Oknum Guru SD Cabuli Murid


Kamis, 26 Mei 2016 - 05:54:06 WIB
Oknum Guru SD Cabuli  Murid Ilustrasi.

AROSUKA, HALUAN — Sungguh malang nasib yang dialami Bunga (14) (nama samaran) seorang pelajar SDN di Nagari Koto Gadang Koto Anau. Alih-alih mendapat pendidikan karakter di sekolahnya, justru mendapat perlakuan tidak senonoh dari gurunya sendiri. Bunga tak mampu berbuat banyak ketika gurunya “H” (45) yang juga seorang PNS mencabuli tubuhnya.

Dari informasi yang berhasil dihimpun Haluan terungkap, peristiwa pencabulan terjadi pada Rabu (18/5) saat jam pelajaran sekolah sekira pukul 09.00 WIB pagi. Saat itu guru “H” yang merupakan warga Kecamatan Gunung Talang ini, meminta korban yang masih duduk di bangku kelas 5 SD ini,  untuk mengambilkan air minum yang berada di dapur sekolah.

Baca Juga : Berpulang ke Rahmatullah di Momen Lebaran Karena Covid-19, Berikut Perjalanan Karir Amri Darwis

Beberapa saat kemudian “H” yang ternyata telah mengikuti korban dari belakang mencoba mencegat korban dan kemudian menyuruh korban untuk membuka pakaiannya. Entah takut atau terlalu patuh kepada gurunya, korban mau saja membuka sedikit bajunya. Bocah malang ini tak mampu berbuat banyak ketika oknum guru mencabuli dirinya.

Setelah mendapat perlakuan aneh dari sang oknum guru, korban kembali bermainý bersama teman-temanya.

Baca Juga : Sumbar Siapkan 50 Persen Jalur Zonasi pada PPDB 2021

Beberapa hari setelah kejadian itu, korban mengeluhkan ada rasa nyeri di bagian ‘anu’nya kepada teman sekelasnya. Cerita ini kemudian sampai ke telinga guru lainnya, sontak membuat geger sekolah itu.

Setelah mendengar cerita korban  yang mendapat perlakuan tidak senonoh dari gurunya, orang tua korban yang geram kemudian langsung  melaporkan kejadian itu ke Mapolres Solok Arosuka.

Terkait kejadian itu, Kapolres Solok Arosuka AKBP Reh Ngenana Depari melalui Kasat Reskrim AKP Edwin, SH mengatakan bahwa pihanya telah melakukan penyidikan terhadap kasus ini. Polres sudah terima laporan dari keluarga korban pada hari Selasa (24/5) kemarin. “Kita juga sudah memeriksa saksi dan korban,” kata AKP Edwin kepada Haluan di Mapolres Arosuka, Rabu (25/5).

Sementara pelaku juga sudah diamankan di Mapolres Arosuka untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hingga berita ini diturunkan, pihak polres Arosuka masih melakukan penyidikan terhadap kasus ini. “ Jika terbukti, pelaku bisa dijerat dengan UU nomor  35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” tutup  AKP. Edwin. (h/ndi)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]