Diduga Menghasilkan Hama Lalat

Warga Jorong Seberangparit Minta Diteg Farm di Tutup


Rabu, 25 Mei 2016 - 05:15:52 WIB
Warga Jorong Seberangparit Minta Diteg Farm di Tutup WAKIL Bupati Ferizal Ridwan disambut warga Subarang Parit saat meninjau salah satu peternakan ayam yang dianggap meresahkan karena menyebabkan wabah lalat. (ZUL)

LIMAPULUH KOTA, HA­LUAN — Ratusan masya­rakat Jorong Seberangparit, Kecamatan Akabiluru me­nuntut pemerintah daerah segera menutup tempat usa­ha peternakan ayam di dae­rah mereka. Keberadaan kandang ayam petelur ber­na­ma Diteg Farm itu ditu­ding sangat meresahkan, karena diduga menimbul­kan ribuan hama lalat.

Di jalan masuk menuju lokasi kandang ayam warga melakukan aksi pem­blo­kiran dengan cara membuat lubang besar. Sebanyak dua lubang sengaja digali, untuk menghalangi aktifitas ang­kutan dan bongkar-muat barang di kandang ayam tersebut. Sesampai di lokasi peternakan, massa yang emosi melakukan orasi. 

“Kami minta saat ini juga, Pak Haji pemilik kan­dang ayam ini segera angkat kaki dan mengosongkan lokasi ini. Kami sudah cukup menderita, anak-anak kami sakit, usaha kami rugi. Pak Wakil Bupati, tolong segera tutup kandang ayam ini. Sebab, kami disini sudah resah,” kata Adi Azwar salah seorang warga.

Wali Jorong Subarang­parit menyebutkan alasan pemblokiran jalan dilaku­kan akibat timbulnya kere­sahan warga sekitar terha­dap mere­baknya hama lalat ke rumah-rumah penduduk sejak bebe­rapa bulan ter­akhir. Hama lalat itu, dise­but berasal dari peternakan ayam milik pe­ngusaha asal Ibuah, bernama H Zamzami Thalib. 

Hama lalat katanya mem­­buat resah masyarakat sekitar sejak akhir 2015 lalu. Lalat pun semakin hari ber­tambah banyak, hingga me­nimbulkan keresahan. Se­kitar Januari 2016, warga melaporkan keluhan itu ke aparatur Nagari, hingga dila­kukan dialog dengan pemilik Diteg Farm. Kese­paka­tan­nya, pemilik pe­ternakan ayam diminta me­nanda­ta­ngani 11 poin nota perjanjian. 

“Namun, setelah ditan­datangani, perjanjian itu tak pernah dilaksanakan oleh pemilik. Diteg Farm berjanji bertanggungjawab atas ha­ma lalat yang ditimbulkan. War­ga kami yang merasa ter­ganggu sudah dua kali mela­kukan demo, tapi tak digu­bris. Makanya, saat ini kami minta agar peternakan ayam ini ditutup,” tam­bahnya.   

Warga lainnya menye­but, akibat banyaknya hama lalat, anak-anak balita sudah banyak yang menderita pe­nyakit seperti sakit kulit dan diare. Begitu pula petani ubi yang sehari-hari membuat kerupuk ubi, ketika men­jemur ubi di halaman rumah langsung dikerubungi lalat. Akibatnya, warga merugi karena tidak bisa menjual hasil produksinya. 

Mendengar aspirasi, Wa­kil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, berjanji akan mencarikan titik-te­rang persoalan wabah lalat yang diresahkan warga. Ter­ma­suk memanggil pihak peru­sa­haan peternakan ayam guna dimintai kete­rangan. Wabup mengi­ngat­kan masyarakat tidak mem­buat aksi yang melanggar hukum, serta meng­hindari perselisihan antar warga di Suba­rang­parit. 

“Untuk itu, saya minta waktu 4 hari untuk mengum­pulkan data. diminta Kepala Dinas Kesehatan, Lingku­ngan Hidup, Camat serta Wali Nagari dapat melaku­kan infestigasi. Besok, pang­gil yang bersangkutan. Nan­ti, akan kami berikan kepu­tusan, apakah akan dicabut izinnya atau bagaimana nan­ti kita putuskan,” tegas­nya.(h/zkf)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]