Tak Ikut Bersaing Di Paket Timur Palapa Ring

Telkom Fokus Tuntaskan SMPCS


Selasa, 07 Juni 2016 - 02:45:16 WIB
Telkom Fokus Tuntaskan SMPCS

JAKARTA, HA­­LUAN — Ten­der paket Ti­mur Pala­pa Ring, ha­nya menyi­sa­kan dua pe­serta yak­ni Kon­sor­si­um Mo­ra­te­lin­do-IBS-Smart Te­le­com dan Kon­sorsium XL-Indosat-Alita.

“Kami su­dah masukkan proposal sesuai dengan teng­gat waktu,” ungkap Direktur Pe­ma­saran Alita Teguh Prasetya, kemarin.

“Kami maju terus. Kita serius kejar proyek ini,” kata Presiden Direktur Smart Tele­com Merza Fachys.

Sementara itu VP Cor­porate Com­munication Telkom Arif Prabowo menga­takan dalam pers rilis pada Haluan kema­ren (5/6), perseroan tak memasukkan proposal karena menimbang sudah mem­bangun sistem komunikasi kabel laut (SKKL) Sulawesi Maluku Pa­pua Cable System (SMPCS).

“Kami fokus saja dulu menuntaskan SMPCS,” ujar­nya, kemarin.

Seperti diketahui, batas akhir penye­ra­han dokumen untuk tender paket timur ada­­lah 31 Mei 2016 dan akan diumumkan pe­­menang pada 20 Juni mendatang. Peserta yang lolos prakualifikasi untuk paket timur ada­­lah Konsorsium Moratelindo-IBS-Smart Te­­le­­com, Konsorsium XL-Indosat-Alita, dan Tel­­kom.

Kontroversi mengiringi paket yang pa­ling besar dana pembangunannya ini ka­rena pemerintah melakukan peru­bahan ske­ma kerja sama dan variable perhitungan in­vestasi jelang batas penyerahan do­kumen pe­nawaran.

Rencananya akan diben­tangkan jari­ngan tulang pung­gung seratoptik di 35 ka­bu­paten kota di Indonesia se­panjang lebih ku­rang 6.224 km di darat dan di laut dengan per­kiraan nilai proyek sebesarRp 5.14 tri­liun.

Terkait perubahan skema tersebut, Men­kominfo Ru­diantara menyatakan ske­ma implementasi Palapa Ring paket timur dibagi dua karena secara geografis inland solusi untuk Papua lebih sulit dan kom­pleks.

“Ketidakpastian lebih ting­gi untuk Papua disbanding daerah Maluku terutama inland tidak terlalu berat paling ba­nyak submarine cable. Peru­bahan skema men­dadak dari sisi jumlah tidak berubah, jumlah kabupaten yang dis­cover tidak dirubah. Ini hanya dicoba dilihat bahwa dibuat modular tapi jumlahnya gak beru­bah dan secara fisik tidak berubah. Paket ini peme­nang­nya tak akan dibagi dua, nanti lebih kecil lagi,” katanya.

Rudiantara boleh saja ber­kilah, namun ka­bar beredar mengatakan perubahan ini jus­tru membuat pertarungan men­jadi pe­menang di paket ini menjadi lebih mudah di­tebak daripada paket barat dan te­ngah yang me­mun­culkan ke­jutan. Benarkah de­mikian? Kita lihatsajananti. (h/dj)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]