Generasi Muda Jauh dari Norma

Kembalikan Pelajaran BAM


Kamis, 26 Mei 2016 - 05:30:11 WIB
Kembalikan Pelajaran BAM

PADANG, HALUAN — Generasi muda Mi­nang­kabau kini dinilai sudah sangat menjauh dari norma adat dan agama. Pelajaran Budaya Adat Minangkabau (BAM) yang dulu pernah ada, diharapkan diterapkan lagi.

Tokoh masyarakat Kota Padang Dt Andre Algamar Rabu (25/5) mengakui,  se­dih dan  miris mendengar anak-anak muda Minang sudah keluar dari aturan dan ajaran adat yang se­sung­guhnya.

Baca Juga : Hari Pertama Kerja Usai Lebaran, Pemko Padang Sidak Kehadiran ASN

Tingginya,  pengaruh budaya asing dari luar Mi­nang, menyebabkan tingkah laku sehari-hari anak muda minang menjadi tidak ka­ruan. Saya miris,  melihat pemberitaan yang menyang­kut generasi muda Minang.

Banyak prostitusi, me­sum, dan juga mabuk- ma­bukkan. Bahkan,  akhir-akhir ini ada tawuran, ini sudah jauh sekali dari norma adat Minang Kabau, "tu­turnya prihatin.

Baca Juga : Libur Lebaran Usai, Dinkes Kota Padang: Masyarakat Harus Lakukan Tes Swab

Dikatakannya selain pe­ran orang tua, pelajar juga harus belajar tentang bu­daya Minangkabau. Ia  me­nyayangkan,  Dinas Pen­didikan meniadakan pela­jaran BAM  di sekolah.

"Padahal,  ini sesuatu yang  penting terhadap ge­ne­rasi muda Minangkabau kedepan.

 Jangan hanya belajar yang skopnya nasional saja, namun dinas pendidikan juga harus menerapkan pe­lajaran tentang adat di seko­lah," katanya.

Ia mengharapkan selu­ruh instansi  terutama Dinas Pendidikan mengembalikan kembali pelajaran  Budaya Alam Minangkabau (BAM) kesekolah agar mereka da­pat mengetahui tentang adat dan budaya Minangkabau.

Sementara itu Anggota Komisi I DPRD Kota Pa­dang Faisal Nasir menga­takan, pentingnya pelajaran tentang BAM di sekolah guna menanamkan rasa ma­lu berprilaku yang senonoh.

"Dinas pendidikan, ber­peran penting untuk mene­rapkan kembali pelajaran BAM ini. Sebab, saat ini telah terjadi darurat ke­kerasan seksual dan pen­cabulan," katanya.

Dikatakannya, jika rasa malu itu sudah tertanam pada generasi muda, maka, ke­kerasan seksual atau pen­cabulan tidak akan terjadi. Peran orang tua, sangat pen­ting dalam menanamkan pen­didikan di dalam ke­luarga.

Sebab didikan orang tua menentukan prilaku orang tua dan dengan begitu tidak akan terpengaruh perilaku buruk dunia luar.

Pengamat Pendidikan Z. Mawardi mengatakan pe­lajaran BAM adalah salah satu mata pelajaran lokal untuk anak-anak Sumatera Barat yang menceritakan tentang budaya adat Mi­nangkabau.

"Namun, tidak men­ja­min untuk mencegah kena­kalan remaja tapi juga bisa melalui pelajaran Pancasila dan Agama," katanya.

Untuk menciptakan pen­­didikan moral dan ahlak anak-anak, intinya adalah didikan dari orang tua. Jika didikan dari orang tua sudah kuat, maka tidak akan ter­pengaruh dengan ke­bu­ru­kan dari luar.

Kepala Dinas Pen­di­di­kan Kota Padang Habibul Fuadi mengatakan pela­jaran BAM bisa diterapkan sesuai kurikulum yang ber­laku, dan harus diajukan ke pusat apakah boleh ataukah tidak.

"Karena, menyikapi ke­nakalan anak-anak dan re­maja, tidak hanya melalui pelajaran BAM tapi peran semua pihak termasuk me­dia untuk tidak menam­pilkan hal-hal berbau ke­kerasan. Jadi, perlu per­timbangan untuk mengem­balikan pelajaran BAM di­se­­kolah. (h/ade)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]