Selidiki Jatuhnya EgyptAir

Mesir Minta Data dari Prancis dan Yunani


Rabu, 25 Mei 2016 - 04:43:21 WIB
Mesir Minta Data dari Prancis dan Yunani Pesawat EgyptAir.

KAIRO, HALUAN — Jaksa Mesir telah secara resmi me­minta data dari Prancis dan Yunani, soal pesawat Egyp­t Air MS804 yang jatuh. Per­mintaan data merupakan ba­gian penyelidikan untuk men­cari tahu penyebab jatuhnya pesawat.

MS804 yang terbang dari Paris, Prancis menuju Kairo, Mesir menghilang dari radar pada Kamis (19/5) pagi waktu setempat, ketika memasuki wilayah udara Mesir di atas perairan Mediterania. Se­banyak 10 awak dan 56 pe­numpang, termasuk 30 warga Mesir dan 15 warga Prancis diyakini tewas.

Baca Juga : AS dan Rusia Makin Panas, Biden Peringatkan Putin Soal Navalny

Dalam pernyataannya, seperti dilansir Reuters, Sela­sa (24/5/2016), jaksa penuntut umum Mesir Nabil Sadek meminta mitranya di Prancis untuk menyerahkan doku­men-dokumen, rekaman au­dio juga visual selama pesawat ada di bandara Charles de Gaulle hingga meninggalkan wilayah udara Prancis.

Sedangkan kepada oto­ritas Yunani, jaksa Sadek meminta transkrip perca­kapan antara pilot MS804 dengan petugas Air Traffic Control (ATC) Yunani. Jaksa Sadek juga ingin menanyakan kepada otoritas Yunani apa­kah pilot sebenarnya sempat mengirimkan sinyal darurat sebelum menghilang dari adar.

Baca Juga : Kasus Positif dan Kematian Covid-19 di Pakistan Tembus Rekor

Otoritas Mesir me­nya­takan, pihaknya tidak mene­rima laporan soal panggilan darurat dari pilot MS804. Sedangkan otoritas Yunani menyatakan, pihak ATC sem­pat berkomunikasi dengan pilot pesawat setelah pesawat masuk ke wilayah udara Yu­nani. Dari percakapan itu, terdengar sang pilot cukup ceria. Bahkan sang pilot sem­pat mengucapkan terima ka­sih dalam bahasa Yunani.

Ketika pihak ATC Yunani berusaha berkomunikasi kem­bali dengan sang pilot, untuk menyerahkan kendali pada ATC Mesir, tidak ada respons dari pilot MS804. Pesawat kemudian tidak terdeteksi radar.

Baca Juga : Perawat Florida Terancam Bui 5 Tahun, Usai Ancam Bunuh Kamala Harris

Penyidik Prancis, yang ikut terlibat dalam pe­nye­lidikan insiden ini, me­nyatakan pesa­wat sempat mengirimkan se­rangkaian peringatan yang mengin­dikasikan adanya asap di dalam kabin, juga adanya masalah pada sistem kom­puter, sesaat sebelum pe­sawat hilang dari radar.

Namun peringatan da­ru­rat itu tidak mengin­dikasikan penyebab asap. Menganalisis situasi ini, para pakar pe­nerbangan menyebut ada dua kemungkinan, yakni antara sabotase atau gang­guan tek­nis. Secara terpisah, Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi menyatakan seluruh skenario soal penyebab jatuhnya pesa­wat masih dimungkinkan. Al-Sisi menjanjikan penyelidikan yang transparan, namun me­ngi­ngatkan waktu penye­lidi­kan yang akan lama. (h/dtc)

Baca Juga : Ikuti Langkah AS, Giliran Ceko Usir 18 Diplomat Rusia

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]