkarya di dunia fesyen tanah air. (h/ita)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]