Mobil Pelangsir BBM Ilegal Diduga Raib di Polda


Selasa, 24 Mei 2016 - 04:30:10 WIB
Mobil Pelangsir BBM Ilegal Diduga Raib di Polda

BATAM, HALUAN — Pu­luhan mobil pelangsir Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal yang merupakan barang bukti tanpa tersangka pada per­tengahan 2014 lalu, tidak terlihat lagi di Mapolda Kepri.

Pantauan di lapangan, puluhan mobil yang sudah jadi rongsokan karena tidak te­rawat lagi disatukan di satu lokasi, dekat lapangan tembak Mapolda. Namun, sebulan terakhir tidak terlihat dan saat ini hanya terlihat dua unit mobil tanki yang diamankan sebulan lalu.

Baca Juga : Tempat Wisata Ditutup, Warga Padati Taman Kota Siak

Beberapa waktu lalu, pi­hak Ditreskrimsus mewaca­nakan akan lakukan crap, tetapi tidak mendapat perse­tujuan PN Batam. Karena mobil itu bukan merupakan barang bukti dalam perkara, pasalnya tanpa ada tersangka, sehingga tidak dapat disita negara. Sehingga wacana crap gagal.

Namun PN Batam meng­anjurkan upaya untuk ber­koordinasi terhadap Badan Pelelangan Negara (BPN) dan dalam pengajuan tersebut lebih kurang 36 unit. Me­ngetahui raibnya puluhan mobil pelansir tersebut, Ha­luan Kepri berusaha meng­konfirmasi terhadap Kabid Humas dan Dirkrimsus Polda kepri.

Baca Juga : Sejak Awal Lebaran, Masuk ke Pantai Tiram Berbayar

“Barang bukti itu masih ada, hanya di pindahkan di lapangan atas, lokasi baru,” Kata Kabid Humas Polda Kepri AKBP Hartono melalui sambungan selularnya, Minggu (22/5). Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri Kombes Pol Budi Suyanto tidak ber­sedia dan enggan dikonfirmasi terkait puluhan mobil pelansir ini.

Seperti diketahui, wacana Polda Kepri untuk memus­nahkan 36 mobil pelangsir solar bakal menghadapi ham­batan. Pasalnya, Pengadilan Negeri Batam tak bisa serta merta mengeluarkan izin scrap, tanpa alasan jelas dari kepolisian.

“Untuk memusnahkan ba­rang bukti suatu perkara ha­rus­lah jelas dasar hukumnya dan juga harus ada ter­sang­kanya, serta sudah masuk perkaranya ke PN Batam. Karena itu, kita tidak bisa serta merta mengeluarkan izin scrap itu,” kata Ketua Penga­dilan Negeri Batam, Khairul Fuad kala itu.

Menurut Fuad, ada aturan atau mekanisme yang harus dilalui saat memberikan izin dari pengadilan, yakni barang bukti bisa dimusnakan dengan perimbangan memerlukan biaya operasional yang tinggi. Contohnya barang sitaan jenis kayu, bila tidak cepat dilelang akan lapuk, sehingga nilainya akan jadi murah. Sementara untuk perkara 36 mobil pelangsir belum masuk ke PN Batam dan sampai saat ini juga belum ada pengajuan dari Polda Kepri.

Saat ditanya, apakah PN Batam akan mengeluarkan izin jika diajukan Polda Kepri, untuk pemusnahan barang bukti 36 mobil pelansir ter­sebut. Ia mengatakan, akan mempelajari terlebih dahulu.

“Kalau memang tidak ada tersangkanya akan dipelajari dahulu. Cuma sampai saat ini belum ada mengajuannya dari Polda Kepri,” ujarnya menga­khiri.

Adapun mobil pelansir solar yang ada di Polda Kepri dan akan dilelang tersebut, yakni bernomor polisi BP 1365 XY, BP 1273 UZ, BP 1655 XD, BP 1218 ZU, BP 1553 PX, BP 1163 EX, BP 1392 ZM, BM 1863 XV, BP 1949 ZU, BP 1518 PZ, BP 1350 XU, BP 1130 XY, BP 1085 QX, BP 1892 ZU, BP 1308 ZU, BP 1536 FZ, BP 1664 ZU, BP 1681 UZ.

Kemudian nomor polisi BP 1139 ZH, BP 1707 ZP, BP 1026 ZU, BP 1358 ZU, BP 1368 ZU, BP 1582 QX, BP 1713 LX, BP 1706 UX, BP 1090 UZ, BP 595 ZU, BP 1954 UZ, BP1642 ZU, BP 9894 DX, BP 1538 UZ, BP 1017 JX, BP 1120 HZ, BP 1196 ZU, BP 1991 ZU, BP 1086 UZ. BP 1727 UX, BP 1640 ZL, BP 1087 UZ, BP 1050 QZ, BP 1096 UZ, BP 1201 UX, BP 1662 UJ, BP 1294 QX, BP 1727 UZ, BP 1632 UX, BP 1927 UX, BP 1371 QX, BP 1151 UZ, BP 1378 ZH. (h/hk)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]