Tiga Perampok di Malalak Ditangkap


Sabtu, 04 Juni 2016 - 05:19:57 WIB
Tiga Perampok di Malalak Ditangkap Ilustrasi.

BUKITTINGGI, HALUAN — Jajajaran Polres Bukittinggi berhasil menangkap tiga tersangka perampokan atau pencurian dengan kekerasan (curas)  yang terjadi di kawasan Jorong Talago, Nagari Malalak Selatan, Kecamatan Malalak pada Selasa (31/5) kemarin.

Hanya berselang tiga ha­ri, Jajaran Polsek IV Koto bersama Jajaran Buser Res­krim Polres Bukittinggi ber­hasil menangkap tiga dari empat pelaku curas tersebut, Jumat (3/6) pagi sekitar pukul 07.30 WIB di kawasan Malalak. Dalam kasus curas yang dilakukan pelaku ini telah me­ngakibatkan se­orang korban tewas.

Baca Juga : Pastikan Listrik Aman Saat Lebaran, PLN Sumbar Gelar Vicon dengan Jajaran

“Sebenarnya pelaku ber­jumlah empat orang. Namun baru tiga yang ditangkap, sementara satu pelaku lagi melarikan diri dan masih buron. Namun demikian kita sudah mengantongi iden­ti­tasnya” kata Kasat Reskrim Polres Bukittinggi AKP Joko Hendro Lesmono, didam­pingi Kapolsek IV Koto AKP Hendra Restuardi saat di­temui waratawan di ruangan Reskrim Polres Bukittinggi, Jumat (3/6).

Ketiga pelaku yang di­tang­­kap itu masing-masing berinisial AN (19), AT (39) dan A (34). Mereka ditang­kap di lokasi yang berbeda. Dari keterangan ketiga pela­ku kepada petugas penyidik, diketahui ternyata otak pela­ku AT, yang masih meru­pakan keponakan dari kor­ban, teparnya keponakan dari mendiang suami korban. Lebih ironisnya lagi, pelaku AT-lah yang merencanakan dan mengajak rekannya un­tuk mencuri di rumah etek­nya itu.

Baca Juga : Sekdako Sonny Turun ke Lapangan Pastikan Satgas Kelurahan di Padang Panjang Berjalan

Kasat Reskrim men­je­laskan, dari keterangan pe­laku kepada petugas , mereka melakukan aksinya sekitar pukul 03.30 WIB, Selasa (31/5) lalu, dengan meng­gunakan dua sepeda motor. Tidak jauh dari rumah kor­ban pelaku menghentikan dan memarkirkan sepeda motornya, pelaku pun ber­jalan kaki menuju rumah korban.

Seorang pelaku berjaga-jaga di luar rumah, dan tiga lainnya menerobos masuk rumah korban dengan cara merusak pintu depan dan pintu kamar korban. “Saat masuk rumah, korban ter­bangun, dan spontan pelaku mencoba membekapnya agar ti­dak berteriak. Kor­ban­pun akhirnya dibekap de­ngan kain selimut. Korban terus meronta dan terbentur pada dipan kayu tempat korban sendiri hingga wajah korban luka lebam dan ber­darah,” ujar Kasat.

Setelah tubuh korban tidak bergerak sambung Kasat, pelaku mulai mencari barang berharga milik kor­ban. Pelaku berhasil me­ne­mukan uang tunai Rp 5, 6 juta serta beberapa buah handphone.

“Setelah itu, sesuai de­ngan kesepakatan yang telah mereka buat, para pelaku berjanji bertemu disuatu tempat dan membagi hasil curiannya tersebut,” terang Hendro.

Setelah mendapatkan ba­gian masing-masing, para pelaku inipun meng­ha­bis­kan uang hasil curian ter­sebut, dan hanya tinggal tak seberapa, kecuali salah se­orang pelaku yang masih menyisakan uang­nya lebih dari sejuta.

“Total barang bukti uang yang diamankan dari pelaku saat ditangkap Rp 1.820.000 dan satu unit telepon geng­gam merk Nokia GT E1080F warna merah hitam,” jelas Hendro.

AKP Hendro menje­las­kan, titik terang dari pe­nang­kapan pelaku ini berhasil dari keterangan beberapa saksi. “Kami terus berusaha meng­gali informasi serinci mung­kin, hingga informasi me­nga­rah pada salah satu pelaku, kita pun langsung me­nga­mankan salah satu pelaku. Dikembangkan lagi hingga tertangkap sebanyak tiga orang, sementara satu pelaku keburu melarikan diri dan masih dalam pe­nge­jaran pi­hak kita,” ung­kapnya.

Hingga sore kemarin ke­tiga pelaku masih dimintai keterangan di ruang pen­yi­dik Reskrim Bukittinggi . “Ketiga pelaku diancam dengan pasal 365 ayat 4 KUHP dengan ancaman hu­kuman seumur hidup atau penjara selama-lamanya 20 tahun,” ucap Kasat.

Sebelumnya diberitakan, seorang janda bernama Ma­ya Sikumbang (60), warga Jorong Talago Nagari Ma­lalak Selatan Kecamatan Malalak Kabupaten Agam-Sumbar ditemukan ter­ge­letak di kamar tidurnya dalam kondisi meninggal dunia, Selasa (31/5) pagi sekira pukul 06.30 oleh tetangganya.

Kejadian ini awalnya dike­tahui sekitar pukul 06.30 WIB oleh tetangga korban bernama Maswar, 45,  yang tinggal di sebelah rumah korban. Kejadian ini sempat mem­buat warga Ma­lalak men­jadi geger. Petugas Kepolisian pun terus me­lakukan olah TKP dan me­ngembangkan kasus ter­sebut. (h/tot)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]