Anggaran Ditangguhkan

Koleksi Perpustakaan Belum Bisa Ditambah


Senin, 23 Mei 2016 - 17:37:41 WIB
Koleksi Perpustakaan  Belum Bisa Ditambah

PADANG, HALUAN  — Pem­prov Sumbar terkendala m­e­nambah buku koleksi per­pustakaan umum (khususnya Perpustakaan Nagari atau Per­pustakaan Rumah Ibadah) di kabupaten/kota di Sumbar, karena pemerintah pusat sudah 3 tahun menangguhkan ang­garan untuk pelaksanaan pro­gram ini.

­“Biasanya kita dapat dari Perpustakaan Nasional sekitar Rp 5 miliar per tahun untuk alokasi penambahan buku di perpustakaan umum yang ter­sebar di kabupaten/kota. Sudah 3 tahun ini ditangguhkan ka­rena Perpusnas sedang fo­kus mem­bangun gedung baru per­pustakaan 22 lantai,” ujar Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Sumbar Alwis, Jumat (20/5).

Dijelaskan Alwis, secara fungsional, BPAD Sumbar adalah sebagai lembaga pem­bina berbagai jenis Per­pus­takaan (Amanat UU RI nomor 43 Tahun 2007).

Paling tidak, katànya, ada lima jenis perpustakaan yang dibina BPAD Sumbar, yaitu perpustakaan umum yang be­rada di kabupaten/kota, per­pustakaan khusus yang be­rada di setiap SKPD/instansi ver­tikal, perpu­stakaan PTN/PTS, per­pusta­kaan sekolah ( SD/MI, SMP/MTsN, SMA/SMK/MAN), dan per­pus­takaan rumah ibadah, Per­pus­takaan Nagari/Desa, termasuk Taman Bacaan/TBM.

“Perpustakaan sekolah se­cara struktural berada di bawah dinas pendidikan, dan me­nambah buku untuk se­kolah adalah kewe­nangan dinas pen­didikan. Tapi kalau nambah buku untuk perpustakaan umum di kab/kota, itu gawe kita,” ulas Alwis.

Dia juga menjelaskan, menurut aturan, BPAD tidak dibenarkan memberi bantuan dalam bentuk buku ke berbagai jenis perpustakaan, kecuali dalam bentuk hibah/bansos.

“Di Perpustakaan Umum di provinsi, koleksi buku setiap tahun bertambah sebanyak 10.000 eksemplar, dan itu yang kita layankan di Perpus­ta­kaan,” terang Alwis. (h/nov)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]