Integritas Sekolah dan Jejak Alumni

Berperan Penting dalam Meraih Kursi Perguruan Tinggi


Selasa, 24 Mei 2016 - 04:32:43 WIB
Berperan Penting dalam Meraih Kursi Perguruan Tinggi

SAWAHLUNTO, HALUAN — Integritas sekolah dan jejak alumni, ternyata memiliki peran penting bagi lulusan sekolah untuk dapat meraih bangku perkulihan di perguruan tinggi negeri maupun perguruan ting­gi favorit di Indonesia.

Hal itu diungkapkan Kepala SMAN 5 Surabaya, Hj. Sri Widiati, di hadapan rombongan SMAN 3 Sawahlunto, yang berkunjung ke sekolah berpres­tasi tingkat nasional dan inter­nasional tersebut.

Baca Juga : Khairunas Inginkan RSUD Solok Selatan Berikan Inovasi Pelayanan dan Tingkatkan Kebersihan

Sri Widiati mengung­kap­kan, nilai siswa bukan satu-satunya tolak ukur bagi per­guruan tinggi negeri terbaik dan favorit untuk menerima lulusan sekolah. Bagi perguruan tinggi, integritas sekolah dan jejak alumni menjadi dua poin pen­ting dalam menerima lulusan suatu sekolah.

“Kalau alumni sebelumnya yang diterima tidak bunyi atau berkualitas, tahun berikutnya lulusan sekolah tadi akan di­blacklist sama perguruan tinggi terkait. Itu pasti,” ujar Sri Widiati, ketika menerima rom­bongan SMAN 3 Sawahlunto.

Baca Juga : Pemkab Solok Selatan Usulkan Arah Kebijakan pada Musrenbang RPJMD Sumbar

Menurut Sri Widiati, pem­bangunan pendidikan memang membutuhkan waktu yang pan­jang. Khususnya dalam mem­bangun integritas sekolah. Se­bagai sekolah yang baru, SMAN 3 Sawahlunto diminta dari awal membangun integritas.

Pendidikan bukan hanya dituntut untuk menglahirkan generasi cerdas secara in­te­lektual, tetapi juga memiliki moralitas dan integritas yang tinggi. Nilai-nilai integritas yang dimaksud misalnya, kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, budaya malu, sikap ksatria, berani menanggung resiko, dan sebagainya.

Untuk mewujudkan hal ter­se­but, maka sekolah terlebih dahulu harus dapat mem­be­rikan contoh sebagai lembaga yang memiliki integritas. Semua warga sekolah, mulai dari Ke­pala Sekolah, guru, staf TU, penjaga sekolah, sampai satpam sekolah harus bisa menjadi pribadi yang integritas.

Secara kelembagaan, ber­bagai langkah yang perlu dila­kukan oleh sekolah untuk me­wujudkan diri sebagai sekolah berintegritas antara lain, mana­jemen sekolah yang transparan dan akuntabel, terdapat partisi­pasi semua pihak terkait dalam penyusunan, pelaksanaan, dan pengawasan program.

Yang tidak kalah pen­ting­nya, sekolah juga mengam­panyekan budaya anti nyontek. ketika ulangan. Menyontek merupakan kebiasaan yang hampir lumrah terjadi baik pada saat ulangan maupun pada saat Ujian Nasional (UN) atau Ujian Sekolah (US).

Menyontek dilakukan de­ngan tujuan untuk mencapai nilai yang tinggi. Menyontek seolah menjadi hal yang dile­gitimasi ketika sekolah mem­bentuk tim sukses pada saat UN. Oknum panitia UN me­nyebar kunci jawaban UN, dan para peserta UN dibiarkan menyontek secara berjamaah.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Sawah­lunto, Drs. Marwan, M.Pd me­ngatakan integritas sekolah dan jejak alumni memang sangat mempengaruhi perolehan kursi perguruan tinggi bagi setiap sekolah.

“Jejak alumni mem­penga­ruhi penerimaan lulusan se­kolah di perguruan tinggi. Ar­tinya, semuanya memiliki tang­gung jawab. Keberhasilan seko­lah ditentukan semua pihak, tidak hanya sekolah, tetapi juga alumni, serta lingkungan,” tam­bah Marwan. (h/swl)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]