Stop Kekerasan Seksual Terhadap Anak


Kamis, 26 Mei 2016 - 05:08:14 WIB
Reporter : Tim Redaksi

Kekerasan seksual terhadap anak tak hanya dilakukan oleh orang biasa. Sering terungkap kasus kekerasan seksual ini dilakukan oleh oknum guru kepada anak didiknya di sekolah.

Meski sudah banyak terungkap dan diberitakan di media baik cetak maupun elektronik adanya oknum guru yang mela­kukan kekerasan seksual terhadap anak, namun tak serta merta kasus yang men­coreng dunia pendidikan ini lepas dari masalah tersebut.

Kamis (19/5) lalu Polsekta Pauh Kota Padang menahan seorang oknum guru cabul berinisial N (54). Warga Pasar Ambacang ini diduga melakukan amoral kepada belasan peserta didiknya.

Oknum guru ini diduga sudah mela­kukan perbuatan bejadnya sejak dua tahun yang lalu. Namun baru sekarang terungkap. Hampir dapat dipastikan, jika terbukti hukuman berat bakal menanti oknum guru cabul ini. Kemudian dia juga terancam dipecat dari Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Hanya berselang sepekan, kejadian yang sama terungkap lagi. Kali ini peristiwanya di Kabupaten Solok. Oknum guru SDN di Nagari Koto Gadang Koto Anau berinisial H (45) tega mencabuli muridnya sendiri.

Perangai oknum guru tersebut terung­kap setelah sang murid bercerita kepada teman-temannya hingga sampai ke guru lainnya dan orang tua korban. Kejadian inipun dilaporkan ke polisi.   

Atas laporan itu, pelaku diamankan di Mapolres Arosuka untuk pemeriksaan lebih lanjut. Jika terbukti, pelaku bisa dijerat dengan UU nomor  35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Kasus kekerasan seksual terhadap anak ini apalagi pelakunya adalah seorang guru yang harusnya menjadi teladan, jelas tidak bi­sa dibiarkan. Langkah-langkah antisipasi ha­rus dilakukan agar kasus seperti ini tidak te­rulang atau setidaknya jumlahnya menu­run.

Sepantasnyalah kita mendukung Perppu Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang sudah ditandatangani Presiden Joko Wi­dodo kemnarin.

Presiden menjelaskan, Perppu ini dimaksudkan untuk mengatasi kegentingan akibat kasus kekerasan seksual terhadap anak yang meningkat secara signifikan.

Menurut Jokowi, kejahatan seks ter­hadap anak adalah  kejahatan luar baisa karena mengancam dan membahayakan jiwa anak. Butuh penanganan luar biasa.

Pemberatan pidana akan diterapkan untuk para pelaku kekerasan anak berupa ditambah sepertiga dari ancaman pidana. Dapat dipidana mati, seumur hidup atau penjara paling singkat 10 tahun dan paling lama 20 tahun.

Kita mendukung, DPR segera me­ngesahkan Perppu tersebut untuk mem­be­rikan perlindungan terhadap anak. Se­mentara oknum guru yang bermental bejat harus disingkirkan dari dunia pendi­dikan.

Bak pepatah, guru kecing berdiri, murid kencing berlari. Kalaulah gurunya sendiri bermental bejat, apa jadinya murid-murid­nya. Bangsa ini akan hancur. Karena itu, tindakan tegas memang harus diberikan kepada oknum guru yang berbuat asusila. Apalagi perbuatan amoral itu dilakukan terhadap anak didiknya.

Adanya Perppu Perlindungan Anak ini diharapkan dapat merem hasrat orang untuk melakukan kekerasan seksual ter­hadap anak, apalagi oleh guru. ***



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM