Busnar Yuneldi Merasa Tertipu Rp1 Miliar


Kamis, 02 Juni 2016 - 06:02:50 WIB

PADANG, HALUAN —  Ko­r­ban dugaan tindak pi­dana penipuan bernama Busnar Yuneldi yang melapor ke Polresta Padang pada ta­ng­gal 25 Desember 2013 silam kembali melakukan per­te­mu­an dengan Sat Reskrim Polresta Padang pada Rabu (1/6) pagi sekitar pukul 10.00 WIB.

Kedatangan korban yang didampingi oleh kuasa hu­kum­nya Hendra Aritonga ke Polresta Padang untuk me­minta kepada pihak ke­po­lisian untuk melakukan upaya penangkapan paksa terhadap tersangka peni­puan uang sebesar Rp1 mi­liar yang bernama Haji Andi Muhammad.

Belakangan diketahui, Haji Andi Muhammad meru­pakan seorang tokoh nasio­nal asal Sumatera Barat yang juga merupakan tokoh spiri­tual di Indonesia.

Pelaku sendiri sering tampil dalam acara tentang kesehatan di beberapa stasi­un televisi swasta nasional. Ia juga memiliki tempat praktik pengobatan di be­berapa daerah seperti di Jakarta, Denpasar, Bali dan beberapa daerah lainnya di Indonesia.

“Korban sendiri dengan tersangka sudah cukup lama saling mengenal. Pada bul­an April tahun 2012 ter­sangka berniat hendak me­nga­jak korban untuk ber­bisnis tambang bijih besi PT HAM Jaya di Nagari Surian Kabupaten Solok. Korban yang tertarik kemudian men­yerahkan uang sebesar Rp1 miliar karena yakin bisnis ini menjanjikan,” ucap Hendra Aritonga, selaku kuasa hu­kum korban kepada sejum­lah awak media.

Lanjut Hendra, setelah beberapa bulan korban tidak juga mendapatkan kejelasan informasi perkembangan proyek bijih besi tersebut. Pada bulan Agustus 2012 korban meminta tersangka untuk mengembalikan ua­ng­nya sebesar Rp1 miliar tersebut.

“Tersangka memberikan kedua lembar cek tersebut sekitar bulan Agustus 2012 untuk mengembalikan uang korban yang ada pada peru­sahaan tersangka. Akan tetapi setelah dilakukan tiga kali penarikan pada tanggal 22 Oktober 2012, 10 dan 11 Desember 2012 ketika uang dicairkan oleh korban ke Bank Mandiri, BCA, dan BRI, ditolak oleh pihak bank karena saldo yang terdapat di rekening tidak cukup untuk membayarkan, atau tidak bisa diuangkan sesuai dengan nominal yang ada pada kedua lembar cek yang masing-masingnya ber­tulis­kan nominal uang sebesar Rp500 juta,” ungkapnya.

Tidak terima dengan per­la­kukan tersangka, akhirnya korban Busnar Yuneldi mela­porkan kejadian tersebut ke Polresta Padang dengan no­mor laporan : LP/B/666/IV/2016/Reskrim/SPKT Polresta Padang tanggal 25 De­sem­ber 2013.

Pada tanggal 31 Maret 2016, Haji Andi Muhammad sudah ditetap­kan sebagai tersangka dan berkas per­kara telah di­nya­takan leng­kap (P-21) dan tanggal 23 April 2016 pen­yidik sudah mengirim surat panggilan pertama kepada tersangka untuk menemui penyidik agar diserahkan ke Kejak­saan Negeri (Ke­jari) Padang.

“Namun penasehat hu­kum tersangka mengirim surat kepada penyidik se­kitar awal bulan Mei 2016 untuk menunda pe­mang­gilan dan akan meng­hadir­kan tersangka pada tanggal 12 Mei 2016 mendatang, namun hingga surat pang­gilan kedua terhadap ter­sangka pada tanggal 20 Mei 2016 hingga saat ini ter­sangka dan penasehat hu­kum­nya tidak memenuhi panggilan Polresta Padang,” tutur Hendra.

Menanggapi hal ter­se­but, Kasat Reskrim Polresta Padang, AKP Abdus Syukur Felani mengatakan bahwa pihaknya akan segera mela­kukan upaya penjemputan paksa terhadap tersangka. Namun, untuks aat ini pihak­nya tidak mau terlebih da­hulu gegabah mengambil keputusan. “Mengingat dia adalah tokoh nasional, kami sudah meminta kepada pi­hak imigrasi di Jakarta un­tuk mencegah tersangka bepergian ke luar negeri, karena sedang menjalani proses hukum,” ujar Abdus. (h/mg-adl)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]