12 Kecamatan di Pasaman Serentak Gelar MTQ


Jumat, 27 Mei 2016 - 03:32:30 WIB
12 Kecamatan di Pasaman Serentak Gelar MTQ

PASAMAN, Haluan — Se­banyak enam kecamatan di Kabupaten Pasaman, sudah menggelar pelaksanaan MTQ ditingkat kecamatan masing-masing guna menyongsong lomba MTQ tingkat kabu­paten pada Oktober men­datang.

Keenam kecamatan itu, yakni Rao Utara, Bonjol, Padanggelugur, Panti, Mapat­tunggul dan Mapattunggul Selatan, dengan mem­perlom­bakan sejumlah cabang, se­perti Tilawah, tartil, hafiz, tahfiz 1 jus, sarhil quran, khutbah, adzan serta Bintang kasidah.

Baca Juga : Kabupaten Dharmasraya Kembail Raih Predikat WTP Keenam Kali

Yusuf Lubis mengatakan, MTQ merupakan wujud men­capai masyarakat agamis. Semua elemen masyarakat, kata dia, harus mengambil peranan dalam peningkatan keimanan dan ketaqwaan se­suai visi misi pemerintahan setempat.

“Patut dibanggakan, 12 kecamatan di Pasaman seren­tak menggelar pelaksanaan MTQ ditiap kecamatan ma­sing-masing.

Baca Juga : Diskominfo Solok Selatan Jalin Kebersamaan dengan Awak Media

Ini sesuai dengan visi misi pemkab pasaman, mewu­jud­kan masyarakat Pasaman yang sejahtera, agamis dan ber­budaya,” katanya.

Dikatakan, MTQ adalah salah satu wadah pembinaan umat, dalam upanya men­ciptakan generasi yang Qur­ani. Selain itu, kata dia, juga sebagai upaya mensyiarkan agama.

“Dengan MTQ, kita ha­rapkan, masyarakat semakin cinta terhadap Alqur’an, bu­kan saja mampu membaca, tetapi mampu memahami isi kandungan Alqur’an dan me­ng­amalkan dalam ke­hidupan sehari hari,” katanya.

Pemerintah daerah, kata dia, akan memberikan per­hatian yang tinggi dalam pe­ningkatan keagamaan di dae­rah itu. Selain menyediakan anggaran yang cukup, pihak­nya, kata dia, akan mening­katkan kapasitas guru mengaji dan program keagamaan lain­nya.

“Kita akan tingkatkan pem­binaan guru MDA, TPQ, TPSQ, menguatkan gerakan masyarakat magrib mengaji dan pelaksanaan pendidikan shubuh, serta mensejah­te­rakan mereka,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan, pe­nyelenggaraan MTQ jangan cuma ramai pada saat pem­bukaan saja, namun sepi pada saat pelaksanaan. Ma­syarakat, kata dia, harus meramaikan mesjid tempat penyeleng­garan MTQ ter­sebut.

“Jangan cuma pembu­kaan­nya ramai, meriah. Tapi pelaksanaannya tidak. Sunyi dan jauh dari kehadiran ma­syarakat. Meningkatkan iman dan taqwa adalah perwujudan dari mewujudkan masyarakat yang agamis,” tukasnya.

Selain itu, Bupati Yusuf Lubis juga mengajak, agar masyarakat memelihara tra­disi adat istiadat dan budaya. Menurutnya, berbudaya, ha­rus disesuaikan dengan adat istiadat.

Budaya lokal harus ditonjolkan. Tidak boleh ter­gerus oleh kemajuan arus globalisasi.

“Yang bukan budaya kita, tinggalkan. Budaya barat ha­rus difilter, ambil positivenya dan buang negatifnya. Adat istiadat kita harus terus diga­lakkan,” tukuk Yusuf Lubis.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan komit­mennya untuk memerangi penyakit masyarakat (pekat). Minuman keras, judi, narkoba dan pornografi, kata dia, harus diberangus dari daerah itu.

“Memerangi pekat, me­rupakan komitmen kami de­ngan seluruh unsur forkom­pimda. Perda kita tentang itu sudah ada, dan harus diga­lakkan,” ujarnya. (h/yud)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]