Presiden Dukung Pembunuhan Wartawan

Organisasi Media Marah


Kamis, 02 Juni 2016 - 05:09:39 WIB
Organisasi Media Marah Presi­den Filipina Rodrigo Duterte.

MANILA, HALUAN — Presi­den terpilih Filipina Rodrigo Duterte menyatakan dirinya mendukung pembunuhan para jurnalis yang korup. Kelompok-kelompok media marah atas dukungan Duterte tersebut.

Duterte yang memenangi pemilihan presiden bulan lalu, mengatakan bahwa dirinya men­dukung pem­bunuhan jurnalis yang menerima suap atau terlibat dalam aktivitas korup lainnya.

Baca Juga : Sedih, Ada Orang Tua di India Buang Bayinya yang Kena Corona

“Hanya karena Anda jurnalis, Anda tidak terbebas dari pem­bunuhan jika Anda seorang bajingan,” cetus Duterte seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (1/6/2016).

Hal itu disampaikan Duterte ketika ditanya mengenai bagai­mana dia akan menangani ma­salah pembunuhan jurnalis di negeri itu. Pekan lalu, seorang reporter ditembak mati di Ma­nila, ibukota Filipina.

Baca Juga : "Pantun Cerewet" Doni Monardo untuk Sadarkan Masyarakat

Filipina merupakan salah satu negara paling berbahaya di dunia bagi para jurnalis. Se­banyak 174 wartawan telah tewas sejak demokrasi yang marak korupsi menggantikan kedik­tatoran Ferdinand Marcos tiga dekade lalu.

“Kebanyakan mereka yang tewas, sejujurnya, telah mela­kukan sesuatu. Anda tak akan dibunuh jika Anda tak berbuat salah,” ujar Duterte seraya me­nam­bahkan, banyak jurnalis di Filipina yang korup.

Baca Juga : Akhirnya, Penggunaan Vaksin Covid-19 untuk Anak-anak Disetujui

Serikat Jurnalis Nasional Filipina (NUJP) menyebut ko­mentar Duterte tersebut ‘me­ngerikan’. Diakui organisasi media itu, ada masalah korupsi di industri pers negeri itu, namun hal itu tidak menjustifikasi pem­bunuhan wartawan.

Kecaman senada disam­pai­kan Luis Teodoro, wakil direktur organisasi Kebebasan dan Tang­gung jawab Media. Menurutnya, komentar Duterte tersebut me­nye­dihkan, dan bisa mengirim­kan sinyal bahwa sah-sah saja untuk membunuh dalam keadaan tertentu.

Baca Juga : Setelah Satu Bulan Wafat, Penyebab Pangeran Philip Meninggal Diungkap

“Ketika Anda mengatakan jurnalis korup bisa dibunuh, itu pesan yang sangat jelas,” cetusnya seperti dikutip AFP.

Komite Perlindungan Jur­nalis yang berbasis di New York, Amerika Serikat juga mengecam Duterte. “Apa yang telah dila­kukannya dengan komentar tak bertang­gung jawab ini adalah memberikan hak kepada petugas-petugas keamanan untuk mem­bunuh atas perbuatan yang mere­ka anggap fitnah,” ujar perwa­kilan Asia Tenggara organisasi tersebut, Shawn Crispin.

“Ini salah satu statemen paling keterlaluan yang pernah kita dengar dari seorang presiden di Filipina,” cetusnya.  (h/dtc)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]